Mie Bejo on My Mind

Hai teman. Memang sudah tidak asing lagi kiranya di telinga kita. Saat mendengar kata Bandung disebut, maka akan terpikirlah makan di kepala. Aha. Lalu lapar pun meraja dan akhirnya kuliner dech. Begitu. Nah, apakah engkau pun mengalami hal yang serupa, teman?

Kalau aku, iya.

Namun demikian, belum semua kuliner di kota ini yang ku nikmati. Karena terbatasnya kocek sebagai anak kostan, adalah salah satu alasan. Adapun alasan lain adalah karena aku termasuk pemilih tema makanan. Sehingga tidak semua ku lahap, tentunya. Salah satu menu yang aku tidak suka banget adalah yang bernuansa ikan. Ya, kecuali beberapa jenis ikan kering, tongkol ikan kembung, baru aku suka. Yuhuuu. Ada lho, menu favorit di dekat kostan kami. Nah, penjualnya menyediakan aneka jenis ikan goreng dan bakar. Judulnya adalah Ayam Bakar/Goreng Banyumas. Ini maknyus rasanya dan menjadi menu favorit kami. Selain harga yang terjangkau, penjualnya ramah, hangat dan bersahabat. Pokoknya service excellent dech. Namun sekarang hanya tinggal kenangan. Karena aku sudah jauh darinya. Semenjak kepindahanku setahun lalu.

Di sini, dekat dengan tempat tinggalku kini, ada lagi jenis kuliner yang menjadi favorit kami, yaitu nasi timbel. Hehe. Harganya lumayan mahal juga, namun rasanya mantab bin so sweet nan hot. Karena menu sambelnya super pedes. Nah, sesekali aku memesan menu timbel. Kalau lagi pengen aja. Selainnya, aku suka masak sendiri akhir-akhir ini. Karena aku kurang doyan makan dalam waktu belakangan. Sehingga tidak perlu banyak kuliner.

Nah, beberapa waktu lalu, saat aku dan teman-teman janji jumpa di Braga, aku melihat kuliner baru. Judulnya Mie Bejo. Warna khas spanduknya background kuning dengan warna tulisan hijau. Dan aku belum pernah mampir di mie bejo. Hanya lewat saja. Karena kebetulan saat mataku tertuju padanya, aku sedang mencari. Ya, aku mencari teman yang menungguhku di MieReman. Namun karena gak jumpa-jumpa, aku pun memotret mie bejo. Walaupun akhirnya kami pun berjumpa menjelang ujung Jl. Braga. Ha? Pencarian yang berkesan. Karena sepanjang perjalanan, aku sangat menikmati waktu.

Mie bejo. Kelak, one day after tomorrow may be, I wish come to you and icip-icip rasamu. InsyAAllah. So, wait me, bejo… and then, see you.

Toworrow, we will meet.
I wish take a moment with you and be there for you.
Mie Bejo, what is your taste?
I hope that you are delicious and make me smile after eat you. Hohoo.

#tomorrowscheduleisculinaryatbraga. Sipsipsips! 😉

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close