Perjalanan hidup tidak selalu mulus. Jalan yang kita lewati tidak selalu lurus. Karena ada masa kita bertemu jalan berbatu, berkerikil tajam dan berpasir. Pun tak jarang kita berjumpa lubang berair di hadapan. Tanah becek pun bisa saja kita temui dalam perjalanan saat melanjutkan langkah. Lalu begitu pula dengan keadaan. Tidak selamanya jalan lurus membentang. Kadang berliku dan berkelok-kelok, turun menerjal atau menukik dan pendakian yang siap menyambut kita di hadapan. Jalan hidup begitu adanya. Ia memberi kita tantangan, kadang-kadang. Ya, setelah kenyamanan ada kendala. Setiba di jalan datar, bersiaplah pendakian. Yap! Karena beberapa meter di depan ada jalan mendaki.

Perjalanan hidup memang berliku. Turun naik dan banyak persimpangan yang akan kita temui. Terus saja begitu. Ya, ketika suatu waktu kita sedang asyik menikmati pemandangan di perjalanan. Pemandangan nan indah di sekitar, tidak selalu begitu. Karena kita akan melihat jalan penuh pepohonan dan terkadang ilalang nan melambai tertiup angin. Pun ada waktunya kita bisa mengedarkan pandang ke sekeliling hingga jauh nun ke sana di hadapan, kita melihat pegunungan tertutup embun. Sungguh damai. Namun ingat, tidak selalu begitu. Karena sepanjang jalan, banyak lagi jenis pemandangan selain itu.

Melanjutkan perjalanan dalam kehidupan ini sungguh asyik. Karena di setiap waktunya ada saja yang menarik. Ya, kalau kita mau menelisik. Ternyata di detik-detik waktu yang berlangsung, kita akan semakin takjub dan berseru. Allahu Akbar. Semua ini sungguh memesonaku. Subhanallah, betapa indahnya alam ini. Alhamdulillah, semakin lama semakin kagum kepada-Nya. Ya Allah, bimbing kami untuk gemar bersyukur dan mengingatMu setiap waktu. Apalagi saat kami masih memperoleh sebaik-baik kesempatan menghirup segarnya udara hari ini.

Semilir angin yang menerpa wajahku, membuatku malu… bila ku lupa bersyukur,
Sejuknya yang menyentuh kulitku, membuatku tertunduk… karena ku tahu ia untukku,
Pergerakannya nan bebas, memberiku pencerahan… agar ku belajar bersamanya selalu,
Agar ku bergegas mempercepat langkah-langkahku,
Supaya ku dapat sampai di tujuan dengan segera, semampuku.

Hidup ini terkadang lucu, hingga ku tertawa bersamanya dalam beberapa waktu. Pun ia terkadang mengguruiku, sampai aku perlu lagi belajar bersamanya hingga ku paham. Bahkan aku mengerti, bahwa hidup ini terkadang mudah. Hingga tak ada sedetik pun yang membuatku ra-gu menjalaninya. Nah, terkadang hidup ini seakan dejavu. Aku merasa pernah menjalaninya dulu, lalu ku alami sekali lagi. Bahkan berulang kali ku seakan menemukan kondisi yang sama dalam hari-hariku. Pun, hidup itu seakan tempat bermain. Ya, ada banyak yang menempati posisi nya dengan jenis permainan berbeda. Hingga ku menyaksikan para pemain asyik dengan pilihan permainannya. Begitu pun dengan aku. Ya, terkadang aku asyik menikmati permainan yang ku pilih. Sungguh ku hayati kehidupan ini dengan caraku. Hingga saat ini pun begitu. Waktu ke waktu ku terus berpikir, apa lagi yang akan kehidupan pamerkan padaku?

Sangat tidak jarang aku bertemu tantangan, dalam hidupku. Tantangan yang membuatku heran sebelum menjalani. Tantangan yang ku pikir hanya mengujiku. Tantangan yang terlihat berat olehku, pada mulanya. Namun setelah ku jalani, ternyata hanya segitu saja. Haha, aku bahkan sering menertawaiku. Aku bahkan tak jarang malu dengan sikapku yang lalu. Saat ku tersadar, siapa aku?

