Hai, adiks imut apakabarnya?

Hari ini, belum sempurna kita berjumpa. Lalu terpisahkan pula oleh jarak yang tak sedepa. Sehingga membuat aku segera rindu padamu, hai, tak lebai ini, namun perhatian, yaa.😀 Haha.

Terkadang, memang demikian adanya. Aku akan mudah bertanya keadaanmu teman, saat beberapa menit saja kita berjarak. Ya, begitu adanya. Sesuai dengan keadaan yang ku alami. Sehingga ekspresikannya adalah pilihan, segera.

Hai, adiks imut nan lucu. Tahukah engkau bahwa ada yang membuat ku bersegera merindukanmu saat kita berjarak raga. Apa coba?

Ya, saat engkau tersenyum padaku, senyuman terbaik yang engkau berikan walaupun aku tak meminta. Maka senyuman mu menjadi perekat ingatan terhadapmu, Adiks, saat kita berjauhan. Lalu ada lagi, lho, pesona mu yang lain dan ku rindukan saat jauh darimu. Yups.

Sepotong nasihat yang engkau selipkan di antara interaksi kita, itulah dia. Ya, mungkin engkau tidak menyadarinya. Bahkan barangkali engkau sudah terbiasa dengan begitu. Ya, bisa saja engkau menganggap semua hanya selingan saat bersama atau sekilas suara saja. Ya, bisa jadi demikian. Namun bagiku, ada-ada saja inti suara yang engkau lantunkan, meski bukan untukku. Akan tetapi aku menganggapnya sebagai suara hati yang penuh makna. Maka ku tangkap ia segera saat mengalir dari nada suaramu nan jelita.

Wahai adiks imut yang berbahagia, semoga. Bersama seuntai kata yang engkau ucapkan dan menganggapnya biasa saja, maka aku menyusunnya di ruang pikir. Untuk selanjutnya ku hayati benar-benar dan ku timang-timang dengan sepenuh jiwa. Lalu ku bersorak, aHa! Ini dia yang ku cari. Maka menjadilah ia inspirasi, bagiku.

Holaa adiks. Hai, masih dalam rangka peduli. Ya, peduli pada kebersamaan kita yang pernah tercipta. Maka ku upaya menyisipkan sepatah dua kata untuk memahami untaian inspirasi darimu. Sehingga saat ia pun menarik bagimu, maka menjadilah bahan senyuman untuk kita, atau untukku saja. Ha!😀 begitulah. Karena terkadang aku memang tidak terlalu tangkas menyimpulkan saat itu juga. Namun setelah beberapa saat kemudian aku menyadarinya. Lalu aku tertawa setelah ada jeda, beberapa menit saja. Yah, begitulah aku yang terkadang melola. Haha. Aku pun tak jarang asal bicara, ya. Haha. Lagi dan lagi engkau beraikan mutiara indah nasihatmu yang bermakna.

"Uni, nanti jangan gitu lagi, yaa," bisikmu di sela waktu kita berdua.

Sungguh aku baru terjaga setelahnya. Ya, karena aku begitu adanya. Maka atas kebersamaan kita adiks, aku sungguh bersyukur mengenalmu dan berterima kasih sungguh banyak. Karena engkau bermudah-mudah dalam menasihatiku saat ku lengah. Agar aku segera ingat umur, salah satunya.

Huwwaa…. Baru kemudian ku teringat lagi. Setelah ku menyadari. Bahwa aku bahkan lebih darimu dari segi usia. Namun ternyata kita berbeda, yaa. Berbeda pengekspresian suka. Berbeda pemikiran dan sikap menjalani hari. Sehingga lagi dan lagi aku belajar banyak darimu, wahai adiks nan imuts. Engkau inspiratorku berikutnya. Engkau pengingatku di saat lupa, bahkan.

Hai, adiks imuts. Kelak saat kita tidak lagi bersama seperti saat ini, maka ku akan ingat padamu nan berjasa. Ya, engkau yang berikanku masukan berharga untuk bekal melangkah lagi. Engkau yang berikanku hikmah-hikmah dalam keramahan. Semoga saat ini engkau dalam kondisi terbaik, penuh senyuman di wajah dan berbahagia, yaa.

Oiya adiks imuts, satu lagi yang ku akan jaga selalu, tentangmu adalah ich… ich… ich… yang juga imuts. Hehee. Aku suka hal-hal unik seperti ini. Hal unik yang ada padamu, dan menjadi jalan bagiku untuk tersenyum (lagi). Xixii. Peace untuk alayangakelar. Dalam harapku, segera ia usai dari ranah pertukaran bahasa di antara kita. Aamiin ya Allah. Karena ku ingin lebih dew-asa.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s