Ada banyak pesan yang dapat kita petik di setiap langkah dalam perjalanan. Adapun pesan-pesan tersebut bisa berupa pesan tersurat ataupun tersurat. Ada pesan yang disampaikan langsung kepada kita oleh pemberi pesan, maupun yang secara tidak langsung kita terima. Oleh karena itu teman, gemarlah memperhatikan sekitar. Bermudahlah dalam membuka mata hati. Lalu memetik hikmah yang menebar di sekitar kita.

Dekat. Sangat dekat sekali, pesan-pesan tersebut ada di sekitar kita. Lalu maukah kita menemukannya? Pesan yang sangat berarti untuk kita. Sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan hidup ini. Pesan yang dapat memberi kita jalan saat melangkah. Pesan yang memberi makna untuk kita ataupun kita yang memaknainya?

Dari waktu ke waktu, pesan demi pesan kita terima. Dari detik ke menit, kita berinteraksi dengan sesama. Nah, pada saat itulah kita perlu bersiaga, kita mesti berjaga dan terbuka untuk pesan-pesan berarti.

Suatu kesempatan berikutnya, kita akan mengerti bahwa ternyata dalam waktu yang telah kita lalui, banyak pesan yang kita temui. Selanjutnya, apakah kita mau membawanga serta sebagai sahabat terbaik kita? Sahabat yang akan mengingatkan kita lagi saat kita lupa. Pesan yang merupakan teman akrab kita berikutnya. Ia yang selamanya akan menjadi bagian dari kehidupan kita berikutnya. Pesan yang menjadi ilmu dan sekaligus pengalaman untuk kita. Namun kita seakan sudah mengalaminya, kalau kita menerima pesan dari beliau yang mempunyai kisah di balik pesan tersebut. Ya, pesan yang beliau sampaikan untuk kita.

Kita tidak akan dapat mengalami semua pengalaman. Apabila dibandingkan dengan beliau yang sudah berusia lebih banyak dari kita, tentu pengalamannya lebih banyak. Begitupun dengan rasa yang dialami dalam kehidupan ini. Maka beliau yang lebih berpengalaman, telah mengecap asam dan asin nya kehidupan. Begitupun dengan pahit bahkan manis sekalipun. Yakinlah, beliau semua lebih paham dari kita yang berusia masih seumur jagung. Yuhu. Apalagi yang masih belia menuju dewasa. Maka ia masih terlalu muda untuk dapat berpesan tentang kehidupan. Hu um, walau memang kita tidak dapat menilai seseorang dalam hal ilmu dan pengalaman hidup dari segi usia saja. Namun kita perlu percaya bahwa, mereka yang lebih dewasa lah yang lebih memahami tentang liku dunia. Dunia yang sementara dan sedang kita lalui.

Kedewasaan seseorang tidak dapat memang, kita menilai dari segi usia. Namun saat sesiapa saja berpesan pada kita, meski usianya masih belia, terimalah. Ya, terimalah apa yang ia pesankan. Lihatlah nilai dari pesan yang disampaikannya, bukan siapa yang menyampaikan.

Wallaahu a’lam bish shawab. []…

🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s