Ceki-ceki inspirasi imut pagi ini, tertemukanlah sebuah kalimat unik. Kalimat tersebut dirangkai oleh dua ID yang berbeda. Walaupun begitu, terlihat saling menyambung dan maknanya sangat dalem. Aku suka. Ya, "Hidup adalah menunggu. Menunggu sekenario terbaik-Nya." aHA!😀 Lalu bagaimanakah kita memanfaatkan waktu sepanjang penungguan tersebut?

Bilalah Kang Teguh bilang bahwa hidup adalah menunggu. Maka menunggu dengan penuh keteguhan hati adalah pilihan. Ya, menunggu bersama aktivitas yang bermakna, agar penungguan berkesan. Menunggu seraya melanjutkan kegiatan, supaya kita menjadi lebih produktif. Lalu, apakah yang saat ini sedang engkau tunggu, teman? Penungguan apakah yang paling berarti bagimu detik ini? Lalu berteguhkah engkau menjalaninya?

Saat kita kembali mentafakuri, ternyata benar apa yang disampaikan oleh Kang Teguh dalam inspirasi imut beliau. Bahwa hidup kita adalah menunggu. Kita semua sama-sama menunggu sekenario terbaik darinya. Walau dalam masa penungguan kita berencana dan berusaha, bergiat dan berdoa. Namun, kita perlu selalu ingat bahwa ada sekenario terbaik-Nya yang telah IA persiapkan untuk kita. Maka manutlah bila sekenario itu kita terima, ok?

Menunggu adalah sejenis penantian dan identik dengan menanti. Nah, sebenarnya aku sangat tidak suka menunggu atau menanti. Akan tetapi, bila Kang Teguh bilang bahwa hidup adalah menunggu. Sedangkan saat ini aku masih berada dalam kehidupan. Maka, mau tidak mau, suka tidak suka, aku ternyata sedang menunggu. Yuhu. So, aku sekarang mulai menyukai menunggu. Aku menikmati penantian ini dengan serelaku. Aku menghayati episode demi episode dalam hidupku dengan semampuku. Walaupun aku harus menunggu. Meskipun penantian ini sebelumnya aku tak suka. Namun aku mempunyai alasan untuk mulai menyukai menunggu. Apa coba?😀

Hai, teman. Dalam kehidupan yang kita jalani saat ini, memang tidak semua terjadi sesuai dengan keinginan kita. Agar kita mengerti bahwa, ada yang Maha Menentukan Yang Terbaik untuk kita. Maka ingatlah bahwa, tidak semua yang kita sukai itu baik untuk kita. Namun apa yang tidak kita sukai sebenarnya baik untuk kita, walaupun kita tidak menyadarinya. So, hayati penantian dengan baik, yaa. Walaupun engkau tidak suka. Sebagaimana engkau membersamai kesukaanmu. Dengan demikian, engkau dapat tersenyum lebih indah saat ini. Senyuman yang engkau tebarkan pada wajah, berasal dari dalam hatimu. Senyuman yang membuat engkau berucap, "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas penantian ini. Sehingga aku mempunyai waktu untuk memahami. Bahwa sekenario-Mu yang terbaik, ada di balik penantian ini."

***

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s