Mentari
Mentari (Photo credit: doBot)

Justru karena itu, aku menyebutnya ‘Mentari’. Karena ia hadir ketika aku sedang dalam kegelapan. Dan kehadirannya memberikanku harapan baru. Harapan yang membuatku segera bangkit dari lelapku. Agar aku tidak tertinggal seberkas sinar darinya.

Lama sudah, semenjak kami bersua. Hingga hari ini, kami masih bersama. Bersama dalam perjalanan bernama siang. Hingga sore menjelang (usia kami menua), kami akan terus bersama. Untuk saling menjaga, mengagumi, dan menjadi pelengkap satu dengan lainnya.

Aku yang akan terus melangkah di bawah sinar terangnya. Pun terus melangkah saat ia sedang berlindung di balik awan gemawan. Karena yakinku, ia terus berseri-seri. Hanya saja, arah pandangku yang tidak dapat sampai padanya ketika mendung. Ya, ia adalah teman di perjalananku.

Aku tidak dapat melupakan peran ‘Mentari’ dalam hariku. Karena ia sangat berjasa bagiku. Beberapa saat setelah fajar menyingsing, ingatanku padanya pun mulai bersemi. Ai! Entah apakah namanya ini?  Aku tidak mengerti. Namun aku perlu menjalani semua ini dengan sebaik-baiknya. Tentang ingatan pada ‘Mentari’ yang berlebih.

Walaupun pernah sehari dua, ia benar-benar tidak bersinar. Seakan hilang tanpa bekas. Aku ‘mulai’ tidak merasakan ketidakhadirannya. Dan aku jalani hariku bersamanya, hanya dalam ingatan saja. Karena aku yakin dan percaya bahwa pada suatu hari nanti, ia benar-benar akan tidak bersamaku juga. Karena ada Pemiliknya yang sangat Menyayanginya, lebih dari sayangku pada ‘Mentari’. Maka, wahai ‘Mentari’, percayalah bahwa aku sangat menyakini keberadaanmu dalam kehidupanku. Engkau yang bukan segala-galanya, namun engkau berarti. Engkau yang walau tidak dapat ku lihat dengan dua mata ini, namun di hatiku engkau jelas ada.

Ya, seperti demikian adanya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s