Indah. Begini nama beliau yang akrab ku sapa. Seorang perempuan yang ku kenal dan mengenalku semenjak Maret tahun lalu. Ya, belum setahun kebersamaan kami. Namun beliau seakan sudah lama ku akrabi. Entah mengapa? Seakan beliau sangat ku kenal dengan baik. Seperti sahabat baik yang lama tak bersua, lalu kami tiba-tiba dipertemukan lagi tanpa pernah disangka. Begini pengalaman lanjut yang ku alami saat pertemuan pertama kami.

Seraut wajah yang penuh senyuman, memperhatikanku dari jauh. Sedangkan aku hanya mengira-ngira. Benarkah beliau yang ku tunggu? Teh Indaaah… Hahaa. Akhirnya beliau hadir juga di depan mata. Beliau datang dengan selamat dari pulau seberang, Batam. Ini kisahku awal Mei tahun lalu. Dan hari ini, beliau kembali menemuiku dengan butir-butir cokelat nan ramai. Aii.😀 Alhamdulillah, berikut sebuah titipan kado untuk ku sampaikan pada sahabat kami yang menikah tanggal 15 Februari lalu, Teh Nuy dan Oim.

***

Teh Indah. Hari ini beliau mengirimi ku berbungkus-bungkus kecil cokelat Apollo Roka. Aku suka. Mungkin Teh Indah pun penyuka cokelat, pikirku. Atau karena di sana banyak cokelat yaa? Soalnya, Teh Indah membawa buah tangan berupa cokelat juga saat pertemuan kami pertama di Bandung. Lalu berikutnya Teh Indah pun pernah mengirimi ku cokelat-cokelat bulat lainnya. Nah, hari ini pun sama. Lagi dan lagi Teh Indah memberi padaku. Pemberian yang ku terima dengan senang hati. Pemberian yang membuatku berbahagia. Ya, pemberian yang menceriakanku. Seraya ku berpikir, apakah yang dapat ku beri pula, meski bukan untuk teh Indah. Pemberian yang dapat menceriakan sesiapa saja yang menerima. Pemberian yang membahagiakan. Ya, aku sangat ingin memberi pula. Pemberian yang membuat tak hanya penerima yang bahagia, namun menyisakan bahagia di relung hatiku. Pemberian apapun, pada siapapun. Karena memberi adalah berbagi kebahagiaan dan berbagi itu indah. Sungguh indah. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah atas nikmat ukhuwah yang engkau titipkan pada kami. Bimbing kami untuk mau dan mampu menjaganya selalu. Ukhuwah yang menyatukan hati-hati kami selalu. Walau untuk bertatap mata dan bertemu wajah, kami belum tentu.

Hari ini. Sakinah menerpa relung kalbu ku. Semenjak pagi, siang, sore nan jingga hingga malam menggelapi alam. Ya, dalam seharian ini jiwa ku teduh dan hatiku damai. Karena sejak pagi ku berbagi. Berbagi sepotong biskuit dengan sahabat dan berbagi senyuman yang hebat. Semoga senantiasa syukur menjadi teman nya bercengkerama saat gelisah melanda. Harap sabar menggaulinya ketika ketidak tenangan tiba-tiba mendera jiwa. Karena aku ingin sakinah senantiasa bersamanya. Dengan begitu kami dapat menikmati berbagai momen penting yang kami jalani dalam perjalanan hidup ini.

Sakinah dan ketenteraman itu adalah sumber bahagia. Sedangkan bahagia ada kalau kita mau memberi. Dengan demikian, memberi dan bahagia tidak dapat terpisahkan. Demi kedamaian kita menjalani hidup di dunia ini. Hidup yang singkat sungguh sebentar. Hidup yang menjadi jalan bagi kita untuk mengumpulkan bekal kehidupan di alam berikutnya. Haii…😀 Mari kita semangat berbagi. Karena berbagi itu indah. Sungguh indah. Seindah namamu, teman.

Aku ingin sangat berbahagia di dunia yang fana ini hingga di negeri yang kekal akhirat kelak. Bahagia yang abadi dan berkepanjangan. Bahagia yang selamanya ada. Bahagia yang tersisa walau aku tiada lagi bersama mereka di dunia. Bahagia yang ku bawa serta dalam langkah-langkah berikutnya. Bahagia yang menemai jiwa, raga dan pikirku. Hai, tak hanya aku, namun semua yang mengenalku, membersamai ku dalam menjalani kenyataan hidup ini atau pun hanya bersama dengan ku dalam ingatan dan doa-doa beliau. Ya Allah, kumpulkan kami dengan hamba-hambaMu yang shaleh shalehah… yang menjadi jalan bagi kami untuk selalu ingat kepadaMu. Engkau sumber bahagia. Engkau sumber ketenangan. Ketenangan yang hadir karena kami mengingatMu dalam detik demi detik waktu yang kami jalani. Kebahagiaan yang mengguyuri hati ini karena kami memberi dengan izinMu. Ya Allah… Engkau Maha Tahu isi hati kami. Karena Engkau Yang Menggenggamnya. Bimbing kami ya Allah, untuk menjaga hati ini agar ia lebih baik dari waktu ke waktu. Sehingga memberinya kami adalah dengan hati. Pemberian yang sampai ke hati. Kami berprasangka baik kepadaMu selalu tentang hal ini. Aamiin ya Rabbal’alamiin. Terima kasih ya Allah…. atas kebaikan yang kami terima. Dan sabarkan kami ya Allah, dalam memberi karena Engkau. Pemberian yang Engkau terima. []

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

2 thoughts on “Berbagi itu Indah

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s