Sore ini, menjelang hari berganti. Ya, sebelum gelap malam menghampiri bumi. Setelah mentari menyembunyikan sinarnya. Tepat saat bumi mulai teduh. Sedangkan suasana alam berganti sejuk. Setelah Maghrib lebih tepatnya. Saat mega merah di langit Barat tidak terlihat, karena mendung menyelimutinya. Pada saat itu dua orang Ibu menjadi inspirasiku. Beliau yang ku temui di ruang masjid tempatku bersinggah. Ya, beliau yang akan ku kisahkan beberapa saat lagi, sungguh membuatku tersentuh.

Ibu Nining dan Ibu Sri adalah nama beliau. Dua orang Ibu muda yang sama-sama berprofesi sebagai juru masak. Yach, kalau Ibu Nining bantu-bantu suami beliau jualan baso, begitu pula dengan Ibu Sri. Walaupun berbeda menu, namun beliau adalah ahli produksi kue basah yang dibuat sesuai pesanan dari salah satu hotel terdekat. Ya, dua profesi yang mengingatkanku pada ibunda tercinta. Hu um. Beliau yang berprofesi sebagai bantu-bantu masak pula. Aha! Tersenyumku saat ini mengenangkan semua. Karena ku bahagia, sebagai apapun ibundaku.

Lalu, dalam rangka apakah Ibu Sri dan Ibu Nining ada di masjid tersebut? Sehingga kami pun berkesempatan jumpa, bersapa, bertukar suara dan kemudian saling menanya? Tidak lain adalah karena indah rencana-Nya. Sehingga kami mempunyai kesempatan bersua di sana. Lalu, apakah kisah berikutnya yang penuh makna? Kisah yang membuatku terinspirasi oleh beliau berdua?

Tentang semangat dan keinginan belajar. Ya.

Beliau walau pun sudah bergelar ibu dan mempunyai profesi mulia, namun beliau adalah ibu-ibu yang luar biasa. Ya. Karena dalam usia yang terbilang tidak lagi remaja namun sedang beranjak menua, beliau masih mau belajar.

"Ibu belajar mengaji di sini, sama Abah yang duduk di ujung," bisik Ibu Sri mengisahkan padaku. Beliau menguraikan makna keberadaan beliau di lokasi yang sama. Karena Ibu belum lancar ngajinya dan sedang belajar lagi, tambah beliau sedikit tersipu. Lalu Ibu Sri pun tersenyum. Senyuman yang diselingi dengan binar bola mata berkerlingan. Aih! Beliau sungguh bahagia saat menyampaikan maksud beliau. Beliau ingin belajar al Quran lebih baik.

"Ibu belajar ngaji di sini hampir setiap malam. Waktunya sejak setelah Maghrib hingga menjelang Isya," Ibu Sri bercerita panjang lebar. Lalu menjelaskan pula tentang susunan keluarga beliau di sela-sela waktu ku bertanya berikutnya. Hingga tahu lah aku bahwa beliau adalah seorang single parent dengan tiga orang anak yang saat ini beranjak remaja. Dua orang putra beliau masih menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan si sulung sedang tingkat satu sekolah kejuruan. Subhanallah… Perjuangan seorang Ibu. Aku salut.

Di sisi lain, Ibu Nining pun sama. Beliau ada di masjid karena sedang menemani putri beliau Shafa belajar Iqra’. Lalu beliau pun sempat curhat tentang bacaan al Quran beliau yang juga belum sempurna. Makanya, ku ceritai beliau bahwa Ibu Sri pun sedang belajar di sini bersama Abah.

"Aha. Ohiya? Beneran?," tanggap beliau ingin meyakinkan.

"Kalau begitu, Ibu mau belajar juga sama si Abah, ah…" ungkap Ibu Nining seraya memastikan padaku.

"Iya, sebelum ini memang Ibu suka lihat beliau di sini. Tapi Ibu tidak tahu dan tidak tanya nama beliau. Oh, ternyata Ibu Sri juga belajar al Quran di sini," ekspresi wajah Ibu Nining pun berbinar bahagia. Karena beliau punya teman seperjuangan.

"Asyiiik, betapa bahagianya saat menyaksikan beliau berdua berada di depan guru ngaji yang biasa dipanggil Abah. Subhanallah, tekad beliau untuk belajar membaca al Quran patut diacungi jempol. Semoga lancar proses belajarnya ya Ibu-Ibu sholehah. I will miss you. ^^

Sebelumnya, aku tidak pernah merencanakan akan bertemu dengan beliau Ibu Sri dan Ibu Nining. Namun akhirnya kami tertakdir untuk bersapa, berkenalan lalu berbagi cerita. Begitulah. Kun fayakun. Maka percaya lah kepada janji-Nya. Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Baik akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang asing sekalipun. Pertemuan yang dapat memberikan kita inspirasi dalam melanjutkan langkah. Langkah-langkah yang dapat menyampaikan kita pada tujuan. So, tetap semangat, teman. Lanjutkan perjalanan dengan senyuman. Maka akan lebih banyak orang yang tersenyum bersamamu dalam perjalanan. Yakinlah. Innallaha ma’ana. Dia Ada bersama kita di mana pun kita berada. Ayooo mengingat-Nya lebih sering, yuuk. Ingatan yang membuat kita senang dan tenang dalam melanjutkan perjalanan hidup ini. []

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s