Alhamdulillah, satu persatu rezeki tak terduga pun bertaburan. Rezeki yang memenuhi ruang hati dan menyebar berupa lembaran senyuman di wajah. Rezeki yang kehadirannya terkadang tak pernah terpikirkan, dari mana kah jalannya? Tiba-tiba saja ia sudah berlalu karena sempat melintas sejenak di depan mata. Namun sebelum ia hilang, ku luangkan waktu untuk mengabadikannya.

Ku masih belajar percaya. Seraya ku kucek mata berulang kali. Ku masih berusaha meyakini, semua ini bukan mimpi apalagi imajinasi. Ia nyata dan telah terjadi. Xixii. Hari ini yang lucu, aku suka. Hari ini yang menyisakan kenangan sebagai sejarah dalam perjalanan. Meninggalkan jejak-jejak sebagai prasasti kehidupan.

Seorang teman, mengajakku ikut jadi asisten wedding organizer. Hehe. Bagiku ini adalah pengalaman pertama, maka mengapa tak ku coba saja? Ha. Lalu ku iyakan ajakan teman yang sehari-hari gemar bercuap-cuap ini. Ku terima penawaran beliau sebagai selingan waktu libur panjang hari terakhir pekan ini. Yupz. Sebagai pengalaman yang tentu tidak akan pernah datang lagi untuk kesempatan yang sama. Maka, pengalaman pertaman seperti ini tentu akan penuh cerita, pikirku meyakinkan diri.

Hari ini, dalam moment sakral menyatukan dua hati yaitu Gina dan Reto. Aku, kami dan beberapa teman yang turut terlibat dalam mensukseskan acara ini, penuh semangat dari pukul enam pagi. Hiyyaa. Kami berangkat menuju lokasi lebih awal dari tamu undangan. Walaupun saat kami datang, pengantin dan para pagar ayu dan pagar bagus sudah rapi. Lalu, kami pun berganti pakaian setema dengan resepsi. Alhamdulillah pas.

Sepanjang waktu dari pagi hingga tengah hari, pun berlalu terasa cepat sekali. Tiba sudah pukul setengan satu lagi. Dan kami pun bergantian izin shalat. Agar kondisi lokasi tetap terkendali. Begitu pun dengan jeda waktu hingga pesta usai. Jam dua pun berdentang terasa cepat sekali. Hingga tiba lah giliran ganti pakaian kembali. Haiii… Aku sangat menikmati moment seperti ini. Ditambah lagi saat aku pun berkesempatan duduk manis sejenak di meja penanti tamu. Hohoo. Berhubung para pagar ayu dan pagar bagus menjalani sesi pemotretan bersama pasangan pengantin menjelang acara akan berakhir. Hehe. Bernostalgia dech akhirnya, dengan aktivitas yang satu ini.

Berdetik waktu silih berganti. Begitu pula dengan aneka ekspresi yang ku pandangi. Ada banyak wajah-wajah yang tersenyum dengan indah, terlebih lagi kedua mempelai yang sedang berbahagia. Alangkah indahnya nuansa yang mereka hayati benar-benar. Ah, kapan tiba giliranku? Ya Allah… Kebahagiaan mereka menempel di ruang hatiku hingga kini. Kebahagiaan yang ingin ku jaga selalu. Kebahagiaan yang terus ku bawa dan pelihara. Meskipun pesta telah usai. Karena bahagia adalah bagian dari kehidupan hati-hati yang penuh syukur. Syukur yang membahagiakan hati. Kapanpun, di manapun, bersama siapapun.[]

***

Ya Allah Yang Maha Mendengar, Engkau pun Mengetahui isi hati kami, harapan dan doa-doa kami. Sedikitpun tak pernah luput dari-Mu. Bahkan saat kami sudah lupa padanya.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s