Haii teman… Bagaimana kabar hati…?
Apakah senyuman bersetia menghiasi wajahmu, teman? Senyuman penuh ketulusan dan keikhlasan yang berasal dari dalam hatimu nan menawan. Senyuman yang memancar pada wajahmu, teman. Wajah yang hingga saat ini bertaburan senyuman. Adakah teman?

Akhirnyaaaa… kita pun sampai pada awal tahun dua ribu lima belas. Tahun yang semoga bersamanya kita seringkali bersama senyuman. Tahun yang selama ini belum pernah kita temui. Ya, karena ia adalah tahun baru masehi. Tahun sebagai penanda bagi kita bahwa usia kita pun perlahan berkurang. Karena di dalam tahun ini, tahun 2015 terdapat bulan, hari, detik yang menjadi penanda. Ah, sepanjang pengetahuanku, mereka semua tidak pernah henti menjalankan tugasnya. Ia datang tepat waktu dan pergi ketika saat nya sudah tiba. Ya, mereka sungguh istiqamah dan konsisten dalam menjalankan bakti. Lalu kita? Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah istiqamah dengan rencana yang kita punya? Aku masih belajar. Xixiii…. Karena ternyata tidak mudah, teman.

Mempunyai wajah yang penuh senyuman adalah impianku sejak lama. Ya, wajah penuh senyuman yang selama ini aku impikan, ternyata tidak mudah mewujudkannya. Karena butuh banyak praktik dan latihan, berlatih dan kemudian berjuang untuk mewujudkan. Perjuangan yang ku mulai rutinkan dalam waktu-waktu semenjak impian itu mulai tercipta. Maka, belajar tersenyum adalah salah satu aktivitas yang aku ingin teruskan dalam perjalanan kehidupanku. Termasuk dalam tahun 2015 ini. Sebagai resolusi yang abadi dalam hidupku. Dan engkau, bagaimana denganmu teman? Apakah resolusi tahun 2015 mu?

Awal tahun masehi yang indah dan penuh senyuman, pernah ada dalam impian lalu ku. Impian yang ku jaga selalu dan mewujudkannya selalu. Perwujudan yang perlu perjuangan, membutuhkan banyak kesabaran, perlu peningkatan keimanan agar dapat tersenyum indah dan satu lagi adalah memperoleh ridha Allah dalam setiap langkah-langkahku. Agar senyuman dapat segera mengembang dengan indah di wajah sebagai bentuk syukurku dalam perjalanan. Perjalanan hidup yang kita tidak pernah tahu kapan berakhirnya, teman. Perjalanan yang sedang kita tempuh dan akan berujung pada tujuan. Sedangkan jangka waktunya, kita tidak pernah tahu. The secret of Allah… tentang usia kita di dunia. Oleh karena itu, mari segera kita berbenah, memperbaiki diri dengan muhasabah dan bersegera pada kebaikan yang Allah perintahkan.

Pada tahun-tahun yang telah berlalu, tentu kita mempunyai cita-cita yang ingin kita capai, bukan? Lalu apakah ia tercapai semuanya, teman? Sebagian kah? Atau bahkan tidak ada sama sekali yang mampu kita raih? Semoga semua tercapai ya, sebagai bukti dari kerja keras dan keistiqamahan yang engkau lakukan. Sedangkan kalau belum tercapai, maka kesabaran dalam iman yang terus bertumbuh adalah pilihan. Kesabaran yang muncul karena tingginya keyakinan kepada Allah. Bahwa Allah sungguh Maha Tahu segala kebutuhan kita. Sedangkan saat impian belum menjadi kenyataan, mungkin ia masih berupa keinginan yang tidak sangat perlu kita butuhkan. Makanya Allah tunda dulu, hingga kita benar-benar membutuhkan. Maka tetap jaga interaksi kita dengan-Nya. Ingat Allah selalu, Dia Yang Mematikan dan Menghidupan kita. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Maka memohonlah kepadaNya selalu, agar Allah menitipkan pada kita, titipan yang benar-benar kita mampu untuk menjaganya. Termasuk senyuman. Semua mesti karena Allah, karena senyuman yang ikhlas dan tulus berasal dari dalam hati akan kembali ke hati. Sesiapa pun yang menerimanya akan turut tersenyum pula. So, mau tunggu apa lagi, teman. Segera yuks kita tersenyum saat ini.🙂 Hmmmm… Tidak mudah yaa? Maka belajarlah. Belajar tersenyum itu mudah dan indah. Semoga istiqamah, yah.

