Bahasa Indonesia: Salah satu jenis kupu yang a...
Bahasa Indonesia: Salah satu jenis kupu yang ada di Indonesia (Photo credit: Wikipedia)
Aku ingin berubah...,
menjadi kupu-kupu yang indah,...
sayap-sayapnya mengepak dengan mudah,...
 menjadi penghias tatapan mata.
Menenteramkan hati.

Engkau ingin berubah? Mengapa berubah? Karena apakah engkau ingin berubah? Dan tahukah engkau? Ada cara termudah yang dapat engkau lakukan untuk dapat berubah.

“Bagaimanakah caranya?”, engkau bertanya kepadaku.

Kalau kita ingin berubah, maka hanya ada satu cara termudah yang dapat kita lakukan. Yaitu, keluarlah dari kebiasaan lama.  Tempuhlah jalan lain. Ya,  itulah hal pertama yang dapat kita lakukan. Lalu istiqamahlah dengan perubahan yang telah kita tetapkan. Dan tempuhlah jalan yang telah kita pilih dengan penuh semangat. Karena kita bisa menjalaninya, kalau kita mau. Walaupun ternyata, jalan yang kita pilih sungguh berbeda dengan jalan yang biasa kita tempuh. Bukankah kita ingin berubah?

Perubahan memang tidak terjadi sekejap mata. Perubahan pun tidak terjadi dengan mudah. Namun dengan kemauan yang membaja, kita dapat merealisasikan perubahan yang kita impikan. “Lalu, kapankah aku dapat melakukan perubahan?,” engkau menanya padaku.

Kita dapat berubah saat ini. Karena saat ini adalah kesempatan terbaik. Dan setelah saat ini, kesempatan ‘mungkin’ sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, berubahlah saat ini. Lalukanlah rencana-rencana terbaik kita, saat ini. Lalu, temuilah beliau-beliau yang ingin kita temui. Demi terwujudnya perubahan diri. Karena kita ‘mungkin’ tidak dapat berubah sendiri. Karena kita memerlukan pendukung-pendukung di luar sana. Karena kita bisa karena kita bersama. Dan bersama kita bisa. Yes!  “Nah! Sudah siapkah engkau berubah, teman?”, aku bertanya balik kepadamu. Tanya yang sebelumnya telah aku ajukan kepada diriku terlebih dahulu.

Kesiapan kita dalam menempuh perubahan, sangat penting. Karena kalau kita tidak mempersiapkan diri semenjak awal, maka kita menjadi tidak siap, tentunya. Dan yakinkanlah diri bahwa ia mampu bersama orang-orang terbaik yang telah ia pilih. Agar, perubahan yang telah ia canangkan saat ini, terus berlangsung. Agar diri, tidak kembali pada kebiasaan lamanya, namun asyik dengan kebiasaan baru yang membuatnya larut di dalam perubahan.

Perubahan. Siapa sajakah yang dapat terlibat di dalamnya? Apakah hanya seorang dua orang saja? Aha! Tentu tidak, teman. Karena semua orang dapat terlibat di dalam perubahan. Engkau, kita, dia, mereka, semuanya. Selagi kita bernafas, selama kita hidup, maka kita dapat berubah. “Berubah menuju kebaikan, tentunya.” Karena perubahan menjadi tidak baik, tentu meng-ece-wakan.

***

Pada suatu hari, aku mendapatkan pertanyaan dari seorang teman. “Haiiii.. apa kabarnya? teman,” sapanya penuh sopan kepadaku. Dan aku pun menyambut sapaan teman dengan penuh senyuman. Aku tersenyum, karena pertanyaan tersebut aku terima, setelah kami lama tak jumpa. Aaaaa…. aku sangat merindukannya. Dan saat kami bersapa lagi, ada seberkas sinar dari dalam hatinya yang terlihat olehku. Hingga aku tahu, bahwa temanku tersebut juga bahagia dengan pertemuan kami.

Tidak banyak waktu yang kami lakukan dalam menit-menit kebersamaan. Selain hanya saling bertukar tanya. Tanya yang membuat kami dapat melepaskan kerinduan. Tanya yang membuahkan jawaban. Dan salah satu pertanyaan yang teman ajukan padaku adalah, “Pernahkah engkau merasakan bahwa engkau sedang str-ess-ss? Dan apakah hal tert0l0l yang pernah engkau lakukan pada saat itu?”

“Oia? Bahasa apa pula itu? Tanyaku balik. Tanya yang sia-sia karena tidak mendapatkan jawaban. Sekaligus tanya tersebut ku sampaikan, sebagai pelumer suasana saja. Karena aku ternyata pernah mengalaminya.  Dan yang aku lakukan adalah; berkunjung ke beberapa permainan yang tersimpan di dalam note-b00k-ku lalu menghabiskan waktu di sana. Sampai beberapa jam lamanya, aku berada di sana. Ceklakceklik mouse, lalu tersenyum dalam tawa tertahan. Karena ada yang lucu, itu saja,” Aku memaparkan jawaban dengan segera.

Owww…. sungguh! Dalam waktu-waktu yang ku habiskan di sana, ternyata aku tidak menghasilkan apa-apa. Hanya menghabiskan waktu percuma, pikirku. Hal ini aku sadari, setelah kejadian berlangsung. Dan aku berjanji, untuk berubah. Aku berjanji, untuk tidak melakukan hal yang sama lagi. Aku ingin berubah untuk menyalurkan set–resss yang aku alami ke arah yang positif. Salah satunya adalah dengan merangkai catatan di dalam diari. Ya, aku pun curhat di sini. Aku merangkai suara hati dalam catatan-catatan. Dan engkau dapat menyaksikan sendiri teman, berbagai catatan yang ku rangkai.  Di antara semua itu, tentu ada masa-masa penuh kes-etresan. Ahaha. !😀 Suuuudahlah. Yang pastinya, agar semua terlepas, itu saja. Dan semoga dapat menjadi salah satu pengingat bagiku bahwa aku pernah menjalani beberapa episode tidak terlupa di dalam hidup ini.

Hidupku hanya sebentar, begitu pula engkau. Dan terpikirkankah oleh kita? Apakah kita telah menjadi pribadi yang bermanfaat? Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya. A.aa.. betapa aku sanksi dengan diri ini. Kalau saja saat ini dia tidak segera berubah.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s