One ever say, "A picture is worth a thousand words".

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ^_^

Dear
My Friends,
in here,

Apakabar iman hari ini, teman?

Kami doakan semoga engkau dalam kondisi iman yang lebih baik, pikiran dan hati bahagia, raga sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah subhanahu wa Ta’ala, yaa…🙂 Aamiin allahumma aamiin.

Oiya, teman… perkenalkan ini dengan kami dari My Surya and Friends ingin menitipkan padamu selembar surat penuh makna. Surat ini kami tulis dengan maksud agar engkau kembali ingat pada pesan-pesan yang ada di dalamnya, kapan saja. Baik saat engkau sedang berbahagia atau sebaliknya. Karena sudah lumrah dalam menjalani kehidupan di dunia ini, segala sesuatu dicipta berpasang-pasangan. Termasuk aneka rasa yang menemuimu. Maka, pesan kami untukmu, "Jangan lupa tersenyum, yaa.🙂 "

Ya. Betul sekali, teman. Seperti mentari nun di atas sana. Ia tersenyum setiap hari, dengan maksud berbakti. Karena mentari telah berjanji semenjak awal ia bersinar, untuk tersenyum lagi dan lagi. Meski pun memang, terkadang awan gemawan menyelimuti sinarnya nan menawan. Hingga untuk beberapa waktu mentari tidak dapat menerangi bumi. Namun yakinlah teman, bahwa dari balik mendung pun, mentari masih dan selalu tersenyum.

Hai, teman. Engkau adalah teman kami. Teman baik yang kami kenali semenjak beberapa waktu terakhir. Dan kami sangat senang menjadi bagian dari hari ini mu. Hari ini yang setelah sedetiknya berlalu, maka tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu, teman. Atas dasar kepedulian ini, kami menyapamu saat ini. Sapaan yang kami rangkai melalui susunan kata. Sapaan yang juga mengingatkan diri kami, bahwa kami pun perlu melakukan hal yang sama. So, mari teman, kita saling mengingatkan yaa. Apabila ternyata pada suatu hari nanti, saat kita bersama dan engkau menemukan ketidakbaikan dari diri-diri kami ini, tolong segera ingatkan yaa. Karena kami, sama seperti engkau teman. Ya, kami hanya insan biasa yang tidak pernah luput dari khilaf. Maka nasihat darimu walau pun sekata adanya, niscaya dapat menyejukkan lagi hati kami yang sempat memuai. Meski segerak sikap santun yang engkau teladankan, niscaya menjadi jalan bagi kami untuk bangkit, bergerak, mengelap dan membersihkan hati kami yang sempat ternoda. Ya, begitu teman. Atau ketika kelak dalam hari-hari kita tidak bersama dan engkau mengingat kami-kami ini, maka tolong segera doakan kami yaa. Tolong doakan saja, meski pun kami tidak tahu. Agar kami senantiasa berada di jalan yang lurus dan benar. Karena kami hanya insan biasa yang tidak selalu benar. Yah. Ingatlah kami dalam doa-doa di waktu-waktu terbaik mu.

Hai, teman. Engkau lagi apa saat ini?

Oo… sedang berbahagia yaa. Baiklah, kami tak akan mengganggumu. Kami akan segera berlalu. Namun sebelum kami pamit undur dari hadapanmu? Tolong izinkan kami sebentaaaar saja. Ya, sebentar saja. Untuk masih membersamaimu. Untuk menatap wajahmu lagi. Untuk memberikan perhatian terbaik kami padamu, sebelum kita pun berjarak raga. Mungkin untuk waktu yang lama, atau sebentar saja. Namun kita tidak pernah menyangka, bukan? Tentang pertemuan, kebersamaan atau perpisahan. Ia dapat terjadi kapan saja, selama apapun. Oleh karena itu teman, mariiii kita menghayati detik demi detik kebersamaan kita ini, dengan sempurna. Ya. Mari kita saling bersenyuman, senyuman terbaik, senyuman dari hati. Dengan harapan, saat kita tersenyum, kita benar-benar sedang berbahagia. Kita bahagia karena memperoleh kesempatan untuk bersama, saat ini. Ya, semenjak di dunia, kita sudah bersama.

Teman. Kami sangat berharap semoga kebersamaan kita ini selalu terjaga, hingga waktu tak terhingga. Kebersamaan yang abadi, begini lebih tepatnya. Hmmm… Rasanya haru mulai menyelimuti ruang hati kami, hingga bulir bening nan hangat pun mulai berguguran. *Mohon maaf ya, teman… untuk hal ini.

Kami tidak ingin ia terlihat olehmu. Karena kami hanya ingin tersenyum di hadapanmu. Senyuman dari hati. Senyuman yang membuat hatimu pun tersenyum. Selanjutnya menghiasi wajahmu nan ayu. Karena engkau rajin membasuhnya dengan tetesan air wudhu. Ditambah lagi dengan ibadahmu nan khusyu’. Sungguh, sungguh kami belajar banyak bersamamu, teman. Diantaranya belajar tawadhu.

Teman… Esok akan menjadi hari baru bagimu. Hari yang engkau belum pernah menjalaninya. Hari ketika engkau bersama dengan teman baru mu. Yuhu. Teman baru yang akan menjadi bagian dari hari ini mu, esok hari. Teman yang akan menjadi teman akrab mu selain kami. Teman yang baik hati, shaleh, berakhlaq mulia dan pembimbingmu menuju ridha-Nya. Wahai, semoga sakinah, mawaddah wa rahmah hingga di jannah yachh.

"Baarakallahu laka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair."

Kami turut berbahagia dengan kebahagiaanmu, teman. Sungguh bahagia. Berbahagia sungguh. ^^

Oiya, teman. Sebelum menutup surat kami ini, kami hampir lupa. Hehe. Bersama ini kami sisipkan juga wajah-wajah kami yang tersenyum. Dengan harapan, semoga saat engkau melihatnya, dapat mensenyumkanmu, pula. Dan kapan pun engkau mengingat kami, wajah-wajah kami yang sedang tersenyumlah yang engkau ingat. Okey?

Wassalam,
ttd
🙂🙂🙂
~Smiling Face~

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s