Ayooo menulis, untuk mengabadikan perjalanan kita. Mariii tersenyum manis untuk menemukan kebahagiaan terdalam. Namun jangan lupa membaca yaa, supaya persediaan energimu tak habis, inspirasimu terus bertambah dan bertumbuh. Okey?

Pagi yang manis di hari Kamis, aku menulis lagi. Menulis untuk menerakan suara jiwa melalui kata. Menulis untuk menyampaikan segenap pinta dalam goresan tinta. Menulis agar ku tahu bahwa dari dalam diri ini masih ada suara dan kemauan. Yah, karena perlu engkau tahu teman, bahwa dalam dunia nyata, aku tak banyak bicara. Kecuali hanya yang perlu-perlu saja dan itu pun kalau diminta atau ada yang bertanya. Ya, demikian adanya aku semenjak mula. Karena apa? Hm… bawaan kali yaa.😀

Namun kini berbeda. Setelah aku mengenal kata. Semenjak aku melangkah di dunia maya. Ya, jauh sebelum engkau mengenalku, mungkin. Aku mulai rajin bicara. Aku belajar menata bahasa. Pun, ku upaya untuk menunjukkan pada dunia bahwa aku ada dan pernah melangkah di dunia. Iya, karena aku tidak mau saat telah tiada nanti, akan hilang begitu saja tanpa bekas. Karena aku mau ada selamanya di hati sesiapa saja yang pernah mengenalku. Walau mungkin tidak mudah, namun aku berjuang dan melangkah. Ya, satu satu langkah kaki ku jejakkan. Masih melangkah. Yah.

Seperti halnya cita yang pernah ku cita kan, aku ingin berkeliling dunia, teman. Begini harapanku jauh-jauh hari. Ya, agar dapat menyaksikan indahnya alam dari berbagai wilayah. Ingin menikmati hangatnya sinar mentari dari mana saja. Aku mau berjalan lagi dan terus melangkah. Begini harapan yang ku jaga selalu. Hingga sampailah pada hari ini, aku terbangun lagi dari impianku tersebut. Hu um. Seraya menyeruput secangkir susu cokelat nan hangat kesukaanku, ku edarkan pandangan ke sekeliling. Ada langit nan luas di atas sana, berhiaskan senyuman mentari pagi. Ia tersenyum penuh kehangatan, untukku, untukmu, untuk kita. Lalu, ku menyaksikan pula selembar daun nan jatuh dari rantingnya, kemudian melayang di udara, ringan, tertiup angin nan sepoi. Sungguh pemandangan alam yang mewah, bagiku ini sebuah anugerah. Karena sampai detik ini, mata ini masih dapat mengikuti pergerakannya, alhamdulillah…🙂 Lalu ku buka lembaran catatan, untuk melukisnya dengan telaten. Dan kemudian menyimpannya dalam pigura di gantung pada dinding hari ini.

Bangun pagiiiiii….. Semangat pagiiiii…. Mariiiii kita menulis lagiii.😀

Aku akan lebih sering menyemangati diri sendiri hampir setiap pagi. Karena aku tahu bahwa pagi adalah waktu terbaik untuk melangkahkan kaki. Saat energi terkumpul banyak sekali setelah rehat sejenak malam tadi. Pagi yang berseri-seri, kini. Aku bangkit untuk melanjutkan perjalanan lagi. Perjalanan menuju cita, berkeliling dunia. Perjalanan dalam merangkai kata. Ya.

Berkeliling dunia, inilah cita yang ku punya. Cita yang ku sangkutkan untuk menjadi tantangan bagiku saat ia bilang, "Aku leeellaaah," saat melangkah. Maka dengan mengingat cita, ia pasti semangat lagi, ku yakin itu. Yuhuu. Sungguh memberiku inspirasi agar kembali tersenyum menikmati kisah dalam perjalanan ini.

Sebuah gambar, memiliki banyak kisah di baliknya. Dan gambar tersebut hanya akan mampu dikisahkan oleh orang yang berada di baliknya. Ya, bisa jadi pemotret, atau pelukis gambar tersebut. Nah, begitu pula dengan hari ini yang kita jalani. Di dalamnya kita sedang mengukir kisah, membentang hikmah. Semoga, kita senantiasa ingat yaa, untuk hanya mengabadikan gambar terindah yang ingin kita saksikan lagi, kelak.

Kelak. Nanti. Di masa depan, kita akan kembali menyaksikan lukisan hari ini yang kita pajang di dinding hari. Dan pada saat itu, kita dapat mensenyuminya lagi, kalau lukisan itu indah. Namun kalau sebaliknya, kita tidak akan memperlakukannya tak baik, bukan? Karena kita sangat menghargai kisah yang ada di balik gambar. Termasuk perjalanan yang kita tempuh untuk mendapatkannya.

Untuk sebuah gambar yang kita lukis hari ini, mulailah dengan senyuman dan ucapan yang baik. Supaya saat kita menyaksikannya lagi, nanti, beberapa tahun kemudian, kita pun berekspresi sama bahkan lebih baik. Atau hingga level menertawakan kekonyolan kita dahulu kala? Atau bahkan tidak mempercayai kebodohan kita saat itu? Hups! Walau bagaimanapun, jadikan ia sebagai hadiah terindah dari perjalanan hari ini, yaa. Agar hari ini kita lebih semangat lagi. Lebih rajin lagi. Semakin giat dan terus bergerak. Dan ingatlah bahwa raga kita pun akan tiada, namun tidak dengan jiwa. Ia senantiasa ada bersama sesiapa saja, kalau kita menulis. Menulis tulisan yang dibaca dan bermakna.

***Aku yakin sampai di sana. Di sana di mana?…[]

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s