Nikah adalah mitsaaqan ghaliza (perjanjian yang berat). Dan pernikahan adalah setengah agama. Maka orang yang sudah menikah, harus lebih baik agamanya, yaa. Dalam pernikahan, orientasi keluarga adalah akhirat. Harusnya akhirat. Namun dalam kenyataannya, masih berorientasi pada fisik dan materi.

Untuk membangun sebuah peradaban, harus dimulai dari peradaban yang kecil yaitu, keluarga. Maka bangunlah keluarga yang bernuansa surga, yaitu keluarga yang melakukan amalan-amalan ahli surga di dalamnya.

Doa untuk keluarga yang baru dibangun, "Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair."

Karena keluarga yang baru dibangun adalah gabungan dari dua keluarga. Pertemuan dua karakter yang tidak sama. Ya. Sehingga perlu adanya saling menginformasikan tentang kesukaan dan tidak suka. Untuk tujuan munculnya saling pengertian. Karena perbedaan selalu dan pasti ada antara dua manusia. Perbedaan yang mereka bawa semenjak mula tercipta.

Untuk terciptanya keluarga yang bernuansa surga, yang pertama kali yang perlu dipahami adalah tujuan berkeluarga. Yaitu :

1. Untuk memenuhi tuntunan Para Rasul.

Karena menikah adalah sunnah Rasul. Maka jadikanlah kehidupan Rasulullah dalam membangun rumah tangga sebagai pedoman. Sehingga, insya Allah rumah tangga yang tercipta adalah surga di dunia. Baiti jannatii.🙂

Hal ini menunjukkan pernikahan, bukan semata-mata urusan kemanusiaan semata, namun ada sisi Ketuhanan yang sangat kuat. Oleh karena itulah menikah dicontohkan oleh para Rasul dan menjadi bagian dari ajaran mereka, untuk dicontoh oleh umat manusia.

2. Menguatkan Ibadah

Dalam pernikahan, merupakan bagian utuh dari ibadah, bahkan disebut sebagai separuh agama. Tidak main-main, menikah bukan sekedar proposal pribadi untuk "kepatutan" dan "kepantasan" hidup bermasyarakat. Bahkan menikah menjadi sarana menggenapi sisi agama seseorang.

S abar (dalam menghadapi keluarga)
U saha (mencari nafkah)
A manah
MI

I khlas (muliakan ia yang sudah menjadi suamimu)
S sabar (sempurnai keikhlasan)
T aat (merupakan kewajiban istri terhadap suami, yaitu menjadi istri bagi suami dan menjadi ibu bagi anak-anak)
R ahasia (jaga rahasia suami)
I

🙂

3. Menjaga kebersihan dan kebaikan diri

Semua manusia memiliki insting dan kecenderungan kepada pasangan jenisnya yang menuntut disalurkan secara benar. Apabila tidak disalurkan secara benar, yang muncul adalah penyimpangan dan kehinaan. Banyaknya pergaulan bebas, fenomena aborsi di kalangan mahasiswi dan pelajar, kehamilan di luar pernikahan, perselingkuhan dan lainnya menjadi bukti bahwa kecenderungan syahwat ini sangat alami sifatnya. Untuk itu harus disalurkan secara benar dan bermartabat, dengan MENIKAH.

***

Wanita shalehah lebih cantik dari bidadari, di surga nanti. Maka menjadilah wanita shalehah.

4. Mendapatkan ketenangan diri

Perasaan tenang, tenteram, nyaman atau disebut sebagai sakinah, muncul setelah menikah. Allah memberikan perasaan tersebut kepada laki-laki dan perempuan yang melaksanakan pernikahan dengan proses yang baik dan benar. Sekedar penyaluran hasrat biologis tanpa menikah, tidak akan bisa memberikan perasaan ketenangan dalam jiwa manusia.

5. Mendapatkan keturunan

Tujuan mulia dari pernikahan adalah mendapatkan keturunan. Semua orang memiliki kecenderungan dan perasaan senang dengan anak. Bahkan Nabi menuntut agar menikahi perempuan yang penuh kasih sayang serta bisa melahirkan banyak keturunan.

6. Investasi Akhirat

Anak adalah investasi akhirat, bukan semata-mata kesenangan dunia. Dengan memiliki anak yang shaleh dan shalehah.

7. Menyalurkan fitrah

Di antara fitrah manusia adalah berpasangan, bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan untuk menjadi pasangan agar saling melengkapi, saling mengisi, dan saling berbagi, ingin mendapatkan kasih sayang kepada pasangannya.

Setelah menikah, maka suami adalah tempat curhat setelah Allah.🙂 Bukan kepada yang lain. Apabila ada yang tidak suka, maka saling memaafkan.

8. Membentuk peradaban

Peradaban yang kuat akan lahir dari keluarga yang kuat. Maka menikahlah untuk membentuk keluarga yang kuat. Dengan demikian kita sudah berkontribusi menciptakan lahirnya peradaban yang kuat dan bermartabat.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s