Kisah di Balik Kubikel Orange

Tidak terasa, sudah hampir setahun kita bersama. Aku menemani mu. Ya, engkau yang baru ku kenal setahun lalu. Engkau yang sungguh asing bagiku, saat itu. Namun kini, kita sudah terlanjur akrab. Karena engkau menjadi sarana ku melanjutkan langkah-langkah ini. Ya, langkah-langkah dalam kehidupanku. Kehidupan yang mempertemukan kita di balik kubikel berwarna orange.

Orange adalah ciri khasmu. Engkau yang sedang berbinar saat ku temui setahun lalu. Kini semakin bersinar dan mensenyumiku hampir setiap hari, kecuali akhir pekan. Engkau ku bersamai dengan senang hati. Sungguh bahagiaku bersamamu, hingga saat ini. Di pertemuan kita menjelang setahun kebersamaan. 🙂

Engkau.

Ya, engkau yang unik dengan ciri khasmu nan orange. Setahun yang lalu engkau menarik perhatianku. Walay tidak pernah ku bayangkan sebelumnya, bahwa kita akan bersama seperti ini. Kebersamaan yang membuatku bersyukur lebih sering dan mengukur sabar sebaik-baiknya. Karena engkau melebihi ekspektasiku. Engkau benar-benar ku hargai sebagai sahabat di perjalanan.

Engkau penyuka orange nan keren. Orange yang mengingatkanku pada mentari. Ia yang bersinar cerah dan terkadang adem. Mentari yang menyemburatkan warna orange nan memega menjelang senja, sangat ku suka. Seperti aku menyukaimu hingga saat ini.

Saat ini. Di sela waktu yang ada. Ketika kita, engkau dan aku berjarak raga untuk sementara, ku sempatkan untuk mensenyumimu lagi dan lagi. Walaupun dari kejauhan. Senyuman yang membuatku ingat, ketika aku mensenyumi mentari dalam hari-hariku. Mentari yang menjadi jalan bahagiaku bersambungan dari hari ke hari. Ya, karena aku ingin kebahagiaan kita ini abadi dan menjadi kenangan sampai nanti. Makanya ku rangkai ia dalam barisan tulisan, di sini. Meski kelak, mungkin kita sudah tak bersama lagi. Semoga dapat engkau perhatikan lagi senyuman ku di sini, untukmu. Senyuman tanda persahabatan kita. Senyuman dari hati, hingga senyuman di balik sebuah kubikel di ruang hati.

Asyiiik..! 😀 Tercapai citaku untuk membersamaimu, meski kita belum pernah bersama sebelum ini.

Engkau bersama kubikel orange mu, sering kali membuatku terdiam bisu. Karena aku ingin menghayati kebersamaan kita. Penghayatan yang terkadang ku perlihatkan padamu, terkadang pula tidak. Karena aku hanya ingin mengetahui ekspresimu yang beraneka terhadapku. Oleh karena itu, aku melanjutkan hari-hari kebersamaan kita dengan senyuman. Terima kasih yaa, untuk lindungan di bawah atapmu saat hujan mengguyur alam. Sehingga aku tidak kehujanan. Terima kasih ya, untuk perlindungan mu saat terik nya mentari merajai siang. Sehingga aku damai di ruang mu nan sejuk. Aku bersyukur atas semua anugerah ini. Atas kebaikanmu padaku hampir setahun. Semoga engkau senantiasa bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂 🙂 🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close