Allah mencukupkan orang-orang yang yakin sebenar-benarnya, bahwa Allah Maha Kaya. Maka, bekal awal menikah adalah keyakinan. Yes.😀

***

Hihii. Hari ini aku ikut sebuah seminar yang temanya adalah motivasi tentang pernikahan. Materi disampaikan oleh beliau yang sudah menikah, sehingga berbagi pengalaman dengan mudah. Di dalam kisah yang beliau bagikan dengan penuh ketenangan, diselipkan pula sebuah hadist, "Seburuk-buruk kalian adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian adalah yang tidak menikah." (HR. Bukhori)

(Q.S An Nuur [24]: 32)
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu…"

"Carilah kekayaan dengan menikah." (Ibnu Mas’ud)

Kaya yang dimaksud dalam pernikahan adalah kaya keluarga, kaya pengalaman, memperoleh titipan kekayaan yang harganya tidak dapat diukur dengan materi (putra dan putri shalehah), aamiin. Maka dengan menikah, akan banyak lagi kekayaan yang kita peroleh. Termasuk mempunyai banyak teman dan teman keluarga baru kita. Subhanallah, maka menikahlah, engkau akan kaya.

…. Syyuuuts, sampai di sini, motivasi terus mengalir untuk kami. Aliran yang bermuara di pikiran, nyangkut di dinding hati dan kemudian menebar indah pada wajah. Alhamdulillah, dengan begini, akan lebih sering senyuman menebar dalam hari-hari. Hari-hari dalam pernikahan. Pernikahan yang penuh kekayaan.

Dalam pernikahan, saat sudah dikaruniai titipan berupa anak, maka berinvestasilah yang terbaik untuk mereka. Karena anak-anak adalah harta termahal yang kita punya. Harta yang akan menolong kita tidak hanya di dunia, namun sampai ke akhirat nanti. Anak-anak yang shaleh/shalehah, anak-anak yang menjadi penyejuk mata nan mendamaikan pikiran, pun menenangkan hati saat bersamanya.

Menikah. Aku mulai mengerti dan bertambah motivasi untuk menjalaninya.

"Taatilah perintah Allah untuk menikah, pasti Allah akan memenuhi janji-Nya, kepada kalian untuk memberi kecukupan." (Abu Bakar Ash Shidiq Radhiyallahu Anhu)

"Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, oleh karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa". (Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: )

Separuh agama yang tersisa dalam pernikahan adalah suami dan istri saling memenuhi kewajibannya. Dan sama-sama menunaikan hak istri/suami.

Betapa baiknya Allah subhanahu wa Taala. Menikah membuat kita senang dan gembira, dijamin ‘kaya’ dan dijanjikan surga. Lantas apa yang masih menjadi ganjalan Anda semua untuk menikah?

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s