baiklah
baiklah (Photo credit: richoz)

Indah inilah saat-saat terindah, ketika pintu-pintu terbuka, pintu hati lebih utama. Inilah waktu yang selalu ku nanti semenjak lama, saat kita asyik bercengkerama dalam bahagia, tertawa pun mensenyumi satu dan lainnya. Kemudian kita saling bertautan tatap, untuk menyelami hingga ke dasarnya. Dan inilah keindahan yang terindah, saat kita benar-benar menyadari, bahwa kita tercipta memang untuk bersama.

Dan saat ini, engkau sedang bersama-sama denganku, dalam ingatan. Pertemuan kita ini terjadi ketika senja. Senja. Senja di sini, saat ini. Ketika kembali ku menguntai barisan kalimat teruntukmu, engkau yang ada dalam ingatan.  Baiklah, ku mula saja menitipnya di sini, iyaa.

Engkau…

Lagi apa engkau di sana, ya? Aku memikirkanmu. Lalu terbersit bayangan akan engkau di penghujung tatapku. Why? Apakah engkau pun mengalami hal yang sama seperti yang aku alami, how? Ketika aku ingat padamu, segera bayanganmu melintas di fikirku. Ah, aku pun tidak tahu.

Engkau…

Tolong izinkan aku mengabadikan sebuah pesan darimu untukku, pesan yang semenjak dulu telah engkau hadiahkan untukku. Karena setiap kata yang engkau rangkai, menjadi pengobat jiwa agar ia semakin harum, rapi dan tertata dengan baik.

“Teruslah melangkah, meski suatu saat engkau tertatih. Beristirahatlah sejenak ketika engkau terlelah payah. Lalu,  kembalilah bangkit, bangun dan berdiri lagi dan melangkahlah. Untuk menjemput harapan-harapanmu. Bergeraklah terus dalam menempuh jalan yang telah engkau pilih dan terus berdoa, agar kelak kita kembali Dipertemukan oleh-Nya. Untuk berkumpul bersama dalam nuansa yang tidak dapat terucap kata.”

Engkau…

Pada suatu hari yang akan datang, satu atau dua hari yang berikutnya, engkau akan tanyakan padaku, “Mengapa engkau masih menyimpan semua ini?” Sedangkan aku tidak akan menjawab, hanya tersenyum. Tersenyum langsung di hadapanmu. Dan semoga engkau tahu dan mengerti, bahwa semua ini aku lakukan, karena aku ingin menjaga ingatanku terhadapmu agar tetap ada. Ia ada, hingga kapanpun. Hingga aku tidak lagi dapat mengingat apapun, kecuali engkau.

Engkau…

Hingga saat ini, aku masih ingin: Engkau merangkai limaaaa baris saja kalimat terbaik berikutnya untukku. 😀 Sebagai motivasi untukku, darimu… Ya, ya, yaa… ^^

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s