"Pertemuan, kebersamaan dan perpisahan adalah bagian dari warna-warni kehidupan kita di dunia."

***

Pertemuan. Di dalam pertemuan kita mungkin belum saling kenal. Jangankan untuk berakrab-akraban, yang ada malah saling bertanya, karena kebinunan, penasaran, pingin tahu banyak hal tentang orang yang baru kita temui, bahkan sampai terpikirkan meski sudah berjarak sebentar saja. Ya, begitulah pesan tentang pertemuan. Ia sungguh mengasyikkan, penuh kenangan dan bahkan berkesan.

Oiya, tentang pertemuan. Pertemuan kita dengan sesiapa saja, baik melalui nada suara, langsung bertatap muka atau hanya melalui rangkaian kata, tentu berkesan, bukan? Pertemuan yang sebelum ia tercipta dan kita mengalaminya, mungkin pernah kita rencana sebelumnya? Pertemuan karena kita diperkenalkan? Alias ada perantara yang mempertemukan kita dengan kenalan? Atau… Kita bertemuan kembali setelah lama tak berjumpa. Ini namanya reunian.

Pertemuan. Memang ada banyak alasan mengapa pertemuan kita alami. Sungguh berkesan pertemuan ini. Apalagi bertemu dengan sosok-sosok pribadi yang sangat kita impikan. Pertemuan dengan beliau, mampu menyejukkan kembali hati yang sempat mengering. Bersua dengan beliau, merupakan cita kita dan menjadi harapan supaya menjadi kenyataan. Pertemuan. Ah… Pertemuan selalu saja menyisakan jejak di hati. Apalagi setelah pertemuan dilanjutkan dengan sesi kebersamaan.

Kebersamaan. Tentang kebersamaan, aku ingin berbagi sedikit pengalaman. Kebersamaan yang menyisakan kebahagiaan. Kebahagiaan yang inginnya tidak berkesudahan. Namun berkelanjutan selamanya, berbekas dalam perjalanan berikutnya. Kebersamaan yang membuat kita kembali menyunggingkan senyuman di bibir. Lalu diiringi dengan berbinarnya dua bola mata. Karena kita ingat. Ya. Kebersamaan kita dengan beliau-beliau yang lalu, sangat mengesankan. Kebersamaan yang menjadi kenangan dan terukir jelas di ruang ingatan. Kebersamaan yang telah terjadi. Kebersamaan yang pernah membahagiakan hati. Kebersamaan yang merekatkan hati-hati kita semakin kuat lagi. Kebersamaan yang tidak terbatas lagi oleh jarak. Karena dalam kebersamaan, kita melebur bersama canda, tawa, kesukaan, kebahagiaan, dan kita sangat menikmatinya. Kita sangat menghayatinya. Pun, kita ingin kebersamaan seperti itu terus berlanjut.

Kebersamaan. Ia memberi kita jeda antara pertemuan dan perpisahan. Kebersamaan ada karena ia mengingatkan kita tentang warna lain dari kehidupan yang harus siap kita jelang. Kebersamaan bukan penuh ketegaan untuk memisahkan kita dengan beliau-beliau yang membersamai kita. Nun di ujung sana, lambaian pertemuan berikutnya sedang menyambut kita dengan senyuman yang lebih cerah. Maka, beryakinlah teman… bahwa perpisahan itu hanya sebuah kata saja. Karena sesaat setelah ia berlangsung, ada pertemuan yang menyambut kita. Maka tersenyumlah… berbahagialah… nikmatilah indahnya kebersamaan, hingga ia benar-benar menjadi kenangan. Kenangan yang tidak akan terlupakan. Namun terngiang-ngiang terus dalam ingatan. Kebersamaan yang rupawan. Kebersamaan yang mengajak kita untuk terus memperbaiki diri. Agar setelah ia berlalu, kita dapat terus tersenyum.

Berikut pesan-pesan cantik menjelang perpisahan setelah kebersamaan:

"Met milad yang ke 29. Semoga sisa usia nya berkah. Cepet dapet jodoh ya. Sukses selalu. Tetap rendah hati dan disenangi teman-temannya. Jadilah Teh Yani dalam kehidupan orang lain bagaikan butiran gula, meskipun tidak kelihatan tapi tetap meninggalkan rasa manis🙂 ."

