Reporter in Action

Beginilah jadinya kalau aktivitas menyusun laporan sudah selesai. Kini di sini saat nya menyusun laporan tentang perjalanan kehidupan ku di dunia.

Bagaimana cara…?
Berapa lama…?
Siapa saja…?
Apa hasil…?
Di mana…?
Setelah semua pertanyaan tersebut terjawab. Maka kita boleh berehat sejenak. Sebelum pertanyaan berikutnya bermunculan. Dan kita perlu berupaya menemukan jawabannya. Ya, let’s smiling first, dear. 😉

Hampir kita tidak menyadari. Bahwa ternyata dalam hari demi hari yang kita jalani, banyak hikmah dan pesan berharga untuk kita. Pesan yang perlu kita pahami benar-benar. Pesan yang mesti menterjagakan kita lagi, setelah sekian lama terbuai mimpi. Pesan yang datang menemui kita atau kita yang menjemputnya? Sama saja. Karena intinya pesan tersebut ada karena kita ada. Ia ada untuk mengingatkan kita.

Hari ini, pagi-pagi sekali aku menerima pesan penting. Pesan yang mengingatkan aku lagi tentang satu hal penting dalam kehidupan ku. Dalam kehidupan kita. Ya.

Setelah ku perhatikan, pesan tersebut ditulis semalam. Sedangkan aku baru membacanya tadi pagi. Pesan yang berisi pertanyaan tentang bagaimana? Lalu membuat aku bertanya siapa…? Haha. Selalu saja, aku perlu meyakinkan dan mengingatkan diri ini lagi. Tanpa perlu bertanya-tanya. Karena tentang siapa, kapan, di mana, berapa lama dan bagaimana? Sesungguhnya telah tertulis nyata di permulaan aku tercipta. Ya, kita.

Ehmmm…

Hari ini. Saat aku telah terlupa dengan sebuah aktivitas penting dalam hidupku. Ketika aku sedang asyik dengan rutinitas genting. Saat aku sedang bergiat dengan hari-hari yang akhir-akhir ini membuatku tak lagi bertanya. Tiba-tiba aku kembali terjaga. Terjaga segera. Lalu bangkit dari duduk dan kemudian melangkah. Ya, aku ingin terus kan langkah-langkah ini lagi. Setelah satu aktivitas berlalu. Setelah laporan selesai. Aku ingin teruskan perjalanan ini. Bersama sahabat baikku. Will you join us?

Engkau yang juga mempunyai dunia mu sebelum berjumpa denganku. Engkau yang sama dengan ku walau ada beda. Engkau yang mempunyai cita pun harapan. Engkau yang mempunyai masa lalu juga masa depan. Masa lalu mu adalah milikmu. Begitu pun aku. Sedangkan masa depan engkau dan aku adalah masa depan kita. So, mariii kita melangkah bersama, yuuuk.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂 🙂 🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close