Seorang teman memberi hadiah tadi, sebuah craft cokelat nan lucu. Beliau berpesan, produsennya Najmi Craft. Masing-masing kami dapat satu. Karena kebetulan jumlah kami ada enam orang. Sebenarnya, ada banyak warna yang beliau tawarkan, seperti warna perak nan elegan dengan manik-manik mengkilap bak mutiara, ada biru yang berenda, putih nan beruntai aneka kembang, dan cokelat nan menawan. Maka aku pilih cokelat, sedangkan teman yang lain memilih warna-warna yang berbeda pula. Alhamdulillah, terimakasih teh Pipit, yaa. Beliau sebagai perantara sampainya salah satu produk dari Najmi Craft kepada kami. Unik dan lucu serta menarik. Sungguh, aku menyukainya.

Ku pandangi dan ku pandang lagi rupa wujudnya. Ku perhatikan dengan saksama. Setiap sudut dan detailnya ku colek dan ku pelajari. Lalu ku buka bungkusnya berupa kotak kecil berpita emas. Ini aktivitasku sesaat setelah sampai di kostan. Karena tadi setelah menerima sang souvenir, langsung ku simpan di dalam tas. Dan baru ingat lagi saat berberes tas, sore ini. Hehee.😀 *info ga penting yaa. Tapi, yasudahlah.

Ku buka pita berwarna keemasan dengan saksama, hati-hati dan perlahan. Lalu jemaripun menyentuh sebuah bross nan lucu. Kemudian ku potret untuk mengabadikannya dalam catatan hari ini ku. Agar aku ingat pada suatu hari nanti. Bahwa aku pernah berkenalan dengan Najmi Craft, walau kami belum pernah bersua. Dear Najmi Craft, terus berkreasi, yaa. Semoga produk yang engkau hasilkan mendunia dan berkualitas terbaik. Seiring dengan bertambahnya peminat dan pelanggan produk craft yang engkau cipta. Aih, sepertinya asyik yaa, punya usaha sendiri seperti Najmi Craft ini. Inspirasi. Engkau membuatku terinspirasi, wahai Najmi Craft.

Sering ku mendengar produsen-produsen yang mencipta sejenis bross begini. Seorang teman baikku pun sama. Teh Dinda namanya. Beliau juga sedang aktif memproduksi aneka jenis kreasi bross dari bahan renda, manik, dan bahan-bahan kain lainnya. Karena akhir-akhir ini memang sedang trend produk yang sama. Wahai, semoga bermanfaat buat sesama dan bernilai guna tinggi, ya.

Beberapa waktu lalu, aku ingat bahwa aku pernah berbagi sebuah benda dengan jenis sama pada seorang teman. Namun kini aku menerima benda serupa walau berbeda. Bahkan lebih cantik dan aku sangat menyukainya. Maka aku ingin memetik hikmah darinya. Bahwa, engkau akan menerima apapun yang semestinya engkau terima, jika engkau memang berhak. Maka, apabila ingin memberi, memberi saja lah, teman. Dengan tidak perlu mengharap kembali. Walau akhirnya ia akan kembali namun dengan wujud lain. Bermudah-mudahlah berbagi. Apapun. Pada siapapun. Karena kita tidak tahu pasti siapa yang akan membalas atau dalam bentuk apakah? Hanya yakini benar-benar di dalam hati. Bahwa rezeki kita sudah terukur. Hanya perlu kepercayaan dan keyakinan tentang hal ini. Lalu, teruslah bergerak, berusaha dan memberi. Pemberian dalam bentuk apapun yang engkau mampu berikan. Apakah sepotong kue bolu rasa cokelat? Sebutir permen? Seulas senyuman? Dan lain sebagainya. Intinya adalah… hidup kita di dunia ini adalah untuk sebanyak-banyaknya memberi, berbagi dan membahagiakan hati dengan kebaikan demi kebaikan yang kita lakukan. Karena ia sangat senang melakukannya.

***

Just share an experience. Share it everytime you wish. It will back to you, soon. That will happen after you are forgetting it, maybe.

***

Oiya, teman. Ingat tentang berbagi, dalam kesempatan terbaik ini aku ingin menyelipkan sebuah catatan kecil dari beliau guruku. Beliau yang menyampaikan kepada kami dalam pertemuan pagi hari ini. Beliau berpesan, pesan yang dikutip dari hadist … belum teringat olehku sumbernya. Bahwa setiap mukmin dengan mukmin lainnya mempunyai hak dan kewajiban, ada 6 (enam) yaitu:
1. Apabila bertemu, ucapkanlah "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh – sebagai doa terbaik untuk saudara kita. Beliau menjelaskan pula bahwa kelompok yang jumlahnya sedikit menyapa terlebih dahulu, yang kecil menyapa terlebih dahulu pada yang lebih tua. Lalu;

2. Berilah nasihat apabila mereka memintamu untuk menasihatinya (kepada mukmin yang lain).

3. Memenuhi undangannya apabila engkau diundang

4. Menjawab hamdalah, apabila ia bersin dengan yarhamukallah

5. Menjenguk apabila ia sakit.

6. Menguburkan apabila ia meninggal.

Demikian, kesimpulannya bahwa setiap mukmin mempunyai hak dan kewajiban atas mukmin yang lainnya. Semoga bermanfaat, teman.

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s