Seorang teman yang saya temui di persimpangan pernah berkata, "Melangkahlah dengan sempurna. Ayunkanlah kaki kiri dan kanan secara bergantian. Maka pada saat itu akan terasa bahwa kedamaian sungguh dekat.

Kita memang tidak selalu sama-sama berada di depan. Tidak pula seluruhnya di belakang. Namun dengan saling memberikan kesempatan kepada teman, maka kita menjadi lebih baik. So, miliki toleransi dalam berbagai keadaan. Untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan senyuman.

Pesan teman ku bernama Mentari.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s