Aamiin. Terimakasih ya Ibu Fenti, atas doa dan kebaikan Ibu juga.🙂

***

Ibu Fenti. Masih belum percaya aku dengan semua ini. Ya. Karena saat ini kami sudah kembali berjarak raga. Walau baru beberapa bulan kebersamaan kami, namun sungguh sangat berkesan. Ada seberkas embun menggelayut di ruang hati, saat akhirnya aku harus mesti menyadari. Bahwa semua ini benar-benar terjadi dan telah berlangsung. Namun Ibu, sejujurnya hati ini menyampaikan, "Yani masih belum percaya dengan semua ini, Ibu… Sungguh."

***

Walaupun belum sepenuhnya percaya dengan kenyataan. Meskipun masih bertanya-tanya dalam kehidupan. Namun benar adanya, bahwa hidup itu pilihan. Tentang pilihan. Ya, apakah kita akan terlarut dalam pertanyaan demi pertanyaan saja? Bukankah lebih baik kalau kita berpikir seraya merenungkan makna dan hikmah yang dapat kita petik darinya? Seraya terus berjalan dan melanjutkan perjuangan. Karena waktu kita sebentar. Alangkah baik kalau kita memanfaatkan sisa usia dengan hal-hal yang berguna, menghiasi umur yang ada untuk menumbuh kembangkan keimanan. Dengan terus percaya bahwa kehidupan ini memang begini. Di dalamnya ada pertemuan, kebersamaan lalu perpisahan dan kemudian pertemuan lagi. Ai. Apabila kita mau sejenak saja merenungi. Maka kita akan menjalani hari-hari dengan penuh senyuman. Seraya bersyukur penuh kesabaran. Karena saat kita bersedi-h karena perpisahan, maka Allah punya jawaban, "Ada kemudahan sesudah kesulitan."

Yah, lalu mengapa kita tak kembalikan saja semua kepada-Nya? Karena skenario Allah tentu jauh lebih indah. Yakin dan percayalah teman. Bersama Allah hati akan tenteram. Baik dalam bahagia atau sebaliknya.

Yani… Teruslah berjalan, lanjutkan langkah-langkahmu teman. Keep your heart on this way. Do your best. Senantiasa ingat, tujuanmu melangkah. Hanya bersinggah sejenak di dunia yang fana, untuk kemudian menuju Allah. Hai, ada banyak rahasia-Nya yang mungkin tidak semua engkau pahami. Walaupun begitu, selalu yakin dan percaya kepada-Nya.

Dalam melanjutkan langkah, follow your heart. Jaga dia. Dan bersama dengannya selalu. Dalam aktivitas apapun yang engkau lakukan. Pandai-pandai membawa diri, maafkan semua orang, meminta maaf bila melakukan kesalahan, ambil sisi baik dari kejadian dan petik hikmah sebagai bekal perjalanan berikutnya. Berterima kasih lah atas kebaikan-kebaikan yang engkau terima dalam kebersamaan. Dan bekerjasama yang baik selamanya. Bersiap dengan berbagai kemungkinan dan belajar dari siapa saja. Jangan lupa berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan. Karena tidak semua orang mempunyai pengalaman yang sama pada satu waktu yang sama.

Rajin membaca dan berbagilah. Berbuat baiklah, baik dan baik. Walau pun terkadang kebaikan tidak selalu berbalas sama. Namun teruslah berbuat baik. Karena Allah Yang Maha Baik. Menjadilah pribadi hebat nan kuat dan sehat. Gemar menebar nasihat nan taat. Ingat! Hidup di dunia hanya sesaat. Selanjutnya kita menuju akhirat. Dengan Allah harus selalu dekat. Memperkuat tekad, penuh manfaat dan senantiasa bersabar.

Balaslah ikhlas dengan ikhlas. Jangan karena ingin dihargai. Mandiri dan nikmati hari ini, meibi dengan foto-foto narsis sepanjang hari? Untuk kenang-kenangan buat keluarga dan diri sendiri. Mariii…

Tetap semangat dan menjadilah bintang di malam hari, menyinari seperti mentari di siang hari.

Last but not least :
"Ketika pesta sudah usai, genggamlah erat jemari bahagia untuk menemanimu melanjutkan langkah."

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s