Pada awal pekan ini, aku sukses tidak menjalankan aktivitas seperti biasa. Dua hari lamanya. Tepatnya hari Senin dan Selasa tanggal dua puluh lima dan dua puluh enam November tahun 2013. Karena aku merasakan berbeda dengan ku pada saat itu. Ada apa dengan ku?

Entahlah. Aku tidak tahu pasti. Yang jelas, kondisi batin ku sedang tidak stabil.
ezweb_ne_jp.016Sehingga membuat rutinitas menjadi berubah. Aku tiba-tiba hanya mampu menjalani yang aku mau saja. Tidak seperti biasanya. Untuk beberapa jam lamanya, aku terbaring diantara selimut dan lembaran buku. Ini yang dapat aku ingat, tentang aktivitas yang aku lakukan pada kesempatan tersebut. Pada hari pertama, berteman backsound Citra Scholastika – Pasti Bisa berikut, aku menjalani waktu seharian tanpa terkena sinar mentari. Karena sedang bedrest ceritanya.

Mentari terbenam temani dalam kesendirianku
Temani aku dalam kepedihan ini
Ku bertahan

Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwaku
Beri kicauan merdu tuk hidupku ini
Ku bertahan

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwaku
Beri kicauan merdu tuk hidupku ini
Ku bertahan

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya
Aku yakin pasti bisa

Aku ingin lepaskan seluruh bebanku
Dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Aku pasti bisa
Menikmati semua dan menghadapinya

Aku yakin pasti bisa
Dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Selain itu, beberapa buku pun habis ku lahap. Termasuk satu buku dalam picture di atas. Buku yang berjudul Jenius Menulis ‘Penerang Batin Para Penulis’ by Bapak Faiz Manshur. Buku yang membuka cakrawala pandang kita tentang menulis. Baik sebelum tulisan hadir mau pun setelah hadirnya tulisan.

Sebelum menulis, kita perlu mengetahui tujuan terlebih dahulu. Mengapa kita menulis? Dan setelah tulisan hadir, kita pun perlu lebih memahami. Untuk keperluan apakah tulisan tersebut hadir?

Buku Genius Menulis penerang batin para penulis ini, sungguh tepat dibaca oleh para penulis. Menulislah karena engkau seorang yang genius. Dan dengan menulis maka engkau merupakan bagian dari orang-orang yang genius. Namun jangan lupa memperhatikan bahwa tulisan perlu kekuatan batin saat melakukannya. Agar tulisanmu hidup. Maka yang harus diperhatikan pertama kali adalah kondisi batin para penulis.

Dan tepat pada hari ini, Jum’at tanggal dua puluh sembilan November 2013 menjelang akhir pekan, aku kembali beraktivitas seperti biasa sebagai penulis harian. Dan menulis catatan harian sebagai selingan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s