Aisya namanya. Seorang muslimah shaleha. Santun budi pekertinya dan lemah lembut pada sesama. Rajin mengaji dan gemar membantu sesama. Sangat mudah berbuat baik dan tersenyum. Namun kini, senyumannya tersimpan di balik wajah yang tertutup. Ya, karena ia ingin belajar menggunakan purdah. Yaitu selembar kain yang menempel di wajahnya. Sehingga ia lebih terjaga dan menjadi semakin cantik. Subhanallah…๐Ÿ™‚

***

Aku tersenyum saat Aisya mendekatiku. Lalu, kami bersalaman dan perpelukan. Erat genggaman tangannya di telapak tanganku merupakan pertanda bahwa Aisya adalah seorang muslimah yang penuh semangat. Alhamdulillah, bahagia menjumpanya lagi, setelah sekian lama kami tidak berjumpa. Pertemuan yang membuatku sungguh bahagia, karena lebih dari sepuluh tahun kami terpisah jarak.

Aisya adalah sahabat masa kecilku. Ia adalah teman sepermainan yang sering mensenyumiku semenjak kami belia dulu. Dan kini, masih ku lihat jelas senyuman ramahnya, meski hanya melalui kerlipan mata yang menyipit saat ia tersenyum.

Aisya, kini ia telah beranjak remaja. Dari segi usia, kami tidak berbeda jauh. Hanya selisih lima tahun saja. Sehingga tidak terlihat jelas perbedaan di antara kami. Di tambah lagi postur tubuh Aisya yang semampai, lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan seusianya. Dan saat ini, kami terlihat seperti kembaran, karena banyak kemiripan kami, kini. Sungguh, seperti pinang dibelah dua. Begini ibarat yang pas untuk kesamaan kami. Aisya yang mudah tersenyum, dan aku yang belajar darinya untuk merangkai senyuman di wajah.

Aisya, adalah seorang gadis manis yang supel, mudah bergaul dan pintar. Sehingga tidak sulit baginya dalam menjalani hari. Berbeda denganku yang tergolong pendiam sejak dulu. Huhu.. Namun kebersamaan kami saling melengkapi. Aisya sering mengajakku gabung dan berkumpul dengan teman-teman kami yang lain, saat ia melihatku asyik sendiri. Hihii… terkenang masa kecilku yang lucu, aku pun terssnyum kini. Senyuman yang menebar pada wajahku, karena aku menyadari siapa aku.

Hari ini, Aisya mengajariku menggunakan purdah. Ya, karena aku ingin belajar hal-hal baru selalu. Dan saat ini adalah kesempatan terbaik untuk mempraktikkannya. Yha, ternyata tidak sulit memang. Karena hanya dengan beberapa potong kain nan lembut, terciptalah sudah dandanan terbaru ala Aisya. Hahaa. Asyik juga, belajar hal-hal baru. Aku suka.๐Ÿ˜€ Lebih kurang, beginilah Aisya berpenampilan selalu, dalam hari-harinya. Adem dan teduh. []

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s