Ketika engkau alami kekosongan dan hampa di dalam jiwa, maka tentu tak menyenangkan, bukan? Maka carilah solusinya. Temukan pengisi jiwa. Berusahalah mendapatkannya. Agar jiwamu tak lagi tak berdaya. Namun penuh berisi dan senantiasa bergizi. Karena hidup tanpa adanya jiwa sungguh tak bermakna. Maka bersemangatlah teman. Bacalah Al Quran dan berdzikirlah, menjadi salah dua solusi penghidup jiwa mu. Jangan pernah tinggalkan ia, walau dalam keadaan bagaimanapun jua. Sungguh-sungguh lah dalam istiqomah bersamanya.

Ketika wajahmu seperti ka-ku karena tak dapat berekspresi, maka tersenyumlah segera, ya, tersenyumlah. Mudah caranya, yaitu dengan menarik dua ujung bibir ke kiri dan ke kanan bersamaan, maka engkau akan mampu tersenyum. Tersenyumlah, ya, begitu. Engkau merasa lebih baik, bukan?

Dalam berbagai kesempatan, kita mungkin pernah menunggu. Kita akan bertemu dengan keadaan yang membuat kita harus menunggu. Bahkan mungkin saja kita yang ditunggu. Maka, percayalah teman. Bahwa menunggu bukan lah tanpa makna. Menunggu juga bukan menjadikan kita tidak berbuat apa-apa. Namun dalam penantian di saat menunggu di antrian, misalnya. Maka nikmatilah waktu-waktu mu tersebut. Ya, hayatilah benar-benar penantianmu dengan melakukan aktivitas bermanfaat. Misalnya: membaca, merenung, menyapa sesiapa yang ada di dekatmu, atau bisa juga dengan sejenak selfie. Tentu tak salah, bukan? Dan ini sungguh luar biasa efeknya. Ia mampu mencairkan suasana di tengah penantian yang terkesan menje-mukan. Yaps. Lakukanlah aktivitas yang berkesan dan engkau dapat tersenyum dalam penantian.

Hanya mengharapkan kebaikan dari orang lain untuk kita? Hanya meminta orang lain memahami kita? Hanya mampu menemukan kesalahan pada diri orang lain terhadap kita? Lalu kita merasa ingin dikasihani, kita pengen nya dimengerti, kita sangat butuh pengakuan? Ooolalaaa… Ini adalah salah. Sepenuhnya salah. Karena apabila kita tidak mendapatkan semua itu, maka kita akan sangat ma-rah, terluka dan bersed-uh hati. Ya, jiwa tak akan tenteram dan yang ada tersisa hanya kepiluan. Sungguh kasihan… Lalu harusnya kita bagaimana?

Aku juga masih belajar tentang semua. Sekuat tenaga ku belajar dari pengalaman orang lain di sekitar. Bersama teman-teman, kami memetik hikmah dan pelajaran dari keadaan di lingkungan pergaulan. Baik saat kami bersama, maupun ketika aku sendirian dan jauh dari beliau semua. Kami belajar lagi dan lagi. Belajar memaknai kehidupan ini. Belajar menyadari kenyataan hidup di dunia ini. Belajar masih ku belajar hingga saat ini dan selanjutnya sampai waktu yang tak pasti.

Ada waktu dalam hari-hari yang kita temui. Waktu yang membawa kita pada suatu kenyataan. Kenyataan yang membuat kita masih saja belum percaya. Kenyataan yang benar-benar terjadi, di luar nalar dan pikir kita. Lalu kita bertanya, "Ada apa dengan semua ini? Aku belum mempercayainya." Aku pernah mengalami.
— Apabila engkau mengalaminya pula teman, maka bersegeralah ingat, bahwa semua pasti ada hikmahnya. Petiklah sisi baik dari keadaan tersebut. Tidak usah bertanya-tanya lagi. Karena apabila engkau terus saja mempertanyakan, tidak akan selesai. Bukankah hikmah itu indah adanya, maka temukanlah hikmah. Petiklah makna. Walau sulit dan berat memulainya. Namun kalau sudah terbiasa, maka engkau pun bisa. Hanya berlatih dan mencoba.

Semua pakar dan ahli pun tak pernah letih mencoba. Mereka sering melakukan aktivitas yang akhirnya ia disebut ahli. Walau sudah ahli, mereka masih saja mencoba. Ah… luar biasa.

***

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s