athir_potong_rambut
athir_potong_rambut (Photo credit: didiz rushdi)

Kecewa. Kecewa timbul dari dalam hati. Hati yang keinginannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ia alami.

Kecewa. Satu kata ini akan terjadi, saat hati kita berharap kepada (selain-Nya). Sedangkan saat hati bergantung hanya kepada-Nya, maka tiada akan ada kecewa di dalam hari. Begini pendapatku yang dapat terhadirkan ketika berhadapan dengan satu kata ini. Satu kata yang terdiri dari lima huruf yang berbeda. Namun terdapat satu diantaranya yang digunakan dua kali. Yaitu huruf A.

Kecewa. Pernahkah engkau kecewa, teman? Lalu, kecewamu karena apa? Apakah karena engkau mengharapkan sesuatu terjadi. Kemudian kenyataan yang engkau temui malah sebaliknya? Ya, saat kenyataan bertolak belakang dengan kenyataan yang engkau hadapi. Maka pada saat itulah engkau berkata, “Aku kecewaaa….”  Lalu bagaimanakah engkau menjalaninya? Ketika engkau kecewa.  Sukakah engkau bersamanya? Hmmm.. atau engkau belum pernah kecewa sama sekali? Hahaa. Bisa saja ya? Sedangkan aku, sama seperti halnya engkau. Aku pun pernah kecewa. Dan tentu saja aku tidak suka saat mengalaminya.

Kecewa. Kita akan seringkali kecewa. Apabila lebih sering menyandarkan pengharapan kepada selain-Nya. Karena Yang Maha Menentukan segala yang kita alami adalah Dia, Allah. So, what do you think about this?

Kecewa. Apakah penyebab kecewa? Baru saja ku coba merangkai satu pertanyaan tersebut di lembar Google. Lalu ku tekan enter. Dan muncullah banyak artikel sebagai jawaban. Lalu ku pilih satu diantaranya, sebagai referensi. Dan inilah diaaa…😀 Oke, let’s read it for a moment. Semoga sedikit banyak dapat memberikan pencerahan kepada kita, yang pernah kecewa, sedang kecewa atau yang ‘ku harap’ tidak akan kecewa.

Saat hati berharap kepada selain-Nya, maka engkau akan sering kali kecewa. Karena bisa saja, apa yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut-Nya. So, sudahlah… lupakan saja, bila ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapanmu. Agar engkau tidak pernah ‘lagi’ kecewa seperti yang sudah-sudah.

Engkau kecewa? Ya. Sudah, lupakan saja keinginan hati. Ingat Allah, maka tenteramlah ia…

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s