Datanglah ke wilayah yang baru. Maka engkau dapat menemukan pengalaman baru di sana. Engkau juga dapat menyaksikan pemandangan yang tidak seperti biasanya. Meskipun rupa mentari masih sama, namun tentu sudut pandanglah yang mempercantiknya. Ya, begitu pula dengan dedaunan yang menghijau di ranting-ranting pohon. Wujudnya mungkin sama dengan yang pernah engkau saksikan di tempat biasa. Namun sekali lagi, sudut pandang yang berbeda akan menjadikannya terlihat lebih menarik. Coba saja.

Hari ini, hampir seharian aku berkunjung di lokasi yang baru. Lokasi asing yang baru pertama kali ku berada di tanahnya, di bawah atap gedungnya. Lokasi yang memang sebelumnya pernah aku saksikan, namun hanya dari kejauhan. Namun tadi, mataku tampak jelas menatapnya dengan lepas. Segar mata ini memandang, jalanan yang teduh oleh pepohonan berdaun rindang di sekitaran. Teduh mata ini tak mampu berkedip, meski ia menyaksikan binar sinar mentari di atas sana. Mengapa? Ya, karena arah pandangku tak langsung sampai pada silaunya. Namun sempat terhalang oleh selembar daun yang menyambutku dengan ramah. Ah… Aku masih belum percaya.

Hari ini, hampir seharian. Aku berjalan melanjutkan langkah dengan ringan. Seraya mengedarkan pandang ke sekeliling, ku menghirup udara nan segar. Masih pagi ketika aku sampai di lokasi. Ya, sebelum mentari meninggi aku sudah bergerak dan melangkah. Langkah-langkah yang indah. Langkah penuh nan gagah. Langkah-langkah yang selama ini ku ayunkan, sudah biasa. Namun tadi, langkah-langkahku sempat terhenti sejenak. Karena aku ingin berbalik arah. Yah. Aku ingin menyaksikan pemandangan di belakangku. Pemandangan yang ternyata sungguh indah. Subhanallah.๐Ÿ˜‰ Aku bersyukur masih dapat menyaksikan semua ini. Pemandangan alam yang membuatku takjub dan terpesona. Aku kagum dan memuji-Nya.

Alhamdulillah, betapa semua ini tidak tercipta sia-sia. Namun penuh hikmah bertabur makna. Aku sukaaaa.๐Ÿ˜€ Maka, esok, lusa dan esok lagi, aku ingin kembali melanjutkan langkah-langkah ini. Langkah-langkah untuk menyaksikan pemandangan indah lainnya, di sana, entah di mana lagi.

Hari ini hampir seharian, aku tidak menyangka apalagi menduga. Ternyata aku menjalani sebuah aktivitas yang lain dari biasanya. Aktivitas bersama dia, mereka, ia dan dirinya. Aktivitas yang ku kira biasa saja, namun penuh makna. Karena di dalamnya, ada kejutan-kejutan rupanya. Seperti acara pekan berbagi, hihiiii…๐Ÿ˜€ Baru pertama kali aku mengalami. Menjadi pengalaman pertama yang berkesan. Sehingga aku pun merangkainya di sini, agar menjadi jalan ingatkan aku lagi. Tentang bahagianya saat berbagi. Berbagi senyuman, berbagi hadiah, berbagi kebahagiaan. Ah, semua wajah nan merekah, menjadi jalanku pun tersenyum indah. Senyuman yang ku titipkan pada sesiapa saja yang ku temui hari ini. Hari yang unik dengan kesan yang antik. Hiks. Termasuk di dalamnya ada setitik bisik menyelingi kebersamaan kami. Bisikan hati yang berkata. Dan aku perlu mendengarkannya. Agar semua baik-baik saja.

Hari ini, di penghujung siang, saat ia menjelang. Aku kembali mengulurkan selendang kasih sayang pada beliau yang sedang jauh di mana. Selendang yang membentang di antara kami, mengembang dan siap menampung apapun yang hinggap di atasnya. Termasuk dedaunan yang terbang melayang, lepas dari tampuknya. Karena sudah tiba masa, ia pun harus pulang. Kembali bersatu dengan tanah nan basah oleh rintik hujan sore ini.

Hari ini, sore menjelang malam. Aku segera menguntai tali cita buat beliau di sana. Agar harapan kami yang sebelumnya ada, tetap terjaga. Harapan untuk kembali menyatukan sapa dan merangkai berita demi berita. Sehingga semua tahu, ada apa di sana? dan ada apa di sini?

Hari ini di sini. Ketika malam pun menjelang. Aku kembali menyapa sang mentari, "Heey, teman. Terima kasih ya, atas kisah klasik siang tadi. Tentang kita yang kembali bersenyuman, meskipun dari balik dedaunan adanya. Namun tidak mengapa, sinarmu tetap cemerlang saat sampai di retinaku."

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s