Maret. Sebentar lagi ia akan berlalu. Maret yang bagiku merupakan bulan kesayangan. Karena bersama Maret sangat banyak kesan, kenangan, pertemuan yang aku alami. Begitu pula dengan kelahiran. Bulan Maret pun aku dilahirkan oleh Ibunda tersayang. Bulan yang penuh dengan kisah, pokoknya mah.

Maret. Tepatnya tahun ini, Maret menitipkan lagi kesan dan kenangan berikutnya padaku. Salah satunya adalah tentang pernikahan. Selain duanya yaitu kelahiran, dan salah tiganya pertemuan, lalu salah empatnya perpisahan. Yah. Intinya adalah, Maret benar-benar so sweet bagi perjalanan hidupku, pastinya.

Maret. Maret tahun lalu aku masih ingat kesan paling berarti bersamanya. Yaitu, aku dipertemukan dengan beliau-beliau nan selama ini hanya ada dalam impianku. Akhirnya kami bersama dan menjalani aktivitas serupa. Hingga Maret ini masih berlangsung. Alhamdulillah… Aku bahagia mengenangkannya. Kenangan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan nan mengesankan.

Maret. Maret tahun ini, lebih ramai lagi. Karena dalam kebersamaan kami, ada banyak kisah berbeda yang terukir. Ada haru, sendu, seru, sampai tahap tak percaya, aku. Ya, di Maret tahun ini aku masih belajar mengerti dan berjuang untuk memahami kehidupan. Kehidupan yang mengajakku perlu lebih rajin berguru dan meniru. Kehidupan yang meneladankan padaku untuk mau menerima pun memberi. Kehidupan yang memberiku jawaban atas berbagai tanya. Kehidupan yang semakin membuatku yakin, bahwa ada Allah Yang Maha Menentukan atas setiap liku hidupku. Termasuk berbagai skenario terindah dari-Nya yang belum ku tahu. Hingga aku malu untuk tak taat kepada-Nya dalam waktu hidupku. Malu aku untuk lupa kepada banyak nikmat-Nya untukku. Malu aku untuk tak husnuzan kepada-Nya. Maluuuu aku sungguh malu, bila ku tak bersyukur lebih sering kepada-Nya. Maluu aku bila masih tak bersabar dengan sesuatu yang aku tak menyukainya. Padahal Allah mempunyai skenario yang sangat akan aku sukai, setelahnya. Ya Allah, bimbing hamba untuk mentaati-Mu dan bertaqwa.

Maret. Semestinya dan selalu. Aku berupaya untuk mentafakuri diri ini. Bukan berarti di sebelas bulan lainnya aku tak melakukannya. Namun selalu saja di bulan Maret, aku ingin khusyuk menguraikan rerangkai tafakurku. Agar aku pun tahu, bagaimana perkembangan dan pertumbuhanku dari tahun ke tahun. Bukan hanya pertumbuhan raga nan terlihat mata. Namun juga pertumbuhan pikir dan hati yang jauh tersimpan di dalam raga. Pun tentang jiwa yang membersamainya. Aku ingin tahu diriku, selalu begitu.

Maret. Hari ini menjelang penghujungnya. Aku ingin sangat menerbitkan sebuah catatan tentang Maret yang ku sayang. Maret yang berkesan dan sangat berarti. Adapun catatan ini, ku rangkai sebagai wujud syukurku atas nikmat Allah yang senantiasa mengalir padaku. Khususnya Maret tahun ini.

Maret tahun 2015. Ada yang akan anniversary di tahun depan, Anniversary pernikahan, pastinya. Walaupun berbeda tanggal, namun masih di bulan yang sama. Anniversary siapakah-siapakah-siapakah?

