Ada kebersamaan yang indah hari ini, saat ini, di sini. Ya, kebersamaan yang berlangsung saat kita menjalani waktu menjelang sore hari. Saat hujan perlahan berkurang, sedangkan mentari pun meredup. Karena awan gemawan pun beramai-ramai menghiasi pemandangan di atas sana. Yah. Semua turut menyaksikan kebersamaan kita hari ini, saat ini, di sini, teman. Kebersamaan yang indah.

Dalam kebersamaan kita, terkadang aku terlihat asyik, ya?

Pun terkadang menyibukkanmu, ya?

Bahkan sering membuat engkau mendadak fotografer, ya?

Atau;

Engkau mendadak ustadzah, ya?

Aha! Memang begitulah adanya diriku, ini. Yang sangat senang menjadi pendengar yang baik, menyimak dan memperhatikan. Bahkan, aku sangat bahagia bila ada beberapa butir nasihat yang engkau titipkan padaku dalam kebersamaan kita. Kebersamaan yang indah.

Wahai teman, alangkah bahagia terasa, saat kita menjalani kebersamaan ini. Kebersamaan yang bermanfaat dan bermutu. Kebersamaan untuk menitipkan buah ilmu yang engkau pahami, lalu engkau bagikan dan aku belajar darimu. Engkau guruku berikutnya, guru yang mengajakku mencerna pengetahuan tak kenal waktu. Guru yang digugu dan ditiru, tak perlu tahu berapa pun usiamu. Karena hanya dari apa yang engkau sampaikan, itu sudah cukup, teman. Cukup bagiku untuk menjadikanmu sebagai sumber ilmu. Yuhuu. Terimakasih ya, atas kebersamaan kita saat ini, di sini. Kebersamaan yang indah.

Tidak selalu dapat ku beritahu siapa namamu. Apalagi untuk melukiskan wajahmu. Namun kelak engkau akan tahu, siapa yang menjadi bagian dari perjalananku hingga sampai di sini, saat ini. Engkau yang mungkin tidak akan pernah tahu atau tidak selalu tahu. Bahwa temanku sekaligus guruku adalah engkau, ya, engkau yang berilmu. Engkau yang bertaburam pengetahuan walau masih belia usiamu. Ah, lagi dan lagi, aku ingin selalu bersamamu. Dalam kebersamaan seperti yang kita jalani saat ini. Kebersamaan yang indah.

Ah… inilah bukti kebersamaan kita, teman. Kebersamaan yang pasti tidak akan terulang lagi esok, seperti saat ini di sini, hari ini. Maka, tolong maklumi, yaa.

Bersama dengan teman-teman, kami senang bersenyuman. Bahkan kami sangat jarang tanpa ekspresi. Apalagi yang sudah pada bergelar bumil dan camil pun catin. Iicch, jadi gemes dech. Apalagi saat melihat bumil bersama utun. Hohoo. Semoga kebersamaan kita ini menjadikan kita kembali teringatkan saat berjarak raga, kelak, ya teman. Kebersamaan yang semoga senantiasa menjadi jalan ingatkan kita lagi. Bahwa kita pernah mengalaminya dengan ketenangan yang paripurna. Alhamdulillah, bahagia rasanya kita bersama seperti ini. Kebersamaan yang indah.

Hari ini, di sini. Ada engkau dan kita yang saling bertukar cerita, berbagi bahagia dan bersapa penuh mesra. Sebagai saudara yang saling menyayangi karena-Nya, pun mengingatkan kita kepada-Nya lebih mudah. Sungguh kebersamaan seperti hari ini akan senantiasa abadi di dalam hati. Kebahagiaan yang indah.

Tidak terasa, sudah hampir setahun kita bersama. Kebersamaan yang kita jaga selamanya. Kebersamaan untuk saling berlomba dalam kebaikan. Kebersamaan untuk saling mendoakan. Yah, kebersamaan sebagai hamba-Nya yang beriman. Semoga kita senantiasa bersama ya, walau di dalam doa. Kebersamaan yang tidak akan pernah berjeda, namun selamanya. Kebersamaan yang indah.

Teman. Atas kebersamaan kita saat ini, di sini, hari ini, aku sangat bahagia. Kebahagiaan yang tidak mudah mengungkapkannya dalam susunan kata, memang. Namun aku berusaha untuk menjadikannya ada. Agar menjadi kenangan tentang kita.

Kita, ya kita yang menjalani kebersamaan saat ini di sini, dalam rangka berbagi ilmu. Engkau menitipkan padaku beberapa pesan penting, yaitu tentang meminta maaf bila salah, berterima kasih, mendoakan, dan menyenangkan hati orang lain, serta tidak menyakiti hati orang lain. Demikian beberapa titik pesan yang engkau sampaikan bersama senyumanmu. Ya, senyuman yang lebih sering mengembang pada wajahmu. Senyuman penuh persahabatan. Senyuman yang engkau sampaikan padaku di sela waktu engkau menyampaikan tausiyahmu, dalam kebersamaan kita. Terima kasih teman, atas inspirasinya. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala terindah, aamiin.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s