Belajar tersenyum. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan saat kita sedang penuh perjuangan untuk belajar tersenyum Salah satu cara adalah dengan tersenyum beberapa saat di depan cermin. Atau kalau tidak ada cermin, pandanglah kamera hape lalu selfie. Hehe. Lalu saksikan hasilnya? Engkau akan senyum lagi dan menjadi ketagihan. So simple, bukan?

Belajar tersenyum dapat kita lakukan sendiri atau bersama teman-teman. Karena latihan ini sungguh sangat menyenangkan, maka jangan sampai ketinggalan, hayuuu segerakan!😀

Hari ini, pada awal tahun dua ribu lima belas, aku sendirian. Iya, sendiri yang berkesan dalam sebuah masa di dalam kehidupanku. Sendiri yang membuatku banyak berpikir dan menghiasi hari-hari dengan banyak perenungan. Dan ketika sendiri pula aku dapat kesempatan untuk merangkai senyuman ini untukmu, teman. Senyuman yang ku rangkai dalam banyak kesempatan terbaik. Senyuman yang ku rangkai dari hari ke hari. Senyuman yang berupa rangkaian tulisan. Yah. Karena menulis adalah merangkai senyuman. Senyuman yang mensenyumkan sesiapa saja yang menerimanya. Senyuman nan penuh kesejukan dan kedamaian. Senyuman dari hati.😉

Tersenyum dari hati, memang tidak mudah, teman. Apalagi menuliskan suara hati. Karena kita perlu banyak latihan dan perjuangan berkelanjutan. Bahkan sepanjang sisa usia, ia akan terus berlangsung. Karena hati adalah dalam kondisi berbolak balik. Ia dapat berubah kapan saja. Hati kita yang berada dalam genggaman Allah, terkadang kita tidak dapat mengendalikannya. Sehingga muncullah yang namanya emosi. Hiiiyy bersyukurlah kalau emosi kita menghadirkan hal positif. Namun kalau negatif, hati-hati lho… bisa berakibat fatal bagi yang menerimanya. Atau bahkan bagi diri kita sendiri yang mengeluarkannya dari dalam hati. Maka dengan begini, belajar menata hati adalah aktivitas berikutnya yang perlu kita lakukan dalam rangka belajar tersenyum.

Menata hati setiap hari adalah aktivitas berkelanjutan berikutnya yang dapat kita lakukan. Menatanya lagi dan lagi, dengan terus memohon kepada pemilik hati. Agar Allah Yang Maha Baik, membaikkan hati hati kita, ya. Harap Allah Yang Maha Lembut, melembutkannya. Agar Allah Yang Maha Kaya, mengkayakan ia pula. Sehingga kita dapat menjalani kehidupan di dunia ini dengan ingatan berlebih kepada-Nya. Bahkan melebihi ingatan kita pada sesiapapun juga.

Yaa Allah… Mudahkanlah proses yang kami tempuh dalam menjalani tahun 2015 ini. Hingga pengujungnya nanti. Aamin.

Yaa… Allah… Jadikan tahun 2015 ini penuh dengan senyuman di hati dan wajah kami. Senyuman yang hadir karena ingatan kami kepadaMu. Karena Engkau Yang Memiliki kami dan kami pun akan kembali kepadaMu. Harap khusnul khatimah menjadi akhir perjalanan kami di dunia. Akhir yang indah, karena kami bahagia sedang menuju kepadaMu. Aamiin ya Allah…
***

"Selamat melanjutkan aktivitas penuh semangat dan semoga sukses selalu, yaa. Sampai berjumpa lagi di hari esok bertabur senyuman yang lebih cerah dan indah…"
🙂🙂🙂

Keep Istiqamah & Salam Ukhuwah,
~My Surya~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s