Antri adalah suatu keadaan. Ya, keadaan yang memberi kita kesempatan untuk mau memetik hikmah di dalamnya. Ya, karena apapun keadaan yang kita alami atau kita temui, tentu ada hikmahnya, bukan? Begitu pun dengan antrian. Lalu, hikmah apakah yang dapat kita petik dari antrian?

Tadi siang, aku berkesempatan mampir di sebuah antrian. Ya, antrian yang lumayan panjang saat aku pertama kali datang. Namun lama kelamaan, antrian pun menyusut. Seiring dengan posisi ku yang lebih ke depan. Ya, hingga akhirnya aku pun benar-benar sampaj di barisan terdepan. Selanjutnya, aku dapat menyelesaikan keperluanku. Kemudian terbebas dari antrian tadi.

Antri. Keadaan ini mengingatkan kita untuk belajar. Belajar lagi. Ya. Karena dengan mengantri, maka kita belajar untuk bersabar hingga giliran kita tiba. Dalam antrian kita belajar untuk memberikan kesempatan kepada yang terlebih dahulu datang untuk menyelesaikan hajatnya. Dan dalam antrian pula, terkadang kita dapat melakukan aktivitas yang bermakna. Seperti, berdiskusi atau bercakap-cakap dengan sesama pengantri, misalnya. Sehingga sepanjang waktu yang kita pakai untuk mengantri menjadi bermanfaat. Tadi, aku tidak menyapa pengantri yang ada di depan atau belakang. Karena beliau semua adalah Bapak-bapak. Sedangkan aku terjebak di antara barisan beliau. Iya. Aku kurang nyaman saja dan kebetulan sedang berkejaran dengan waktu juga. Sehingga aku agak kurang tenang saat berada dalam antrian.

Saat mengantri, aku berdiri lumayan lama. Karena harus menunggu giliran hingga sampai sepuluh orang. Walau begitu, aku sangat menikmati waktu di sepanjang antrian. Karena bagiku, keadaan tersebut adalah sarana belajar bersabar. Sabar ya, hingga sampai giliran, bisikku menenangkan diri. Hingga akhirnya waktu mengantri pun terasa cepat berlalu.

Dalam waktu mengantri, tidak banyak aktivitas yang aku lakukan. Kecuali memperhatikan sekeliling sambil berdiri. Ya. Begitu.

Walau tidak melakukan aktivitas berarti, namun aku masih sangat ingin menjadikannya sebagai bagian dari kisah hari ini ku. Ya, kisah dalam antrian. Antrian ketika siang hari. Hari ini. Ini kisahku dalam antrian. Lalu mana kisahmu, teman? Kisah saat engkau dalam antrian. Adakah pengalaman baru, mungkin, yang engkau temui saat mengantri? Atau ada keadaan unik yang menurutmu perlu untuk dikisahkan? Why not? Bukankah masing-masing kita mempunyai cara pandang tak sama dalam mengisahkan keadaan?

Mari berbagi hikmah yang mungkin dapat menjadi jalan bagi ku pula. Hikmah berbeda, saat berada dalam antrian, marii.😉

**-

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s