Sabar dalam Penantian
http://www.islamedia.web.id/2010/12/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html

Ketika harapan belum menjadi kenyataan. Engkau tidak perlu menanti.  Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, teruslah melangkah. Karena kita masih mempunyai kekuatan berupa keyakinan dan kemauan untuk berjalan.  Teruslah melangkah dengan sepenuhnya, hingga tidak ada lagi yang namanya kekece-waan apalagi penyesalan. Karena sesungguhnya kehidupan adalah sarana bagi kita dalam mencapai tujuan, bukan ?

Tetap berjalan, dengan kedamaian.
Kuatkan tekadmu, teman…

Saat harapan belum menjadi kenyataan, sesungguhnya kita sedang diminta untuk memberikan sikap dan perbuatan.  Akankah kita menjalani masa-masa tersebut dengan penuh kesabaran?  Ataukah kita menjadikannya sebagai salah satu bahan pelajaran? Hmm, bagaimana kalau bersamanya kita memetik buah-buah pengalaman?  Tentu sangat berharga nilainya.

Apabila dibandingkan dengan waktu-waktu yang kita pergunakan selama menjaga harapan dengan saat ini, tentu waktu itu lebih lama. Dan kita bersedia menjalaninya. Sedangkan saat ini, ia hanya berlangsung sesaat saja, seperti namanya. Sedetik. Dan ia akan segera berlalu, tidak pernah kembali lagi. Sedangkan harapan yang selama ini kita jaga, ia akan selalu ada, senantiasa dan selamanya.

Apabila dengan senang hati, kita memungutnya lagi, ketika ia sempat terjatuh pada saat ini. Ya, ambillah lagi harapanmu. Jangan biarkan ia terinjak oleh sesiapa saja, termasuk olehmu. Lalu bawalah dalam langkah-langkahmu yang berikutnya, simpan dengan baik di ruang hidupmu.

Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, ini berarti bahwa usaha yang engkau laksana belum optimal. Oleh karena itu, engkau perlu berusaha lagi, berjuang dan jangan lupa berdoa yaa. Karena segala sesuatu terjadi dengan Izin Allah…

Okey? –  –

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s