Ada tujuan yang menanti di depan sana. Walaupun jauh di mata, namun aku percaya bahwa langkah-langkah kecil ini akan menyampaikanku padanya. Ya, tujuan bahagia selamanya.

Bahagia. Ya, bahagia yang ku tuju sudah membentangkan sayap-sayap cintanya sejak lama. Sayap-sayap yang masih mengepak dan akan senantiasa begitu. Sayap-sayap yang siap mengajakku serta bersamanya ke mana pun aku mau. Sayap-sayap yang kokoh nan mengepak membelah awan, menyusuri lembah, kemudian membumbung tinggi ke angkasa, mendekati matahari yang bersinar cemerlang, lalu menukik turun hingga ke dasar laut terdalam. Ai! Sungguh ku ingin terbang bebas bersamanya untuk menikmati detik-detik kebersamaan kami yang berkepanjangan. Kebersamaan yang selamanya dan terus begitu. Kebersamaan yang berlanjut semenjak kami bersama. Kebersamaan dengan bahagia yang nyata adanya, tepat di depan mata. Kebahagiaan yang nyata, ia benar-benar ada.

Selama perjalanan dalam kehidupan ini, memang ia pernah menghampiriku sesekali. Tidak jarang pula aku yang menyapanya berulangkali. Kebahagiaan yang membuatku mau tersenyum lagi dan lagi, saat mengingatnya ketika ia sempat pergi. Kebahagiaan yang terkadang mencandaiku semaunya. Yah, karena ia ingin membuatku mau berekspresi lagi. Ekspresi yang tentu tidak sama dari sebelumnya. Ekspresi yang bertambah dan bertumbuh lalu memekar indah di ruang hari ini. Ekspresi berbentuk senyuman yang semakin lebar, pun kerling bola mata yang semakin hidup. Hanya perlu waktu, butuh masa dan kesediaan untuk mewujudkan semua. Hanya beberapa lama lagi, bahagia itu ada. Bisikku pada sekeping hati ini, saat ku temui ia sedang mengingat bahagia nan jauh di sana.

Bahagia. Terkadang aku menginginkannya ada. Terkadang pula aku mengharapkannya mendekat. Namun terkadang bahkan sering ya, aku terlupa bahwa sebenarnya ia tidak sekalipun meninggalkanku. Ya, bahagia yang setia menemaniku dengan bahagia, sesungguhnya senantiasa dekat denganku. Namun aku terkadang tidak menyadari kebersamaanku dengan nya. Bahagia itu ada di dalam diri ini, ia ada dan nyata. Ah… betapa aku mudah mengabaikannya. Padahal tidak sekalipun ia pergi, tidak juga sedetik.

Bahagia. Saat engkau mengingatinya, apakah yang terbayang olehmu, teman? Apabila digambarkan dalam bentuk gambar-gambar, maka gambar seperti apakah yang engkau lukiskan untuk mendeskripsikan bahagia itu, teman? Apabila dituliskan dalam kata-kata, berapa huruf yang mewakili bahagia menurutmu? Lalu saat difokuskan pada satu objek, siapakah bahagiamu?

Bahagia. Terkadang sulit menjelaskan tentang bahagia. Terkadang sangat mudah menjelaskan tentang bahagia.

Seorang teman pernah menjelaskan padaku tentang bahagianya, bahwa menurutnya ia bahagia saat menikah. Membangun keluarga dengan pasangan hati yang saat beliau menjelaskan tersebut, si dia belum di sisi, masih jauh di mata. Maka beliau bilang bahwa aku menikah untuk bahagia. Selain itu, ada pula yang menyatakan bahwa ia bahagia saat melihat orangtuanya bahagia. Itu aku. Ya, karena aku akan berbahagia kalau orang-orang yang ku sayangi dan menyayangiku berbahagia. Maka pada saat itu, kebahagiaanku utuh sempurna. Kebahagiaan yang sesungguhnya. Namun saat masih ku temukan ketidakbahagiaan pada beliau yang ku sayangi dan menyayangiku, maka kebahagiaanku masih jauh di mata. Karena aku bahagia bila beliau bahagia, begitu pun sebaliknya. Ketidakbahagiaan beliau dapat mengikis bahagia ku.

Ada sekepak sayap yang sedang melayang indah di atas sana. Sayap yang belum sempurna saat ku tidak bersamanya. Sayap yang masih berjuang untuk meneruskan perjuangannya mengitari angkasa. Sayap yang membutuhkan kehadiranku bersamanya. Sayap yang akan mengepak sempurna di sisi kiri dan kanan bersamaku. Dan aku sedang menyaksikannya dari sini, di tempat ku sedang melanjutkan langkah-langkah ini… Semoga kebahagiaan kami sempurna, walau masih belum bersama. Karena aku yakin dan percaya bahwa CINTA-NYA yang mempertemukan kami dan menguatkan kami saat berjauhan.

Bahagia, walau engkau di langit, ingin ku raih. Meski engkau jauh, ingin ku dekati meski dengan langkah-langkah kecilku ini. Aku yakin bisa, dengan kekuatan CINTA.😀

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s