Lagi dan lagi aku berpikir. Ada apa denganku? Setiap kali aku tak percaya dengan apa pun yang aku alami dan baru bagiku. Ya, apalagi saat ku belum siapkan diriku untuk menjalaninya. Maka ku segera terburu menanya diri, how about you? Apakah engkau yakin dan setuju membantuku dan membersamaiku?

Huhuuu… Aku bahkan pernah pil-u tergugu. Saat ternyata apa yang aku alami tak sesuai mauku. Ya, karena ternyata kehidupan mempunyai rencana lain untukku, yang ku tak tahu. Maka, saat itu ku belajar satu hal lagi dari kehidupan. Untuk menerima keadaan. Sehingga beberapa saat setelah itu, aku pun kembali damai. Begitulah, kehidupan mengajarkanku bersyukur dan bersabar bersamanya.

Pada kesempatan yang lain, ku siap-siapkan saja diriku saat memulai langkah. Meskipun ku tahu bahwa aku tak sesiap itu. Namun tentang keimanan hanya Allah Yang Maha Tahu. Hingga ku tenang menjalani waktuku. Karena yakinku selalu, pertolongan-Nya sangat dekat denganku saat aku kuatkan ingatanku kepada-Nya. Hingga saat ku temui kendala sekalipun, semua selesai begitu cepat. Sungguh, aku terharu lalu tersedu. Saat ku menyadari tiada dayaku tanpa-Nya. Sedangkan bersama-Nya, ku mampu melakukan apapun yang tanpa ku sadari sekalipun.

Ya, karena Dia Penguatku saat ku goy-ah. Dia Menghiburku saatku gund-ah. Dia Pemerhatiku saat ku le-lah. Sungguh. Laahaula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyul ‘adziim. Aku semakin rindu kepada-Nya. Rindu yang terus menyuntik kalbuku dan selalu begitu. Terlebih lagi saat ku sedang mengintrospeksi diri dalam waktu-waktu sunyiku. Maka pada saat itu, mengalir deras bening permata kehidupan di pipiku. Hangat di pipi nan menyejukkan hatiku.

Dalam banyak kesempatan di waktu-waktuku, ku memohon Petunjuk dan Lindungan-Nya selalu. Agar mudah dan ringan langkah-langkahku menuju-Nya. Dengan begitu, ujian dunia menjadi lebih bermakna bagiku. Ku jadikan sebagai jalan yang mengembalikan ingatanku kepada-Nya, kapan saja. Baik saat ku suka maupun du-ka. Ah! Lagi dan lagi, kehidupan mengajarkanku untuk bersyukur. Karena sampai detik ini aku masih bergerak untuk melangkahkan kaki-kaki jiwa. Langkah-langkah nan tertata, terjaga dan menjaga. Langkah-langkah yang semoga mendekatkan kita juga, yaa. Karena ku yakin, engkau pun sama. Melangkah di dunia untuk menuju kepadaNya.

Bersama langkah-langkahmu nan indah, ajari aku untuk senantiasa melangkah. Teladankan aku untuk menjejak di bumi ini sebagai khalifah. Hanya karena Allah dan mengharap kepadaNya, ku melangkah. Sungguh tak mudah mendata jejak-jejak yang telah terpijakkan sebelumnya. Apakah lillah atau kah bukan? Apakah sering le-lah ataukah penuh senyuman? Aku pun tak tahu. Namun saat ini aku kembali belajar satu hal dalam melangkah "Untuk Mensenyumkan-Mu, Ya Allah…", maka ku rela berpay-ah-paya-h teruskan langkah. Sekali lagi dan selangkah lagi, ku lanjutkan ini langkah. Hingga kelak Engkau berkata, sudahlah… sudahlah… saatnya rehat di sisi Allah, wahai hamba-Ku.🙂

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,

~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s