Dari Otista hingga Braga, Hari Ini

Ha! Hari yang indah ada cerita. Iya.

Siang ini, mentari bersinar cerah sekali. Sungguh terik dan membuat kepala mendidih hingga ke ubun-ubun. Yuhuu.

Walaupun di luar sempurna teriknya, semoga tidak menyurutkan niat kita untuk meneruskan langkah, yaa. Begini kami saling menguatkan dalam perjalanan. Bersama sahabat yang sering ku ajak jalan-jalan sesuai maunya, hari ini kami berjalan pagi. Sepotong hati. Yuppy.

Ada cerita hari ini. Cerita tentang kami yang terkadang pergi tanpa direncanai. Yah, melangkah pun kami sering mengikuti kata hati. Bahkan untuk memutuskan suatu hal kami segera mengambil inisiatif sendiri. Xixii. : D

Entah tepat atau pun belum. Entah benar ataukah belum betul. Apakah boleh ataukah tidak? Segala suara hati kami turuti. Tidak perlu banyak berpikir, kalau sudah kami ingini, maka melajulah langkah kaki-kaki ini. Kaki-kaki jiwa yang ingin terus berjalan bahkan berlari. Berkeliling dan menemukan inspirasi. Lalu melangkah lagi penuh motivasi. Mengitari lingkungan dan daerah-daerah yang ingin kami kunjungi. Termasuk menemui sesiapa yang ingin kami temui. Yups. Begitulah kami akhir-akhir ini.

Terkadang, kami ingin ke Timur, lalu ke Barat sesekali. Terkadang kami ingin ke Utara, lalu ke Selatan lagi. Bahkan berputar arah seratus delapan puluh derajat dari posisi semula, juga kami lakoni. Yah, begitulah yang kami lakukan. Semau diri, sesuka hati. Hihii.

"Yakin kami melanjutkan perjalanan dengan hati. Bergiat kami meneruskan langkah dengan segera. Karena kami tahu bahwa semua ini adalah dalam upaya mewujudkan mimpi-mimpi. Lalu membangunkan lagi diri ini, menterjagakannya lebih sering. Supaya ia mengerti dengan apapun yang ia jalani. Agar ia kembali mensyukuri dan berterima kasih atas apapun yang ia jalani. Semua karena-Nya."

Bersama langkah-langkah kaki yang terus menginjak bumi dan tangan mengayun di udara, kami mencoba menghayati. Setiap langkah kaki, kami rasai benar-benar. Bahwa ia benar sedang menempuh kenyataan tak lagi mimpi. Ia betul sedang melangkah di bawah terik mentari nan terik, bukan lagi imajinasi. Karena ia pernah memimpi, namun sudah lupa lagi. Haii… Ada baiknya introspeksi. Lagi dan lagi.

Keadaan sekeliling sungguh ramai. Karena banyak orang sedang berada di lokasi yang sama. Banyak yang berjalan, berdiri, mengambil gambar, bahkan hanya duduk-duduk di kursi. Semua melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Semua asyik dengan waktu yang dijalani. Semua sempat menikmati semua pemandangan di bumi, hari ini, di lokasi yang juga kami kunjungi.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂 🙂 🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close