Juara
Juara (Photo credit: Juska Wendland)

Hmm… “Juara yang Tertunda,” begini aku merangkai judul dalam catatan kali ini. Catatan yang ku rangkai setelah aku memperoleh informasi dari hasil ujian. Ujian yang aku ikuti beberapa waktu yang lalu. Oia? Ujian apakah itu?

Ujian apapun, ujian bagaimanapun, ujian tetaplah akan menghasilkan nilai pada akhirnya. Dan ternyata, hasil dari ujian tersebut, memberikan hasil yang cukup baik. Namun, aku belum menjadi juara. Karena banyak para peserta ujian yang memperoleh nilai serupa bahkan lebih dari yang ku peroleh. Hingga akhirnya, juara yang tertunda adalah sangat cocok dan pas untukku saat ini. Hehee.

Aku adalah sang juara. Sang juara yang sedang menjalani proses untuk ujian-ujian selanjutnya. Dan aku tidak akan henti berusaha. Aku ingin kembali menjadi sang juara. Juara yang semenjak lama, telah ku tinggalkan. Karena memang, akhir-akhir ini, belum lagi aku merasa menjadi juara. Ah… jalan hidup memang demikian. Terlihat dinamis dalam pandangan. Terkadang kita bertemu dengan persimpangan di depan mata. Dan dengan segera kita perlu menentukan keputusan sebelum benar-benar dekat dengannya. So, berbeloklah ke arah yang hatimu mengajakmu.

Aku yang telah menerima hasil, segera mentafakuri diri. ‘Mungkin’ di jalan yang sebelumnya pernah aku tempuh, bukan yang terbaik buatku. Sehingga ujianku di jalan tersebut belum memperoleh hasil terbaik. Baiklah, aku akan mengikuti jalan berikutnya, bukan lagi di jalan tersebut. Karena dalam yakinku, jalan-jalan membentang indah untuk kita lalui.

Apakah saat ini aku kecewaaw… tentu saja. Dan ku berdoa, semoga teman-teman yang mewakiliku (karena beliau menjadi juara) di jalan tersebut, dapat tersenyum saat ini. Dan aku, segera berputar arah. Selamat berjuang teman, yakinlah engkau mampu.

Sedangkan aku, ingin belajar lagi. Belajar lagi dan aku yakin menjadi juara next time.  Lalu tersenyumku lebih indah, dari senyuman yang aku tampilkan hari ini. Karena aku senantiasa menjaga bayanganku. Bayangan yang dapat mensenyumkanmu juga, teman. Engkau yang pernah meneladankan padaku, dan mengingatkanku pada sebuah pesan, tentang perjuangan dan kerelaan untuk berkorban.

Korbankanlah meski beberapa jenak waktumu untuk melakukan hal yang bermanfaat. Maka engkau sedang berproses untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Berjuanglah dengan baik di manapun engkau berada saat ini, maka engkau dapat memberikan kebaikan dan menemukan kebaikan di sana. Seperti yang engkau harapkan sebelumnya. Karena engkau ada, untuk menjadi bagian dari perjuangan, bukan?

Alhamdulillah… lega rasanya. Setelah hasil tersebut aku saksikan. Karena tidak ada lagi tanya-tanya yang sebelum ini sempat hadir dalam ingatan, “How is… and how is…?” Karena ia telah terjawab sudah. Dan sudahlah…

Ada hasil, tentu ada proses. Ada nilai, tentu ada ujian sebelumnya. Oleh karena itu, agar engkau berhasil, maka engkau perlu menempuh proses demi proses. Dan untuk memperoleh nilai yang lebih baik lagi, engkau perlu menempuh ujian lebih sering, tentunya. Maka ikutilah ujian demi ujian lebih banyak lagi, agar engkau menjadi terbiasa. Dan bagaimanapun hasilnya, tentu ditentukan pula oleh proses yang engkau jalani. Dan proses itu dapat ku sebut sebagai latihan.

Berlatihlah, berproseslah,  belajarlah dan ikut ujian. So, semoga engkau dapat menjadi juara dalam kesempatan berikutnya.

“Kesempatan datang hanya sekali. Begitu pula dengan waktu yang kita miliki. Ia yang pernah kita jalani, tidak akan bertemu lagi.  Lalu, apakah yang engkau lakukan di dalam waktu-waktumu yang ada saat ini?, pikirkanlah… pemanfaatanmu terhadapnya.”

Engkau berhasil bukan karena engkau hebat! Namun karena Ada Yang Paling Hebat! Engkau juara bukan karena engkau paling baik. Namun karena Yang Maha Baik, memberikan kesempatan padamu untuk menjadi bukti Kebaikan-NYA.

Ya Allah… sabarkan kami dan teguhkan hati kami dalam menempuhi ujian apapun. Dan titipan atas amanah-amanah dari-Mu, berikan kesanggupan kami untuk memikulnya. Termasuk nilai yang kami peroleh saat ini. Jadikan ia sebagai jalan bagi kami untuk dapat melakukan yang lebih baik lagi. Agar kami tidak berpu-tus asa kalau nilai kami belum sempurna. Dan agar kami lebih semangat lagi, saat kami menjadi juara. Karena Engkau akan kembali meminta pertanggungjawaban kami atas semua itu.

Selamat datang ruang ujian berikutnya, tunggu aku yaa… ^^

“Hayyuu, melangkah lagi, engkau bisa!  A support untuk picture di atas. Termasuk untukku juga, dan engkau, teman…”

🙂😀🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s