Waktu adalah senjata dalam perjuangan hidup. Waktu adalah asset berharga yang kita miliki. Bersama waktu ada orang yang menjadi kaya dan bahagia, karena ia pandai mengatur waktunya. Namun di sisi lain, dapat kita lihat orang-orang yang tidak mampu mengatur waktunya. Mereka tidak kaya dan bahkan tidak menjadi bermanfaat. Baik bagi diri nya sendiri apalagi bagi orang lain. Lalu kita, ada pada bagian manakah posisi kita saat ini? Apakah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai mengatur waktu? Sehingga aktivitas demi aktivitas yang kita lakukan penuh makna. Atau malah sebaliknya? Pikirkanlah. Kaji ulang tentang pemanfaatan waktu kita. Sedjak kita bangun tidur sampai kita bangun lagi. Apakah semua bermakna?

Tentang waktu ini, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Q.S Al Hasyr : Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Nah. Apabila kita ingin menjadi orang yang beruntung, maka saling mengingatkanlah dalam kebaikan dan kesabaran. Karena kita tentu tidak mau meru-gi, bukan?

Tentang waktu. Aku paling sangat suka waktu pagi. Karena pagi adalah permulaan hari setelah rehat sejenak raga ini dari aktivitasnya. Lalu saat pagi pula mentari kembali mensenyumi alam, termasuk padaku. Sehingga pagi membawa semangat baru bagiku untuk memulai hari dengan penuh senyuman pula. Senyuman yang mengajakku untuk melanjutkan langkah-langkah lagi bersamanya. Senyuman yang untuk terbiasa membersamainya, tentu tidak terjadi sekejap mata. Namun memerlukan latihan yang berkepanjangan. Hingga dalam waktu yang tanpa batas. Sedangkan saat ini, pun sama. Berlatih untuk tersenyum itu masih ku upaya dalam banyak kesempatan. Baik saat ku sibuk maupun ketika ku luang. Maka tersenyum adalah aktivitas penting nan genting untuk ku lakukan. Dan untuk melakukan ya memerlukan waktu, teman. Waktu yang ku luangkan, bukan waktu sisa. Wakwakwakwakwak…. tu yang ku sempurnakan bukan seadanya. Waktu yang terus ku upaya untuk menghiasinya dengan senyuman.

Tentang waktu aku belajar banyak hal. Karena bersama waktu aku berjumpa dengan banyak orang, ku melakukan aneka aktivitas, pun di dalam waktu yang ku miliki aku melanjutkan langkah. Ya, melangkah lagi dan lagi aku, bersama waktu. Dengan harapan waktu dapat menjadi saksi suatu hari nanti atas beraneka pinta dan ingin yang ku rangkai bersamanya. Oleh karena itu, aku yakin bahwa waktu tak akan palingkan wajahnya sedetik pun dari ku. Saat aku belum menyadari keberadaanku dan ingin tahu di mana kah aku saat ini?

Waktu. Walaupun singkat, namun waktu sangat ketat. Iya tidak dapat fleksibel namun sangat disiplin. Karena ia maju maka ia tidak akan pernah mundur lagi. Waktu yang unik dan membuat ku ingin terus melaju bersamanya. Untuk ku raih mimpi-mimpi dan citaku bersamanya. Sehingga dengan demikian, aku berangkat bersamanya, kapan saja. Dan aku dapat sampai di lokasi-lokasi yang ingin ku tuju, segera atau pada waktunya yang tepat.

Tentang waktu pula, aku ingin berbagi sedikit pengalaman. Pengalaman yang ku peroleh dari beliau-beliau yang berinteraksi dengan ku dalam hari-hari kami. Baik beliau yang dekat di mata maupun yang jauh di mata namun dekat di hati. Tentang hal ini, aku ingin dapat bermanfaat dengan menyampaikannya. Sehingga manfaat tersebut menenteramkan kita.

Begini: Dalam hari-hari yang kita lewati, pada waktu yang terus bergerak dan tidak akan mengulang lagi, sempatkanlah walau sekata untuk mengingatkan dalam kebaikan atau pun kesabaran. Dengan demikian, semoga kita menjadi lebih baik hari ini daripada kemarin, yaa. Dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Wah, asyiknyaa. D

Dalam waktu-waktu kita, sempatkanlah untuk tersenyum. Senyuman nan mensenyumkan. Sebagaimana pesan mentari padaku, "No for man-nyun, Yes for Smile.". Pesan yang mentari sampaikan padaku beberapa waktu lalu. Dan aku mengingatnya lebih sering. Sehingga saat ku temukan wajah ku tidak sedang tersenyum, maka aku pun segera tersenyum. Senyuman secerah sinar mentari pagi yang menitipkan pesan padaku.

"Wahai mentari, terima kasih ya, atas pesanmu. Ku akan meneruskannya pada teman-teman lainnya. Teman-teman yang menjadi jalan kembalikan ingatanku padamu. Karena mereka adalah mentari di hatiku. Mereka yang sempat ku kenali dan kemudian mereka mendapatkan tempat di ruang hatiku. Untuk ku jaga mereka selalu. Karena mereka sangat berharga. Sebagaimana aku menghargai waktuku. Waktu yang tidak akan pernah kembali setelah sedetik ia berlalu dariku.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s