Hari yang indah dan tak terlupakan adalah saat kita bersama, berbagi bahagia dan bertukar ceria. Sungguh ia menjadi kenangan yang akan abadi selamanya. Ya, kenangan ini akan terus ada dan menebarkan senyuman pada wajah kita saat mengingatnya, semoga.

Hari ini, saat kita kembali berjumpa, tersenyum saling menguatkan dan bergenggaman tangan saling mengingatkan. Aku ingin kebersamaan kita ini selalu ada dan abadi di dinding hati kita. Hingga kelak saat kita sudah tidak bersama lagi, karena berjauhan raga, kita dapat bernostalgia. Ha? Sungguh lega rasa nya, ketika kita bersua, wajahmu dalam kondisi berseri-seri, teman. Wajah yang mendamaikan pikiranku saat melihatmu dan menyejukkan hatiku saat membersamaimu. Wahai, tolong jaga wajahmu selalu tersenyum ya. Karena aku suka dan senang menyaksikan wajah penuh senyuman. Sehingga tanpa perlu berpikir panjang lagi, tiba-tiba wajahku sudah menebarkan senyuman pula. Senyuman untukmu, aku tersenyum bersamamu.

Wahai teman, engkau yang ku cintai karena Allah. Allah yang memberi kita kesempatan untuk berkenalan, berteman dan bersama seperti saat ini. Hingga terurai kenangan tentang kita di sini. Sungguh, kebahagiaan ini tidak akan dapat terlupakan. Kebahagiaan yang indah dan sulit bagiku untuk merumuskannya dalam rangkaian kata. Apalagi untuk menjelaskan. Walau demikian, aku sangat ingin ia selalu ada. Maka ku upaya jua untuk menyusun huruf-huruf semampu ku dengan demikian paragraf sederhana ini ada. Dengan satu tujuan, untuk mengabadikan kisah persahabatan kita pada suatu hari dalam indahnya kebersamaan. Ai! Bersyukur aku membersamaimu, teman. Bersyukur aku menjadi bagian dari beberapa menit waktumu. Semoga niat tulusmu berteman, berbuah sakinah di dalam hati. Sebagaimana yang aku alami bersamamu. Alhamdulillah… bersyukurku tiada henti dan akan terus ku tambah. Agar aku mengerti betapa Allah senantiasa memperhatikan kita.

Teman… sungguh aku menikmati saat-saat kebersamaan kita. Sebagaimana aku menghayati saat-saat sunyi jauh darimu.

Wahai teman, semoga begitu pula hal nya dengan yang engkau rasakan, yaa. ^__^ Terima kasih teman… terima kasih untuk cinta dan sayang yang tidak terucapkan, mungkin. Namun semua kasih sayang dan cintamu engkau sikapkan pada tingkah lakumu dan indahnya akhlakmu. Sehingga darimu aku belajar banyak hal. Ya, aku belajar darimu yang penuh kepedulian padaku. Walau terkadang aku abai padamu. Namun engkau tetap peduli. Hiks. Engkau membuatku terharu.

Wahai teman… Dalam berbagai waktu terbaik sepanjang kebersamaan kita, aku sering memperhatikanmu. Sedangkan saat jauh darimu, aku belajar dan merangkai hikmah yang ku petik darimu. Baik dari tutur kata dan bahasamu, dari sikapmu, maupun dari ekspresi yang engkau jaga selalu. Ekspresi penuh kebahagiaan, kebahagiaan yang menebar padaku. Ekspresi yang pada nya ada kekuatan, keteguhan, pun kesabaran. Sempurna sudah aku mempunyai teman sebaik engkau. Engkau yang ramah, murah berbagi, senang menolong, penyejuk hati dan penenteram pikiran. Semova Allah yang Maha baik senantiasa memudahkan berbagai proses yang engkau tempuh dalam mencapai cita dan impianmu, yaa…
I love you ukhti… shaleha…

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s