Hai, tetiba dua orang gadis belia mendekatiku. Lalu bilang gini, "Nitip ya, Teteh…🙂 ," pintanya sambil tersenyum padaku. Serta merta, aku yang sedang duduk manis bersandar ke dinding dekat jendela, segera menoleh. Lalu ku sambut dengan senyuman, sambil mengangguk dan bertanya dalam hati, "Siapakah beliau nan lucu ini?."

Hai, tidak mudah memang langsung percaya dengan orang asing yang kita temui. Namun bagaimana bisa, dua belia tadi menghampiriku lalu bilang nitip dua tas imut mereka? Apakah karena ada seberkas sinar yang muncul dariku. Sinar yang menarik mereka untuk mendekatiku. Lalu menyampaikan pinta seperti itu? Ah. Memang tidak ada satupun yang terjadi di dunia ini kebetulan. Benar begitu bukan, teman? Percayakah engkau bahwa ada makna dan hikmah dari setiap kejadian?

Hari ini, senja menjelang sore. Aku jalan-jalan lagi untuk sebuah keperluan penting. Ya, karena ingin memenuhi permintaan seorang teman di seberang sana. Beliau menyampaikan pinta juga, melaluiku. Ya Allah… semoga bisa ku membantu beliau dengan mudah. Aamiin.

Di perjalanan, saat hendak menyeberang tadi di perempatan, seorang musafir menanya padaku, "Mba, mau tanya, "Kalau dekat sini ada masjid di sebelah mana, ya?," tanya beliau. Ku perkirakan seorang laki-laki separuh baya tadi berusia sekitar empat puluh tahunan.

"Oiya, ada Pa. Dekat di sebelah sana dikit, bagian kiri jalan. Dari sini, Bapak lurus aja, nanti nyebrang. Ada masjid besar Cipaganti, namanya."

"Oke, bukan masjid perkantoran, ya?," beliau memastikan lagi.

"Bukan Pa," aku meyakinkan beliau. Dalam pikirku, beliau mau shalat atau berehat sejenak di masjid. Karena dari tampilan beliau, terlihat bukan penduduk setempat. Namun dalam perjalanan jauh, entah dari mana. Ya, aku tidak menanya lebih lanjut. Karena setelah mendapat informasi, beliau pun berlalu. Begitu pun dengan ku yang segera menyeberang. Karena sudah saatnya melanjutkan langkah, ‘lampu hijau’ sudah menyala.

Aku melanjutkan perjalanan dengan suka ria. Karena akhirnya berjumpa juga jalan yang mendekatkanku pada tujuan. Ya, Chingu Kafe yang ada di Jl. Prof Eyckmen adalah tujuanku. Ceritanya ada yang sedang ngidam kimchi. My sister at there. Are you, too?

Kimchi adalah menu sayuran yang dipermentasi dan rasanya asem-asem gitu. Xixii… membayangkannya memang bikin ngiler. Dan aku pernah beberapa kali saja mencicipinya.😀

Selesai memesan menu kimchi untuk dikirim ke pulau seberang, aku segera kembali. Lalu mampir sejenak di masjid terdekat untuk shalat Magrib. Dan saat ini aku sedang berada di Masjid Besar Cipaganti. Seraya menanti jadual shalat Isya, aku sempat melihat-lihat sejenak di sekitar. Lalu menitip barisan kenangan tentang perjalanan hari ini.😉 . []

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s