Service adalah pelayanan. Sedangkan quality identik dengan mutu/kualitas/guna/manfaat. Begini pemahamanku tentang dua kata ini. Dua kata yang terdiri dari susunan 12 huruf berbeda. Dua kata yang selama satu tahun terakhir melekat erat dengan diriku. Dua kata yang mengajakku belajar lebih banyak lagi. Dua kata yang menjadi jalan bagiku untuk terus bertanya, menanya dan menemukan jawaban. Dua kata yang menjadi bahan introspeksi diriku pada berbagai kesempatan. Yach. Dua kata ini baru ku kenal setahun yang lalu. Dan insya Allah tanggal sepuluh Maret tahun ini adalah Anniversary kami yang pertama.

Service quality. Aku bahagia saat berkenalan dengan dua kata ini. Dua kata yang membawaku pada perkenalan dan pertemuan dengan para customer service. Dua kata yang mengajakku untuk menyelami lebih dalam tentang makna pelayanan. Ya. Apakah pelayanan itu sesungguhnya? Aih. Saat ini tepatnya, aku memula lagi kalimat tanya berikutnya. Kalimat tanya yang ingin ku temukan jawabannya. Lalu aku mempraktikkan nya dalam perjalanan karir ku sebagai seorang yang berkecimpung di dunia pelayanan sebagai service quality. Sungguh asyik dan menyenangkan. Bagiku, ini luar biasa. Benar-benar luar biasa. Sehingga aku ingin menjadi hebat dalam hal pelayanan. Yap. Pelayanan yang membawaku pada berbagai negeri yang ingin ku tuju. Aku ingin lebih memahami tentang pelayanan. Karena aku ingin menjadi exspert di bidang pelayanan. How is?

Belajar memberikan pelayanan yang lebih baik dari waktu ke waktu, adalah aku. Oleh karena itu, aku perlu mencari tahu lebih banyak ilmu tentang pelayanan. Ilmu yang banyak orang ahli pelayanan telah mempraktikkannya. Dan mereka menjadi mudah memberikan pelayanan terbaik. Karena mereka sudah sangat paham dan terbiasa dengan nya. Lalu aku?

Saat ini. Aku kembali menanya. Aku bertanya pada diriku sendiri. Aku menanya padanya lebih dari sekali. Tentang apa? Tentang pelayanan yang aku berikan. Apakah aku sudah melayani dengan baik, dalam hari-hariku? Apakah aku sudah berusaha memberikan kepuasan pada klien/customer ku? Apakah aku sudah bisa membahagiakan beliau yang terlibat langsung denganku dalam hal pelayanan? Ah, aku.

Hari ini, aku merasa bersalah. Sungguh bersalah dan hampir membuatku menyesal atas sikapku. Karena aku menyadari bahwa di penghujung pertemuan kami hari ini, aku kurang optimal dalam memberikan pelayanan. Ya. Karena aku berada di luar kendali. Yah. My heart sudah keluar dari keberadaan kami pada saat itu. Menjelang perpisahan hari ini.

Kita memberikan pelayanan, harus dengan hati. Iji mesti, kuddu, wajib bin penting dan tidak bisa ditawar. Karena pelayanan adalah sebuah kata kerja. Ya, ia adalah aktivitas yang kita lakukan terhadap orang lain. Baik saat kita diminta ataupun atas kesadaran sendiri. Nah, apabila kita melayani dengan hati, maka kita akan ringan dan mudah saat melakukannya. Tidak akan ada beban dan mengalir begitu saja, lancar dan akhirnya menyisakan kesan. Baik bagi kita yang memberikan pelayanan atau sesiapa saja yang menerima pelayanan. Ya, karena segala sesuatu yang berasal dari hati, maka akan sampai ke hati. Begitu pula sebaliknya. Apabila kita melayani tidak dengan hati, maka pelayanan yang kita berikan tidak akan menemukan tempatnya di hati siapapun juga. Malah akan melayang-layang begitu saja. Tidak dapat ditangkap pun direngkuh. Ia mengambang dan terbang melayang, tidak dapat dikendalikan. Begitulah pelayanan yang dilakukan tanpa hati. Ia hampa tanpa makna.

Hari ini. Di penghujung pertemuan kami, saat hatiku sudah hendak pergi sedangkan ragaku memang masih ada. Maka aku tidak dapat melayani dengan hati. Pada saat ku menyadari, ternyata aku bersikap kurang baik. Namun aku tidak menyalahkan diriku sendiri. Karena aku pikir dia tak salah. Hanya menuruti kata hati, aku selalu begitu. Maka ketika hatiku mulai berangkat, aku terlambat memanggilnya lagi. Ku biarkan ia pergi menyusuri jalanan yang akan ia tempuh. Ku lepas kepergiannya dengan baik. Sehingga saat aku tersadar aku sedang memberikan pelayanan, ku tidak dapat tersenyum sebagaimana sediakala. Aku tidak dapat memasang raut muka yang menyenangkan customer/klien ku. Sehingga aku bergerak se-rampa-ngan. Ku bernafas setengah kekuatan. Aku memandang tak secemerlang saat ku bersama hati. Sungguh aku benar-benar tidak mampu berekspresi. Aku hampa, kelu dan ingin nya menumpahkan ekspresi segera melalui bulir bening permata kehidupan. Namun aku tak kuasa. Karena sekeping hatiku telah berlalu. Maka ku maafkan diriku. Ku ajak ia bersabar. Semoga lain waktu, tak lagi mengizinkan hatiku pergi tanpa bersama raga. Ya, tak akan ku biarkan raga ini tak berhati, lagi. Karena aku sangat ingin menikmati detik-detik kebersamaan kami dengan sempurna. Hingga kami dapat melewatkan berbagai moment penting dengan kesan terbaik.

Hari ini. Saar kami akan berpisah sejenak. Aku belajar tentang pelayanan yang aku berikan. Aku bermuhasabah dan mengevaluasi kualitas pelayananku. Bagaimana nilai service quality ku? Huhuuu… Ingin rasanya menggugu bila ku menyadari sikapku. Namun akhirnya ku sadar lagi. Karena bukan selalu salah diri. Hanya hati yang tak mengerti. Mengapa tadi pergi… kau pergi?

Hey? Hati dan jiwaku sahabat sejati. Bagaimana perasaanmu dengan keadaanku tadi? Adakah engkau bahagia melihatku? Aku yakin engkau menertawaiku. Walau tak dapat ku lihat wajahmu. Aku percaya bahwa engkau tersenyum padaku, selalu. Meskipun aku dengan sikap tak siapku tanpa mu.

Hey? Engkau sekeping hati ku, sepotong jiwaku. Hayooo… kita berakrab-akraban lagi lebih sering. Agar kita dapat merangkai detik waktu bersama senyuman. Marii kita bersama melanjutkan langkah-langkah ini. Karena tanpa mu aku tiada. Bersamamu wahai jiwaku, duhai hatiku, kita dapat berkeliling dunia. Sebagaimana saat detik-detik kita melangkah bersama sebelum hari ini hadir.

Are you ready to accompany me?
Yakin bisa yaa?

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman lebih cerah nan indah. Aamiin ya rabbal’alamiin…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s