"2014 : THE BEGINNING AND NEW DAY ALWAYS MAKE ME SURPRISE IN THIS LIFE. TERIMA KASIH YA ALLAH ATAS PERTEMUAN, KEBERSAMAAN DAN KEKELUARGAAN YANG INDAH INI. IZINKAN KAMI KEMBALI BERKUMPUL DI JANNAH DALAM NUANSA SAKINAH ^_^.

2015 : FOR THE LAST DAY OF MY LIFE, I AM DOING MY BEST FOR YOU, BECAUSE OF I LOVE YOU, YA ALLAH. BIMBING HAMBA SELALU. AAMIIN ^_^

***

Saat ini kiranya lebih mudah menulis dengan suara. Contohnya saat ini aku sedang praktek menyusun kalimat dengan suara melalui whatsapp recorder yang terhubung ke google. Its fantastic moment and very surprise for me. Karena merupakan pengalaman pertama, maka mengabadikannya adalah kebahagiaan.

Iya, hanya dengan mengucapkan beberapa kata di depan recorder, maka tercipta tulisan di layar whatsapp. Oke, ini sepertinya menarik karena untuk merangkai lebih banyak kata, cukup hanya dengan bersuara. Aamin. Hahaahalo terbatas nggak ya? jumlah kata yang bisa tercipta? Oh rupanya tidak. Karena sampai saat kata demi kata tersebut masih bersambungan.

Ooke aku akan melanjutkannya. Kira-kira aku ingin bercerita tentang apa ya? Hm… *mikir.

AHa! Aku punya ide. Bagaimana kalau berkisah tentang perjalanan hari ini saja ya?

Baiklah. Hari ini, aku punya cerita. Cerita 1, cerita 2, cerita 3, cerita 4 dan cerita 5. Ya dimana saja yaa.

Baiklah kita bisa memulainya sekarang di paragraf yang baru.

Cerita 1 adalah tentang perjalanan. Perjalanan pagi tadi. Ya, hari ini adalah Kamis. Kamis pagi yang cerah di bawah sinar mentari yang bersinar aku bahagia. Karena mentari bersinar dengan senyumannya yang penuh kebahagiaan. Hari ini, semenjak ada dia dan sudah menyinari alam, aku suka menyaksikannya walaupun dari kejauhan. Karena aku sangat menyukai ciptaan Allah bernama mentari. Akan tetapi cerita yang pertama ini bukan tentang mentari.😀 Karena hanya sebagai prolog saja. Sedangkan yang akan aku ceritakan adalah tentang perjalananku menuju tempat beraktivitas.

Tahukah engkau teman bagaimana proses yang aku tempuh mulai perjalanan dari kosan menuju tempat aktivitas? Iya berbeda dari biasanya, tidak seperti biasanya dan bahkan di luar kebiasaan. Apa sajakah?

Aku tentu saja sarapan dulu. Karena hari ini aku tidak masak, jadi aku sarapan di sebuah warteg. Warteg tersebut posisinya menjelang tempat aktivitas ku. Di warteg tersebut menjual beraneka jenis makanan seperti nasi, lauk dan sejenisnya. Pagi ini aku sarapan nasi tapi sedikit saja, karena agar tidak terlalu kenyang. Setelah sarapan akupun melanjutkan langkah-langkah ku dengan penuh percaya diri dan aku bahagia. Karena tadi pagi aku memakai sepatu baru. Sepatu baru yang dibeli semalam di pasar Kiara Condong.

Tentang hal-hal yang baru, aku suka punya cerita. Sama halnya dengan tahun tahun lalu. Karena tahun lalu tahun tahun sebelumnya, bahkan tahun tahun yang sudah lama sekali, aku suka bercerita tentang sesuatu benda yang baru yang aku peroleh atau dikasih sama seseorang. Karena dia sangat berarti bagiku, dan yang sangat berkesan tentu saja. Sehingga ketika keberadaannya pertama kali bersamaku sangat menarik bagi ku, aku jadi punya ceritanya.

Semalam aku beli sepatu di Kiara Condong, pasar di dekat kostanku. Sepatu tersebut warnanya hitam. Sepatu pantofel untuk dipakai sehari hari karena peraturan di tempat aktivitasku. Sepatu hitam yang rapi. Karena kalau dengan sepatu rapih maka kita lebih percaya diri dalam langkah.

Oke kita lanjutkan tentang perjalanan tadi pagi. Pagi tadi aku melangkah dengan penuh percaya diri. Seraya menggenggam alat komunikasi di tanganku. Tidak seperti biasanya, aku ingin merekam perjalananku. Selangkah demi selangkah, ku lanjutkan langkah. Ku melangkah 1-2-3-4 and 1-2-3-4 kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, aku melangkah sendiri. Ya sendiri masih sendiri, namun aku tidak merasa sendiri. Karena ada Allah bersamaku, innallaha ma’ana. Ingatlah selalu bahwa Allah senantiasa bersama kita, maka kita akan selalu tenang. Tenang dan senang melanjutkan perjalanan, walaupun di perjalanan banyak godaan. Karena terlihat banyak yang kita temui, akan tetapi jadikan semua itu sebagai jalan sarana yang mengingatkan kita kepada Allah.