Maret akan menjadi bulan kita, teman. Bulan yang menjadi sangat istimewa bagi kita. Teh Risna dan suami, Teh Aneu dan suami, Bapak Diki istri, beliau semua menikah di bulan Maret. Sedangkan birthday pun bertambah. Xixiii. Selain aku, Bapak Nur Efendi, Bapak Ali, Bapak Irwan, ada lagi nieee yang masih baby bulan ini, buah hati Teh Dewi dan Bapak Gugum. Hu um. Insya Allah, banyak moment penting di bulan Maret, menjadikan kita semakin bersemangat dalam menempuh hari-hari sampai Maret menjelang lagi, yaa teman. Kipspirit. Because Maret come for us.

Maret hari ini, ada yang special lagi. Setelah kemarin my lovely sister wedding, hari ini adalah pernikahan sahabat berikutnya, Bapak Diki Sumbawa yang konon bukan beliau berasal dari pulau Sumbawa, namun hanya membawa nama. AhA!😀 Peace, Bro. Hoho.

Hari ini, kondangan lagiiii. Xixixi. Karena lokasi resepsi lumayan jauh di deket PT. DI, sedangkan aku ga ngerti jalan ke sana, maka akhirnya buat janji dengan relasi. Awalnya mau berangkat dengan Teh Imyuuts, namun akhirnya bareng Ibu Fenti. Terima kasih ya Ibu, atas kebaikannya dan jalan-jalan hari ini. Walaupun dalam perjalanan pulang sempat berindiaan di bawah hujan nan halus dan manis. Namun ini sangat berkesan sekali. Terima kasih juga Ibu yang sudah mengajak keliling berputar near airport. Hup! Asa mimpi lagi. Mengapa? Nanti aku ceritai dech, tentang hal ini.

Maret hari ini. Sejak pagi hingga menjelang siang, aku sudah berbenah aneka persiapan. Termasuk kreasi kado dan kartu ucapan buat Bapak Diki dan Teh Reni. Karena ceritanya aku lagi rajin, tekun dan ulet. Jadi, mau kreasi sendiri untuk ucapannya. Hihi. Semoga apapun yang menjadi hasilnya, aku dapat berseri-seri. Begini tekadku di dalam hati, ketika memulainya. Sampai akhirnya selesai, hasil yang tercipta sangat ku suka. Suka aja. Ha.😀 Semoga mempelai pun menyukai, aamiin.

Hari ini. Perjalanan di bawah terik mentari saat berangkat dan di bawah hujan ketika pulang, akan senantiasa abadi di hati. Perjalanan yang membentuk diri ini agar lebih sering bersyukur dan tersenyum. Perjalanan yang sukses dan lancar karena izin-Nya. Perjalanan yang sebelumnya tak pernah ku rencanai atau impikan sebelumnya. Namun akhirnya aku mengalami. Lalu bagaimana dengan perjalanan yang pernah ada dalam impian? Akankah ia bias tersapu waktu? Ah. Aku ingin terus menjaganya selalu. Agar pada suatu waktu saat aku menjalaninya, dapat pula ku bagikan di sini, dalam catatan perjalananku. Sebagai bukti dan prasasti dalam hidupku. Hidup yang di dalamnya banyak kisah tercipta. Walau aku tak pernah menduga sebelumnya, apalagi mengira-ngira. Ya, karena Allah Yang Maha Pencipta sudah mengatur segalanya. Begitu pun skenario hidup kita. Maka, serahkan semua urusan kita kepada-Nya, dan menjadilah hamba yang bertaqwa. Lalu yakin dan berusahalah. Berdoa dan bertawakkallah. InsyaAllah bahagia hingga jannah.

"Buat kedua mempelai terkirim doa, doa yang indah dari kami: Baarakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khairin."

***

Sampai berjumpa pada Maret tahun depan, yaa… semoga umur kita sama-sama panjang dan dapat pula kita bereuni untuk anniversary dan atau bagi-bagi tumpeng saat syukuran yang lebih meriah lagi. Aamiin.

Hope, our next year party be the greatest moment one.😉

Pesta dan bahagia tidak hanya saat menikah, anniversary atau ulang tahun. Namun hari-hari yang kita jalani akan menjadi penuh kebahagiaan bahkan melebihi saat pesta, kalau kita mensyukurinya.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s