Mother’s and Father’s Anniversary

Dengan sepenuh cinta, setulus hati yang berseri, terkirim doa beruntai-untai teruntuk beliau ‘Ayah dan Bunda’. Setelah genap sepuluh tahun lamanya membangun keluarga, beliau semoga senantiasa dalam naungan hidayah, berkah dan bertaburan bahagia, aamiin.

Pada tanggal tiga puluh November, bertepatan dengan hari lahir salah seorang kakak laki-laki ku, kebahagiaan di hati ini kembali meruah. Karena pada tahun ini, Ayah dan Bunda tempat ku bernaung semenjak beberapa tahun terakhir, untuk melanjutkan aktivitas, merayakan Anniversary ke – 10. Selamat ku ucapkan kepada beliau, dalam balutan suara yang menjadi susunan kata. Semoga sampai pada waktunya.

Kelak, ketika aku berumah tangga, ingin pula membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dengan berkah yang berlimpah-limpah. Sehingga dapat pula berbagi tidak hanya dalam hari-hari tertentu. Namun pada berbagai kesempatan dan banyak keadaan terhadap sesiapa saja. Ya, sebagaimana yang aku alami saat berada bersama beliau. Banyak kebaikan beliau yang aku terima. Banyak nasihat dari beliau yang melekat di jiwa. Banyak pula kesadaran yang membersamai pikir ini. Yah, Ayah dan Bunda meneladankan ku akan banyak hal. Termasuk satu di antaranya adalah berbagi.

Aku kini masih di sini, sehingga dapat pula merasakan kebaikan beliau hingga detik ini. Entah nanti masih sempat atau tiada waktu lagi, ingin ku selalu bersama beliau. Ketika kelak raga kami berjauhan tidak lagi dapat berjumpa, aliran doa senantiasa ada. Demi beliau, Ayah dan Bunda.

"Ayah, Bunda… maafkan aku bila sering khilaf dan salah, dan membuat Ayah Bunda kecewa. Padahal sesungguhnya aku tidak mengharapkan semua terjadi. Makanya, tetesan airmata yang mulai tumpah harap menjadi pelebur dan penyejuk hati Ayah dan Bunda. Karena aku menyesal. Harap Ayah dan Bunda memaafkanku pada saat yang sama, agar lega di dalam jiwa pun terasa. Dan aku merasakan hal yang sama, segera. Sesaat setelah bulir-bulir bening permata kehidupan pun berguguran di pipiku."

"Wahai Ayah, Bunda yang penyayang. Ingin ku merangkai pesan demi pesan yang Ayah dan Bunda sampaikan terhadapku. Agar ku ingat selalu dan kapan saja. Namun keseluruhannya tidak dapat ku rangkai, karena terbatas kemampuanku dalam menyusun kata. Namun di hari berbahagia ini, ingin ku coba merangkai beberapa di antaranya. Agar kita selalu bersama. Selamanya. Karena ku ingin selalu ingat nasihat-nasihat berharga dari Ayah dan Bunda."

"Wahai Ayah dan Bunda. Terima kasih atas segala kesan dalam kebersamaan kita. Terima kasih atas perhatian dalam berbagai situasi dan keadaan. Terima kasih Ayah dan Bunda, untuk segalanya. Bila kini ku ingat semua, syukur ku bertambah-tambah karenanya. Ayah dan Bunda, aku bangga, kita pernah bersua di dunia. Alhamdulillah, semoga Ayah dan Bunda senantiasa bersama hingga kelak di surga-Nya. Dan di sana, aku ingin menjadi kupu-kupu yang elok di pandang, di taman-taman penuh kebahagiaan. Kemudian kita bersenyuman."

Ayah… kuntum-kuntum maaf yang Ayah berikan, kembali ringankan langkah-langkah ini untuk menempuh jalan kehidupan.
Bunda… bunga-bunga senyuman yang Ibunda mekarkan di wajah, menjadi sebentuk teladan untuk ku bawa senantiasa.

Ayah, Bunda… merupakan jalan bagiku untuk menjadi seperti saat ini, sekarang. Dan dalam doa di penghujung shalat, ku ingin menyelipkan doa, "Semoga indahnya nikmat sehat dan nikmatnya berbagi selalu menyertai Ayah dan Bunda."

Ayah, Bunda… hampir setiap pagi saat ku melanjutkan aktivitas, tujuan ku adalah bahagia. Bahagia yang berada di dekat Ayah dan Bunda. Dan semua itu aku alami, saat kita akhirnya bersapa. Telah ku temukan bahagia. Bahagia yang tidak selalu dapat terucap dalam susunan kata. Namun rasa ini ada. Ia terasa sungguh jelas. Dan aku sungguh bahagia, saat kini kita kembali bersua, di sini.

Dan senyuman bahagia dari My Surya…. kali ini khusus terbit buat Ayah dan Bunda berdua serta keluarga. Untuk adik-adik yang manis dan baik, keep smile yaa. dan menjadilah bintang-bintang yang berkelipan di relung hati Ayah dan Bunda.


Honestly,
🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s