"Setelah menempuh batas, akhirnya ia pun sampai di tujuan. Bahagia. Bahagia adalah tujuannya. Bahagia karena ia menikmati dan menghayati hal-hal paling sederhana dalam hidupnya. Bahagia karena akhirnya ia mampu menertawakan dirinya sendiri, bukan orang lain. Bahagia karena melalui hal-hal paling sederhana ia mampu mengukir senyuman. Senyuman nan mensenyumkan sesiapa yang ada di sekelilingnya. Bahagia karena ia benar-benar bahagia bersama jiwanya yang tersenyum."

***

AhA!

Rafi’ah. Begini penduduk setempat memberi nama panggilan padamu. Engkau adalah semacam buah-buahan dengan daging manis dan berbiji kecil. Ya, engkau pun berambut sehingga engkau bernama buah rambutan. Artinya buah yang banyak rambutnya.

Biasanya, sejak dulu, aku mengenalmu sebagai rambutan. Namun hari ini, aku mulai berkenalan dengan mu lagi. Engkau yang tidak asing dari segi fisik namun ternyata sangat asing dari segi nama. Engkau yang ternyata mempunyai nama berbeda, yaa.

AhA!

That is good. Rafi’ah pakai ‘ain. Begini seorang rekan menjelaskan padaku tentang nama mu yang baru ku kenal. Nama yang teringat-lagi olehku awal malam ini. Nama yang menarikku untuk menggerakkan jemari lalu merangkai beberapa baris kalimat tentangmu, wahai rafi’ah.

Rafi’ah. Pada awal mengecap rasamu untuk pertama tadi, engkau sungguh manis. Sehingga saat satu sudah habis ku nikmati, aku pun ingin lagi. Ya, aku ingin menyantapmu beberapa buah lagi. Hingga aku pun tidak penasaran lagi dengan rasamu. Rasa yang pada mula membuat ku berpikir dan kemudian bertanya, "Bukankah ini pun rambutan?" Karena fisikmu yang memang sama dengan rambutan.

Saat pikiranku penuh dengan pertanyaan, lalu aku pun tersenyum segera. Tersenyum bahagia. Aku tersenyum, lalu tertawai diriku sendiri. Karena aku masih belum mengerti dengan yang aku alami. Misalnya: tentang pertanyaan-pertanyaan yang hadir kemudian. Beberapa saat setelah menikmati rambutan bernama Rafi’ah. Ha!. Ini bukan mimpi. Aku yakin ini adalah kenyataan.[]

***

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s