“One day, aku ingin berada di sana, bersamamu. Di sebuah lokasi, untuk menemanimu berkarya. “

Eka karya - Indonesia
Eka karya – Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Engkau dan aku adalah kesempurnaan yang abadi, selalu. Kita adalah kumpulan angka-angka yang penuh makna. Dan kita ada untuk saling melengkapi satu dengan lainnya. Ya, percayalah bahwa kita ada karena kita bermakna.

Terpikir aku padamu, membuatku segera ingat kepada-Nya, pencipta kita. Ia yang mempertemukan kita tanpa pernah kita sangka. Ia yang mengizinkan kita bersua walaupun kita tidak saling mengenal sebelumnya. Ia yang memberikan kita kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain. Dan Ia pula yang saat ini semoga tersenyum menyaksikan kita. Kita yang masih ada, untuk menjadi bukti salah satu karya-Nya.

Karya. Berbicara tentang karya, aku teringat pada seorang teman. Teman yang ku temui, dan penuh dengan karya. Nah! Hari ini terbukti lagi, sebuah karya baru darinya, kembali diluncurkan. Ya, karyanya terbit lagi. Wah! Selamat yaa… friend. Aku turut berbahagia dalam bahagiamu. Aku tersenyum bersama senyumanmu. Dan percayalah, walau tanpa apresiasi langsung di depanmu, sesungguhnya aku adalah pengagum karya-karyamu.

Hingga pada satu hari yang tidak disangka itu datang, aku pun sedang berdiri di depan salah satu karyamu. Entah mengapa, tiba-tiba saja aku terpesona dibuatnya. Lalu ku bertanya, “Siapakah yang mengajakku ke sini? Menggerakkan kaki-kakiku untuk mendekatinya, melangkah mendekat? Siapakah? Bertanya ku dengan diriku sendiri. Tanya yang mungkin tidak akan pernah terjawab, jika saja aku tidak segera mengingat-Nya.” Karena Allah yang memanduku. Yakinku.

Seperti kejadian pada hari itu, hari ini pun sama. Tepat pagi-pagi sekali, ku saksikan sebuah karya baru lagi. Karya yang engkau buktikan. Bukti bahwa engkau terus bergerak, melangkah dan giat. Engkau penuh dengan karya.

“Aku berpikir, kapan engkau melakukan itu semua? Padahal aku tahu bahwa engkau adalah pribadi yang penuh dengan aktivitas. Engkau punya banyak tanggung jawab dan aktivitasmu bejibun. Banyaaak sekali. Penafsiran ini memang menurut pendapatku. Karena aku tahu dari pemaparanmu juga. Ketika pada sebuah kesempatan, engkau bercerita kepadaku. Hingga aku pun melekatkan padamu sebuah kata, bahwa engkau adalah pribadi yang sibuk.”

Akan tetapi, engkau ternyata terus berkarya. Karya yang saat ini, tepat ada di depan mataku (lagi). Aku bangga terhadapmu, teman. Walaupun engkau adalah temannya temanku. Namun kita tetap berteman, bukan? ^^

Padahal, waktu yang tersedia untuk kita, sama. Sama-sama dua puluh empat jam sehari dan semalam. Namun aku, apa yang dapat aku karyakan? Ketika engkau lagi-lagi berkarya, sedangkan aku belum. Aku tidak mau ketinggalan jauh darimu. Dan aku berjanji untuk terus mengikutimu. Agar aku pun termotivasi, tentunya.

Ayoo, kita melanjutkan perjuangan lagi, bisikku pada diriku sendiri. Agar Allah tersenyum Melihat kita. Kita yang selalu mengingat-Nya. Ingatan karena kita percaya, bahwa Ia selalu ada bersama kita. Kapanpun. Termasuk saat kita sedang berusaha untuk menyusun sebuah karya. 

“Dengan begini, semoga kita selalu mengingat Allah, baik ketika kita sedang menempuh proses dalam berkarya, termasuk saat karya kita jadi. Karena semua ada, karena-Nya. Dan kita pun mengingat karya-Nya Yang sangat banyak. Dan salah satunya adalah kita. Kita adalah hasil karya-Nya. Dan karya-Nya selalu sempurna. Walaupun karya kita jauuh dari sempurna. Semoga kita menyadarinya.”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s