Pagi ini, mentari pun tersenyum dari sisi langit timur. Bersama kumpulan awan yang menyertai, mereka saling berangkulan, bergenggaman dan terlihat sangat akrab. Keakraban yang kembali berulang semenjak lama aku menyaksikan keadaan serupa.

Ya, mentari yang ramah dan mudah tersenyum, sangat akrab dengan awan yang mudah berubah. Awan yang terkadang putih, kelabu, kehitaman, biru nan manis, hingga jingga kelihatannya. Bahkan aku pun pernah menyaksikan awan berwarna ungu muda. Ya, bahkan berwarna pink pernah pula. Aurora? Warna nya toska dan sangat anggun. Mereka adalah ciptaan Allah di atas sana, yang mata ini mampu menyaksikannya. Alhamdulillah.

Awan, mentari, aurora dan lainnya adalah pemandangan yang sangat indah. Keindahan yang mengajakku berpikir, merenungkan, lalu bersegera mengenal diri. Kami semua adalah ciptaan Allah. Maka layaklah kami saling mempunyai ketertarikan, keterikatan, ingatan, hingga keinginan untuk kembali menyaksikannya.

Seperti waktu-waktu yang lalu, pagi ini aku kembali melakukan aktivitas serupa. Mengangkat wajah ke arah langit timur, kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan asyik menikmati alam dengan sesekali menutup mata perlahan. Lalu ku rasakan semilir angin menerpa wajah ini. Hingga kesejukkan pun mengalir ke seluruh pori-pori. Terkadang dingin menusuk hingga ke tulang, membuat gemetar persendian. Ah… aku jadi ingat kisah beberapa tahun yang lalu. Hohooo. Awal datang ke Bandung sore hari disambut gerimis nan romantis. Lalu keesokkan harinya, persendianku menggigil saat menyentuh air. Sungguh! Pengalaman yang unik bin ajib. Aku terharu. Namun pada saat itu, aku tidak menyaksikan sisi langit bagian timur. Sehingga tidak tahu apakah mentari pagi bersinar?

Hampir mirip dengan kondisi pagi yang sudah lama berlalu, pagi ini aku kembali mengalami nuansa serupa. Sedangkan mentari pagi sedang tersenyum, ia mengintip dari balik awan. Terlihat ia sangat damai di sana, bersama kesejukkan. Wahai mentari, tetaplah tersenyum, meneruskan bakti dan memberikan bukti. Bahwa engkau benar-benar berarti bagi kami, semua ciptaan Allah di bumi.

Wahai mentari, saat engkau tidak terlihat mata, ketika tertutupi awan aku mempertanyakan keberadaanmu. Sudah sampai di manakah engkau hari ini? Namun ketika sesekali engkau mengintip dan berkerlip, seraya tersenyum, maka aku pun tersenyum padamu. Haiii… tahukah engkau bahwa aku belajar banyak darimu, mentari. Karena engkau menerangi hingga ke relung hatiku. Engkau berarti dan beri ku keyakinan bahwa aku pun mampu tersenyum seperti mu. Engkau mengalirkan semangat padaku lagi dan lagi. Agar aku bersegera dan melanjutkan langkah lalu berlari. Berlari menjemput cita dan membersamainya. Ya, memang tidak mudah, wahai mentari. Namun engkau menegaskan lagi, "Berjanjilah pada diri sendiri, lalu berikan bukti padanya bahwa engkau bisa lebih baik dari hari ini. Engkau mampu menjadi dirimu yang berarti dan penuh senyuman dalam hari-hari. Bermula semenjak pagi, hingga kelam malam menutup hari. Lalu seiring dengan hadirnya mentari pagi esok hari, engkau pun tersenyum bersamanya.🙂 Senyuman penuh rasa syukur dan terima kasih kepadaNya yang mengizinkan engkau masih menghirup segarnya udara pagi hari."

Sungguh nikmatNya yang mana lagi yang ku dustakan? Apabila untuk menghirup segarnya udara pagi aku bebaaaas. Saat menyaksikan sinar mentari pagi mata ini dapat melepassssskan arah pandangnya. Sedangkan senyuman penuh kehangatan adalah bonus dari mentari atas persahabatan kami sebagai sesama ciptaanNya."

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s