Pergaulannya dengan para ulama. Tempat nongkrongnya di masjid dan pengajian-pengajian. Sangat jarang yang mengenalnya, kalau ia tidak mengenalkan diri terlebih dahulu. Yang indah tutur katanya, lembut budi pekertinya. Ramah, baik dan pengertian. Dan rela meminta maaf terlebih dahulu kalau ia merasa bahwa ia salah. Walaupun sesungguhnya bukan kesalahan yang murni dari dirinya, namun ia dengan segera menyampaikan, "Tolong maafkan aku, yaa."

Wahai, sungguh pribadi yang mulia dan ingin ku bersama-sama dengan beliau semua. Beliau yang saling berprasangka baik kepada saudaranya. Karena telah terbiasa bersangka baik kepada Allah, kiranya.

Berkumpul dengan beliau menyisakan kesejukan di dalam jiwa. Lalu saat perpisahan tercipta, seakan ada yang kurang rasanya. Dan maunya jiwa, ingin selalu berdekatan raga. Namun, bagaimana bisa? Toh ternyata aktivitas selanjutnya telah menanti untuk beliau lakoni. Ai! Semoga sukses dan lancar segala urusanmu di sana, yaa… Aku mendoa untukmu yang saat ini sedang jauh di mata. Semoga dalam kesempatan terbaik, kita dapat bersua kembali.

Padahal baru beberapa jam saja perpisahan dengan beliau. Belum genap sehari, apalagi berbulan apalagi tahun-tahunan. Belum. Namun seakan ada yang terenggut dari dalam diri ini, saat ingatan terhadap beliau memenuhi ruang pikir. Aku mengingatmu, teman.

Terkadang, memang perpisahan dengan beliau yang selama ini berada dekat kita, karena adanya aktivitas yang berbeda. Namun terkadang, perpisahan terjadi karena beliau sedang dalam kondisi tidak sehat raga, rupanya. Wallaahu a’lam bish shawab. Namun demikian, memang begitu adanya kehidupan. Ia terkadang menciderai hati kita, kemudian menyisakan seberkas luka di sana. Saat kita mengetahui, ada saudara kita di sana yang sedang terbaring melawan penyakitnya.

"Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman – semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit setelahnya) wahai saudariku. Ai! ‘Aku lagi kangen Teteh Kecil. Beliau yang paling belia di sini. Hari ini tidak dapat beraktivitas seperti biasa, karena sakit. Aku merindukan senyuman beliau.

Oke, Teteh kecil, selamat rehat yaa dan sampai berjumpa lagi, keesokan hari. Aamiin.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s