Terkadang kita terlambat menyadari. Sudah begitu lama ia meninggalkan kita. Dan kita baru tersadar setelah ia tiada. Dan ternyata, kita tidak memiliki cukup banyak prasasti saat bersamanya. Nah! Setelah mengetahui ketiadaannya, kita pun bergerak tergesa-gesa. Dengan harapan masih mempunyai kesempatan untuk bersama-sama dengannya,. Meskipun hanya melalui pandangan mata yang kita layangkan ringan.

Kita pun menyesal, seraya bergumam pelan. Ah… andai saja dulu…

Namun semua itu tiada artinya lagi. Ketika kita baru menyesal di kemudian hari. Bukankah kita telah memiliki banyak waktu terluang sebelumnya? Namun kita seakan tidak memilikinya. Ya, waktu yang tersisa, semoga dapat kita manfaatkan dengan kegiatan yang berguna. Sedangkan ia yang telah meniggalkan kita, relakan saja. Jadikan pengalaman. Adapun tentang prasasti yang tidak sempat kita ukir selama bersamanya, semoga membuat kita masih mau mengukirnya saat ini.

Waktu pergi dan berlalu.
Derunya bergemuruh dan menderu.
Bagi sesiapa saja yang sering-sering terpaku, akan menjadi masa lalu.
Sedangkan waktu akan terus melaju.
Ia tidak pernah mau menunggu.
Namun hanya mau bersama dengan sesiapapun yang ingin maju.

Waktuku tidak lama, hanya beberapa detik saja bersamamu.
Hariku tidak ada lagi, hanya hari ini saja kita bersama.
Sedangkan diriku tidak sempurna, tanpamu bersamaku.

Wahai sang waktu,
Engkau terus memperingatkanku, mengingatkanku,
Bahwa sedetik engkau berlalu, tidak akan kembali lagi.
Sedangkan aku? Hanya akan menjadi diriku yang dulu, kalau saja tidak ikut denganmu.

Oh, baru ku sadar.
Setelah engkau pergi dariku.

Ingin ku berbisik, "Tunggu aku, sejenak saja. Karena aku sedang berkemas."

Namun lesatmu memberikan jawaban, "Aku tidak bisa menunggu, hanya ingin berlalu."

Lalu, ku pandangi engkau seiring dengan gerak yang ku segerakan. Agar tidak lagi kehilangan engkau. Seperti aku kehilangan waktu-waktu ku yang telah berlalu.

Dan engkau pun merengkuh jemariku. Seraya menyampaikan janji bahwa, "Kita bersama selamanya, selama engkau ingat padaku."

Dan saat ini, aku ada untuk menyusun detikmu. Agar aku tahu, bahwa kita pernah bersama, saat ini.

Best Regards,
~ My Surya~
http://about.me/symarya

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s