Heeey, teman!😀
Senang berjumpa dengan mu lagi, today holiday. Yach. Hari libur dari rutinitas dan saat nya melakukan aktivitas lain dari biasanya. Yaaa… yaaa…. yaaa…. Agar kehidupan yang singkat ini dapat membuat kita semakin meningkat taat, bertambah tumbuh semangat, menyubur raga nan sehat, dan tentu saja senantiasa menjaga niat. Untuk itu, dalam kesempatan menjelang rehat malam ini, ku ingin mengikat serangkai duplikat. Sebagai oleh-oleh dari perjalanan sepanjang sehari ini. Hihihiii. Sebagai pengingat dan pembangkit hasrat. Untuk kembali bangkit dan berjuang, kita-kita ini. Saat seberkas kilat menghampiri hari-hari nanti. Ya, semoga kita tersengat semangat lagi untuk bergiat lalu membulatkan tekad. Ingat! Ingat! Perjalanan di dunia sungguh singkat. Lalu, apakah yang kita perbuat dalam waktu yang kita genggam erat?

Hari ini. Ada beberapa aktivitas yang ku laksana dalam rangka memanfaatkan waktu libur. Seharian. Ya, seharian.

Adapun diantara aktivitas tersebut adalah:
1. Berpetualang di sekitar Trans Studio Mall
2. Membaca di toko buku Gramedia
3. Bermain di ruang hati
4. Berdoa di masjid TSM nan cantik jelita dan adem
5. Melakukan aktivitas menarik, yaitu selfie di tobuk bareng sahabat

Hahaa. Aku suka liburan seperti ini. Karena banyak aktivitas yang ku lakukan. Termasuk di antara lain nya lagi adalah menonton penampilan adik-adik yang bernyanyi lirik-lirik dan unik, seperti…. "Andaiku punya sayaaap, ku kan terbang jauh. Ku ajak Ayah dan Bunda ku melihat-lihat alam….". Kalau aku tak salah, lebih kurang begitu senandung nan mengalun dari bibir-bibir mungil mereka. Lagu berjudul —Andaiku Punya Sayap, sukses membawaku terbang sejenak pada masa lalu ku. Yach, saat aku masih seusia mereka, kira-kira kelas lima es-de.

Aku ingat masa belia saat nun jauh di sana, kampung halaman tercinta. Nagari Minangkabau. Ya. Dari sana, ku merangkai asa menyusun cita. Ku ingin terbang ke negeri-negeri nan jauh. Untuk dapat ku menyaksikan indahnya alam di mana-mana. Kemudian ku rangkai kata ku susun kalimat. Untuk menceritakan pada sesiapa saja tentang alam nan ku kunjungi. Selanjutnya, melayanglah inspirasi dan ide-ide tersebut bak kapas meletus dari tempurungnya. Yap, ia bertaburan menikmati alam, menghiasi pemandangan dan memutih bak awan. Sebelum akhirnya mereka menempel di atas lembaran daun atau bebungaan. Pun ada pula yang mengambang di atas air sungai nan jernih. Bahkan yang masih melayang di tiup angin tidak sedikit jumlahnya. Mereka asyik dengan takdir diri mereka masing-masing. Ada yang beruntung pun sebaliknya. Namun intinya mereka sudah melebur. Entah akan bersatu lagi saat sama-sama sampai di bumi? Wallaahu a’lam bish shawab.

Hari ini, setelah perjalanan panjang yang lumayan mengesankan tersebut. Maka aku ingin berbagi sekata dua kata yang terbawa. Sebagai pengobat raga menjelang terlena.

***

Kisahnya seperti berikut. Hari ini adalah hari libur. Namun aku sempatkan datang ke ruang hati untuk mengerjakan rutinitas. Awalnya hanya sebentar kemudian aku akan menjalani hari hingga selesai di lokasi berbeda. Begini rencana awal. Namun ternyata aku menghabiskan lebih banyak waktu di ruang hati. Bahkan lebih dari yang ku rencana. Sehingga, untuk melemaskan persendian sejenak, ku buka kamera lalu bergaya. Hahaa. Dalam hal ini aku menjadi manager mode on. Kan jarang terjadi keluangan waktu seperti ini. Saat siang begitu terik. Sedangkan ruang hati kosong tak ada sesiapa selain diri sendiri. Maka tersenyumlah teman, where ever you wish. Kapan pun dan bersama siapapun. Termasuk saat engkau sedang berjuang menemani dirimu sendiri. Supaya ia terhiburi juga di masa libur nya. Dengan begitu, hari libur menjadi semakin berwarna, bukan?

Puas bergaya ala manager muda di meja, dan di angkasa, kemudian beralih ke lokasi lain. Yach, menjelang azan Ashar berkumandang nan menyejukkan jiwa, aku telah berada di lokasi berbeda. Sebuah masjid adalah tujuanku. Untuk mendirikan shalat menghamba kepada-Nya. Karena atas izin Allah jua ku dapat sampai di sini meneruskan cita yang sudah lama. Lalu ku berai ia satu persatu bersama waktu.

"Hei, engkau gadis yang duduk dekat tiang. Apakah yang engkau pikirkan, sayaang. Bagaimana engkau dapat sampai di sini? Mengapa dan bersama siapa?"
— Aku ingin menjadi ustadzah, bisikmu.
"Hey kamu. Gadis lugu nan pemalu. Lagi apa di toko buku? Buka-buka lembaran buku lalu tenggelam bersamanya di lautan ilmu. Adakah yang engkau cari? Mengapa begitu serius dan tidak pedulikan aku? Padahal aku tahu, engkau bukan kutu buku sejati. Hihii".
—- Karena aku ingim menjadi dosen, pengajar dan motivator, pungkasmu seraya menatap anggun padaku. Penuh makna. Lalu aku pun tersenyum padamu. Senyuman yang engkau tangkis dengan sentuhan lembut di pipiku. Seraya kita tersenyum bersama. Karena citamu adalah citaku juga. Kita sama."

"Haii. Kamu juga. Mengapa gaya-gayaan di depan kamera? Sendiri pula. Mau eksis yaa. Ah, sudahlah.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s