Assalamu’alaykum, pagii Mentariii.😀

***

Hari ini, mentari bersinar sangat cerah, semenjak pagi. Sinar penuh senyuman dan rona bahagia yang ia pancarkan. Sehingga langit pun terlihat sangat bersih, sedangkan awan gemawan pun memutih. Begitu juga dengan seluruh alam. Alam pun berseri dan semarak. Sedangkan angin bertiup sepoi-sepoi. Lalu aku? Ya, bagaimana dengan aku hari ini? Semenjak pagi hingga detik ini?

Hari ini. Aku mempunyai pengalaman sangat berkesan. Aku memperoleh perhatian sungguh tak terpikirkan. Aku menerima ucapan dan doa yang silih berganti penuh harapan. Aku menerima senyuman dan raut muka penuh kebahagiaan. Dari rekan-rekan yang hari-harinya bertabur kebaikan, hari ini aku menerima kebaikan beliau. Aku merasakan indahnya kebersamaan kami. Kebersamaan yang bukan untuk pertama kali aku alami, saat kami bersama. Kebaikan yang tidak berjeda, silih berganti aku alami, dalam hari-hari kami. Sehingga patut kiranya aku bersyukur dan berterima kasih pada beliau semua. Beliau yang hadir untuk senyuman yang terukir pada wajahku. Beliau yang datang untuk memenuhi undanganku. Alhamdulillah… terimakasih yaa : Bunda Heni, Teh Nana, Teh Imut, Bp Ton’s, Ibu Fenti, Dek Selly, Teh Mira, Teh Foni, Teh Neni, Teh Aini, Teh Kiki, Bp Aryo dan beliau-beliau yang belum tersebutkan nama. Namun turut mendoakan. Terima kasih yaa, untuk kebersamaan kita hari ini. Kebersamaan yang ku ingin berlangsung selamanya. Kebersamaan dalam nuansa sakinah, aamiin. ^_^

Hari ini, ku coba mempraktikkan sekelumit ilmu yang ku pernah baca. Ku coba merangkai ide untuk mensenyumkan tak hanya aku. Ku rangkai barisan berisi kalimat seperti berikut:
Dear
…..,

Yani mengundang : ……. untuk ……🙂🙂🙂

***

Lalu ku kirimkan pada beberapa orang sahabat. Dan tahukah engkau teman, bagaimana tanggapan yang beliau-beliau berikan?

Penuh tanda tanya? Pasti.
Berbahagia? Mesti.
Mau hadir? Hai, memang tidak semua, karena berbagai alasan penting nan genting.
Penasaran dan heran? Hmm… Sedikit.

***

Hehehe. Aku mencoba, hanya mencoba. Mencoba mempraktikkan ilmu yang temanya, "Menjadi pribadi menarik dan disukai."

Yaa Allah… selama ini hamba mendamba dan berharap. Hamba melangkah dan berdoa. Hamba berusaha dan bertanya. Hamba mencari tahu dan menemukan. Hamba ingin melukis senyuman secerah sinar mentari dalam hari-hari. Ya, seperti cerahnya mentari yang tersenyum pagi tadi, Ya Allah. Dan hamba menyaksikan bahwa mentari pun tersenyum lebih cerah siang tadi. Senyuman yang mensenyumkan. Senyuman yang membuat bumi ini menjadi tempat yang nyaman dan baik untuk dihuni. Senyuman penuh syukur dan bertabur makna. Senyuman yang menghiasi wajah dan hati pun tafakur. Senyuman ini ingin kami jaga selalu. Penjagaan karena Engkau, yaa Allah.

Hari ini, pagi berlangsung lebih cepat dari biasanya. Begitu pula dengan siang yang membentang, lebih singkat. Hingga sore hari pun menjelang. Sore yang mengajak mentari untuk berpindah posisi sejenak. Ya, karena mentari perlu terus bersinar, namun tidak selalu di sini. Mentari yang terus berkontribusi dan berbakti untuk menerangi. Mentari yang tersenyum dengan anggun. Mentari yang mensenyumkan.

Hari ini, ketika sore sudah muncul. Kami pun bersiap untuk melanjutkan perjuangan dan perjalanan lagi. Meski tidak selalu di sini, namun di sana kami berusaha lagi. Seperti halnya mentari yang senantiasa berevolusi, sungguh. Mentari senantiasa dalam pergerakannya. Maka, demikian pula dengan kami.

Hari ini di sini, kami bersama. Saling menyemangati dan menginspirasi untuk senantiasa memberi daya. Sehingga saat satu berkurang nyalanya, yang lainnya memberi semangat. Begitulah kami. Begitulah para rekan kami di sini. Beliau yang bagiku adalah mentari di dalam hati. Beliau yang menempati posisi terbaik di sini. Beliau yang tersenyum, kemudian mensenyumkan hati ku pula. Beliau yang berarti. Beliau yang ku kenang lagi (nanti). Meski kami sudah berjarak raga, tidak lagi seperti hari ini. Namun ku berharap, beliau senantiasa dalam kondisi terbaik dan penuh senyuman. Walau di manapun beliau berada, bersama siapapun, kapanpun. Yap.

"Keep smile, teman. Smile on your face from your heart."

Karena … Senyuman dan bahagiamu adalah bahagia ku.

Karena … Aku senang menyaksikan wajah-wajah yang tersenyum.

Karena … Saat kesempatan terbaik aku menatap sinar mentari, aku pun ingat padamu. Semoga, demikian pula dengan engkau, teman.

Karena … kehadiranmu adalah jalan bahagiaku.

Karena … bersamamu aku menemukan inspirasi baru.

Karena … Kita sama-sama masih berada di bumi. Bumi yang sama. Bumi yang menjadi sarana kita untuk saling mengingat. Mengingat dan mengingatkan tentang senyuman.

Karena… Kita perlu teruskan langkah-langkah kita, teman. Langkah-langkah yang lebih tegap nan indah. Langkah-langkah menuju ‘pulang’.[]

Okey.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s