Ya, hanya Allah yang menjadi penenang hati kita, ingat kepada-Nya selalu, bahagia bersamanya dan damai dengan pandangan-Nya.

Ya Allah bimbing kami selalu dalam meneruskan langkah langkah perjalanan menuju kepada-Mu. Karena kami tahu dan meyakini bahwa ujung dari perjalanan yang sedang kami tempuh adalah menuju kepada-Mu.

Ya Allah bimbing kami hanya melangkah di jalan yang benar. Jalan yang membuat kami semakin mencintai-Mu dan Engkau pun mencintai kami.

Ya Allah di dalam perjalanan yang kami tempuh, pertemukan kami dengan hamba-hamba-Mu yang soleh sholehah. Hamba hamba-Mu yang dapat menjadi jalan bagi kami untuk menjadi lebih baik. Ya karena kami yakin dalam perjalanan ini banyak sekali godaan, ujian dan cobaan yang kamu temui, sehingga kalau kami sendiri kami tidak sanggup ya Allah. Oleh karena itu kumpulkan kami dengan sahabat-sahabat terbaik. Sahabat-sahabat yang Engkau cintai. Sahabat-sahabat yang meyakini bahwa dunia hanyalah jalan untuk bertemu dengan-Mu.

Ya Allah kami pun tak tahu, sudah di mana keberadaan kami saat ini. Apakah jalan yang ditempuh saat ini jalan yang mendekatkan kami kepadamu atau malah sebaliknya? Astagfirullahaladzim.

Ya Allah, ampuni kami dan bimbing kami ya Allah. Hanya kepada Engkau kami memohon perlindungan dan pertolongan. Karena tiada daya dan upaya kami kecuali dengan pertolongan-Mu ya Allah. Hanya kepada-Mu kami berserah diri, hanya kepada-Mu kami memohon petunjuk dan pertolongan. Tanpa-Mu kami tidak mampu melakukan apapun. Jaga kami selalu ya Allah, saat kami sedang tidak bersama sahabat sahabat yang baik dan jauh dari kami. Bimbing mereka selalu senantiasa mengirimkan doa terbaik untuk kami ya rabb. Bimbing kami selalu untuk mau mendoakan saudara-saudara kami dan sahabat kami ketika kami jauh dari semua, agar kami senantiasa merasakan kedekatan dan kebersamaan, walaupun raga berjauhan.

Ya Allah, kami yakin Engkau selalu ada bersama kami dan Engkau Maha Dekat. Engkau Maha Pengasih Maha Penyayang. Aamiin ya robbal alamin.

Bersama senyuman, langkah langkah kaki terus menjejak tanah. Ya tanah yang menjadi sarana bagiku untuk melanjutkan langkah.

Ooke, selanjutnya cerita kedua. Cerita kedua masih saat melangkah, ketika pagi. Masih pagi. Pagi yang cerah dan bersinar aku bertemu dengan sahabat lama. Beliau sholehah dan mudah tersenyum, baik dan kami saling berpandangan saat pertama kali berjumpa. Pandangan yang memberikan kami kesempatan untuk berhenti sejenak. Beliau tersenyum padaku lebih hangat. Beliau mendekatiku seraya akupun mendekati beliau. Hingga kami pun bersama lalu bersapa. Assalamualaikum adalah sapaan terbaik kami.

Tentang aktivitas beliau terakhir, aku turut berbahagia. Karena beliau dan beberapa orang teman lainnya sedang membuka usaha baru. Usaha yang berlokasi sangat dekat dengan tempat aktivitasku. Usaha yang semoga lancar ya teman. Tetap semangat! Karena ketika kita mau berusaha maka jalan-jalan akan membentang indah. Selama kita mau menjejakkan kaki di atasnya, maka teruskan.

Aku mendoakanmu teman, semoga lancar ya. Oke, oke, oke? Setelah sapaan lalu aku pun melangkah lagi.

Cerita ke-3. Setelah sampai di tempat aktivitas, kemudian aku bertemu dengan teman- teman yang dalam waktu terakhir ini menjadi bagian dari hari-hariku. Hari yang baik.

Beliau yang berasal dari manakah?

Ah… dari mana-mana. Teman yang mengingatkan ku tiap kali aku terdiam, saat bersama dengan beliau aku berbeda. Itu yang beliau alami pertama kali berkenalan dengan ku. Namun akhir-akhir ini teman-teman di tempat aktivitasku berkata, bahwa aku berbeda dengan ketika beliau kenal aku dulu. Padahal aku masih sama teman. Aku tidak berubah. Ya, karena aku masih diriku yang dulu. Aku yang pendiam. Aku sering suka memperhatikan senang menyaksikan aktivitasmu. Ya hari ini aku memperhatikan dan lanjutkan tentang aktivitas yang berhubungan dengan kamera lagi, kamera lagi. Aku masih melanjutkan aktivitas mereka mulai dari berangkat sampai dengan pada cerita keempat ini.

Oh, iya.

