Bagiku senyuman sangat berarti. Ia penting dan sangat bermakna. Lalu bagimu, seberapa pentingkah senyuman, teman?

Kalau aku, saat berjumpa dengan wajah yang tanpa senyuman, maka membuat aku berpikir dan bertanya-tanya. Mengapa, oh bagaimana cara agar wajah yang ada di hadapanku dapat tersenyum? Lalu aku pun menyapa beliau yang ingin ku lihat senyuman menebar indah di wajahnya.

Kalau engkau, bagaimana teman? Apakah yang engkau lakukan kalau ingin menyaksikan selembar wajah tersenyum di hadapanmu? Wajah yang sebelumnya tanpa senyuman.

Menurutku, tersenyum itu susah susah gampang. Ya, susah kalau kita tidak terbiasa tersenyum. Dan sangat gampang kalau kita sering berlatih untuk menebarkan senyuman pada wajah. Bukankah bisa itu karena biasa? Begitu pula dengan senyuman. Ia akan dengan mudah menebar pada wajah kita kalau kita terbiasa dan membiasakan wajah tersenyum.

***

Apabila sangat sulit bagi kita untuk tersenyum, maka berkumpullah dengan orang-orang yang penuh dengan senyuman. Maka seiring bergulirnya waktu, kita akan terbawa dalam kebiasaan tersenyum. Walaupun kita tidak menyadarinya. Meskipun kita tidak mengingini nya. Namun benar adanya bahwa lingkungan ternyata sangat penting.

Di dalam pergaulan bersama orang-orang di lingkungan yang sama, ada kalanya kita terpengaruh kalau kita kurang mampu memberikan pengaruh. Namun ada waktunya kita yang mempengaruhi kalau kita sudah cukup kuat untuk memberikan pengaruh. Lalu, pengaruh seperti apakah yang kita berikan pada lingkungan kita? Atau pengaruh seperti apakah yang lingkungan berikan pada kita?

Hidup di dunia ini, tidak mudah rupanya. Pun tidak selalu sesulit yang kita bayangkan. Karena dunia ini adalah panggung sandiwara. Tempat di mana kita dapat berkreasi sebanyak-banyaknya dan berekspresi dengan sebaik-baiknya. Kalau ingin tersenyum, ya tersenyum segera. Begitu pula dengan sebaliknya. Berekspresilah sesuai dengan keadaan terbaik yang kita inginkan. Karena, di dunia, kita berjumpa dengan beaneka ekspresi pula. Terkadang kita melihat wajah tersenyum, wajah mengkerut karena himpitan beban dalam pikiran, atau kita juga pernah berjumpa degan wajah tanpa ekspresi, bukan??

***

Sebahagia apapun kita dalam menjalani kehidupan, kita akan pernah berjumpa dengan ekspresi yang membuat kita bertanya, "Mengapa ada airmata? Mengapa ada duka dan terluka? Mengapa ada keadaan yang tidak kita inginkan, sehingga membuat kita terkadang tidak suka menjalaninya? Mengapa? Mengapa tidak datar-datar saja, dan berlangsung dengan ritme yang sama? Mengapa harus ada gejolak di dalam dada, perbedaan pola pikir dan beraneka cara pandang? Mengapa semua ada? Padahal kita tidak selalu dalam kondisi bersedia menjalaninya. Namun akhirnya kita jalani juga.

Adanya ketidaksukaan dalam kehidupan di dunia ini, sudah biasa. Keadaan yang membuat kita agar bersedia tersenyum lagi setelahnya. Atau langsung mensenyuminya saat ia datang menghampiri kita, tanpa perlu kita pertanyakan lagi. Karena kita sudah mengerti bahwa ternyata kehidupan di dunia memang demikian adanya. Kehidupan yang akan penuh dengan senyuman, kalau kita membawa senyuman tersebut kapan saja dan di mana saja kita berada, bersama siapa saja.

So, sudah siapkah kita untuk membersamai senyuman lebih sering, teman? Senyuman yang membuat wajah kita menjadi lebih segar, cepat bahagia dan pikiran kita lepas serta menenangkan hati sesiapa saja yang memandang. Tentu saja, senyuman yang berasal dari hati. Agar sampai pula ke hati.

MY SURYA
about.me/symarya

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s