Menumpang Kasih
Menumpang Kasih (Photo credit: norhafydzahmahfodz™)

“Kasih Sayang…,” begini aku biasa memanggilnya. Ia adalah gadis kecil yang lucu.
“Kasih usia berapa?” aku ingin tahu. Mendapat pertanyaan tersebut, Kasih pun tersenyum padaku. Senyuman khas yang terbit dari wajahnya, memberi peluang pada sebuah gigi susu gingsulnya untuk menampakkan diri. Ya, gigi masa bayinya belum semuanya berganti.

***

Hampir setiap hari aku bersua dengan Kasih, di sini. Di tempat ini, di lokasi aku beraktivitas sehari-hari. Dan saat kami bersua lagi, aku ingin tahu lebih banyak tentangnya.
“Tanggal berapa lahirnya, Kasih?” tanyaku pada kesempatan sore ini.
“Tanggal 26 Agustus 2006,” jawabnya malu-malu, seraya tersenyum centil. Iiiich, ingin ku cubit dua pipinya yang tipis. Namun urung. Hanya mampu ku pandangi kedua bola mata lugunya dengan syahdu. Dengan cara begini, aku teringatkan pada masa kecil ku dulu. Aku bukan gadis kecil yang periang, seperti halnya Kasih yang ku sayang.

***

Kasih. Hampir setiap kali kami bertatap, maka dapat dipastikan bahwa kasih tersenyum pada ku. Karena saat awal pertemuan kami, aku selalu memanggilnya dengan sapaan khas “Kasih Sayaaang,” dengan lembut. Dan sapaan tersebut sudah cukup membuat wajah belia Kasih menjadi tersipu, malu. Aku suka anak-anak kecil. Apalagi yang periang dan senang tersenyum.

Sejenak kami pun bercakap-cakap sore ini. Dari pemaparannya tadi, ternyata Kasih telah kelas satu esDe. Oia, aku pernah menanyakan nama panjang Kasih. Namun saat menulis tentang Kasih saat ini, aku sedang lupa. Karena setelah menanyakan nama panjang Kasih, saat itu, aku tidak langsung mencatatnya. Aaa… ingatan ku ini memang membuat ku ingin bertanya lagi saat ini, “Ada apa denganmu?.”

But, tidak mengapa. Semoga esok kami dapat bersua lagi. Untuk ku tanyakan nama panjangnya. Karena sekarang tidak bisa lagi, berhubung Kasih sudah pulang ke rumahnya. Tadi Kasih bilang gitu, beberapa saat sebelum kami berpisah. Dan akan aku lanjutkan lagi cerita tentang Kasih, kepadamu, teman.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s