Cerita ke 4, aktivitas kami dimulai dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Hari Kamis lebih khususnya kami mulai dengan tilawah al Quran bersama sama. Ya, karena tilawah al Quran adalah salah satu jalan untuk mengingat Allah dan dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Al Quran petunjuk hidup dan pedoman. Iya, al Quran adalah panduan kita dalam melanjutkan perjalanan kehidupan ini. Al Quran adalah imam kita, adalah kompas kehidupan kita, dia adalah peta perjalanan kita. Al Quran semuanya ada di dalam al Qur’an. Saat kita sedih baca al Quran, maka hati akan menjadi tentram. Saat kita bahagia baca al Quran, maka kebahagiaan akan tertata. Saat kita dalam kondisi membutuhkan pertolongan al Quran, maka al Quran memberikan jawaban. Saat kita mempunyai pertanyaan baca al Quran, maka ia memberikan jawaban terbaik untuk kita.

Al Quran adalah segala-galanya. Al Quran adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala. Al Quran adalah penyejuk hati yang sedang kalut. Al Qur’an adalah cahaya cinta orang orang yang beriman. Al Quran adalah sahabat yang tak pernah meninggalkan. Cintai al Qur’an, maka engkau akan menjadi hamba yang mencintai-Nya dan dicintai oleh Allah.

Di dalam al Quran, kita dapat menemukan banyak petunjuk, adanya perintah dan larangan. Sehingga membuatmu yakin dan percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja. Al Quran menjadikan kita lebih baik bersamanya. Al Quran membuat kita lebih bahagia dalam menjalani waktu dan perjalanan di dunia ini. Karena bersama al Quran kita dapat menjelajah dunia, kita dapat berkeliling, kita dapat menemukan banyak ilmu yang sebelumnya kita tidak pernah ketahui. Karena dalam al Quran terkandung segala-galanya. Al Quran adalah firman Allah. Al Quran adalah petunjuk bagi kita di dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Dunia sementara yang akan sirna, ia sudah tua.

Dari sekarang mari kita kembali kepada al Quran sebagai teman. Al Quran, jangan biarkan dia tergeletak begitu saja tanpa pernah kita sentuh walau sekali. Jangan pernah biarkan al Quran rusak di makan rayap, bahkan hanya kita jadikan sebagai penghias lemari saja tanpa pernah kita baca dan kita pahami. Apalagi untuk mengajarkannya. Ya, mari teman saat ini adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk menjadi lebih baik. Hayo semuanya, oke?

Sekarang kita lanjut ke cerita ke 5. Cerita kelima adalah tentang aktivitas yang kami lakukan pada satu pekan sekali. Aktivitas pertemuan dengan beberapa orang sahabat. Yaitu para perempuan yang menundukkan pandangan, perempuan-perempuan yang senang memberikan peringatan, perempuan-perempuan yang sholehah, perempuan-perempuan yang aku selama ini hanya pernah membayangkan akan bersama dengan beliau semua, namun hari ini kami bersama. Kami berkumpul, tertawa, kamu bahagia aku terharu, kami berdoa bersama, kami saling berbagi cerita, kami saling memberi semangat, kami saling menitipkan harapan, kami saling memberikan pesan, kesan dan juga penghargaan. Bersama dengan beliau semua adalah salah satu cita-citaku semenjak lama. Cita-cita yang kupikir hari ini, berapa waktu yang lalu, dia sudah tercapai. Cita-cita yang mungkin dia bukan terlalu tinggi, maka dia tercapai. Namun begitu aku sangat menghargai cita-cita ini. Cita-cita duniaku. Semoga ia menjadi bagian dari kehidupan akhirat, berkumpul dengan hamba-hamba Allah yang sholeh sholehah, sama mau dan yang gemar memberikan nasihat, yang gemar memberikan peringatan, gemar berikan pesan tentang kesabaran. Walaupun sebelum ini tidak pernah kukenal namun dalam kesempatan hari ini kami berkumpul bersama.

Kami saling bersapa, bertukar bahasa.

Saat ini, aku berada di negeri mereka teman. Merantau dan memperoleh ilmu dan pengalaman dan mereka adalah salah satu pengalamanku. Karena bersama dengan mereka aku memperoleh banyak informasi dan bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan. Beliau berusia lebih muda dariku bahkan ada yang lebih tua dariku dari segi usia, namun kedewasaan pikir tidak dapat menilai dari usia ya. Karena ternyata beliau semua adalah perempuan-perempuan hebat.

Teman-temanku, terima kasih atas pertemuan, kebersamaan hari ini ya. Semoga engkau sehat selalu teman. Selamat pagi dengan aktivitasmu. Walaupun kita tidak selalu bersama dan ingatlah kebersamaan kita merupakan jalan bagi kita untuk saling mengingatkan, saling mendoakan dan menambah kesabaran, menitipkan harapan lagi. Walau kita mungkin tidak akan pernah bersama lagi setelah kita berjarak raga, ku yakin kita selamanya bersama dalam do’a.

~Selama dunia masih menjadi tempat kita berpijak, maka melangkahlah lagi, teruskan perjuangan~…[]

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s