Pertemuan, kebersamaan dan perpisahan, lalu pertemuan lagi. Inilah alur dan proses kehidupan kita di dunia ini. Saat kita siap dan bahagia dengan pertemuan, semoga begitu pula adanya dengan kebersamaan yang kita jalani. Sehingga saat perpisahan terjadi, bahagia itu masih ada di dalam hati-hati kita. Bahagia yang menyertai mendung di pelupuk mata dan kemudian berubah menjadi titik-titik bening nan jatuh di lembaran pipi. Hiks.

Hari ini, perpisahan kembali terjadi. Perpisahan yang selama ini memberikan warna tersendiri pada kehidupan ku. Perpisahan yang indah, perpisahan yang penuh haru. Perpisahan yang lucu, menyisakan pilu dan huhuhu… membuatku tergugu.

Semestinya, dalam kebersamaan yang kita jalani, kita saling memaafkan senantiasa. Saling menghargai satu dengan lainnya, sehingga saat perpisahan kita jalani, kita tidak lagi saling meminta maaf, namun saling memberi maaf. Karena kita sudah terbiasa dengannya ketika kita masih bersama.

Untuk teh Fi, yang saat ini turun dari kapal peradaban yang kami tumpangi bersama. Beliau yang hari-hari biasanya duduk manis di ujung pulau Sumatera. Beliau yang ku temui dan bersamai baru bisa melalui nada suara dan atau kata. Beliau yang bagiku sudah seperti saudara sendiri. Beliau yang memang so sweet, terbayang olehku keanggunan wajah muslimah nan shalehah. Ya, kami yang dalam hari-hari sering berinteraksi. Beliau nan hari ini berjarak lebih jauh lagi. Karena akan melanjutkan perjalanan di jalur berbeda dengan kami. Selamat jalan teh Fi. Doakan kami istiqamah dan selamat dalam pelayaran ini. Semoga kita kelak dapat lebih dekat lagi. Maka cukuplah saat ini, kita bersua dengan akrab dalam doa dan ingatan, yaa.

Ada sedikit kejutan yang aku alami di sudut hati ini. Lalu mendekat ke ujung mata. Terasa hangat dan sejuk selanjutnya di sana. Untuk sebuah kebersamaan yang selama ini terjaga, kini ia bergeming. Ia sempat terdiam sejenak, kemudian mengajak mata berkedip. "Pamitan" adalah sebuah kata yang membuat mata ini terbuka lagi, lalu mengatup. Dan begitu juga dengan bibir ini. Ia membaca berulang kali, mengeja dan masih berusaha meyakini.

—-
^_^ Tapi semoga yg terbaik ya teh. Kita masih bisa komunikasi, okey. Yn sayang Teh Fi. ^_^ teteh kips spirit yaa, di manapun aktivitas nya, semoga keluarga teteh sehat selalu ya. Salam buat semua.🙂 Mudah-mudahan ada waktu kita bisa ketemu yach."

"Aamin ya Allah.. insyaAllah teh yani… love u too :-* ," bisik teh Fi di ruang hatiku. Suara nan merdu terdengar jelas. Kelembutan dan keramahan beliau, membuat aku ingin kebersamaan kami selamanya. Sungguh berkesan.

"Terimakasih banyak ya teh, untuk bantuannya selama ini, kita akan selalu ingat jasa baik teteh."

***

Aah. Orang-orang yang special di hati, tentu berbeda dengan yang lainnya. Karena beliau yang special mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak mungkin ada pada selain beliau. Begitulah kita tercipta. Agar kita terjaga dan mencari tahu. Mengapa? Beliau menjadi begitu special padahal banyak sahabat atau teman kita lainnya yang kita bersamai. Namun beliau yang special memang selalu begitu. Memiliki aura yang kita pun tak tahu, bahkan sampai pada tahap tidak mengerti. Tiba-tiba saja bulir bening menetes di pipi, untuk beliau. Ah. Ukhuwah dan pertautan hati, yang sangat indah…

Ada kesamaan yang membuat kita berat untuk melepaskan. Ada keunggulan pada beliau yang mengangkat kita lebih tinggi saat bersamai beliau. Sehingga saat beliau perlahan mendarat sedangkan kita sudah terlanjur tinggi bersama, maka ga-mang pun menghampiri. Tak ingin rasanya berpisah. Namun bila rasa sudah menyatu, ia akan kembali bertemu. Meskipun jarak menghalangi. Apalagi kalau sudah sering berkomunikasi dan bertukar ilmu. Sungguh beliau pun menjadi guru nan kita gugu dan tiru. Ingin dech menjadi seperti beliau nan ayu sikapnya.

Dear teh Fi, walau kita baru jumpa via suara, semoga kita dapat terus saling menyemangati yaa. Karena itulah melodi kehidupan, ada senyum juga sebaliknya. Semua ada hikmahnya, kan ya teh. ^_^

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s