Uluru and  Kata Tjuta
Uluru and Kata Tjuta (Photo credit: Paolo Rosa)

Adalah benar, ketika tiada lagi harapan maka hidup menjadi tidak menyenangkan. Padahal masih banyak keindahan alam yang perlu kita saksikan.

Oleh karena itu, tidak perlu lagi ada kata ma-las dalam menjalani kehidupan.  Apalagi sampai sempat mengucapkan di antara kalimat yang kita sampaikan. Sehingga apa-apa dibawa su-lit. Segalanya nyari ala-san. Dan tentu saja akan muncul satu kata yang sangat aku be-nc-i ini, yaitu, “m-al-a-s”. Ai, betapa ia menjadi perun-tuh semangat yang selama ini kita coba bangun dan tumbuh kembangkan. Nah, jauh-jauhlah dari kata ini, bahkan jangan sampai pernah mendengarkannya, kalau kita tidak ingin terjang-kiti pula olehnya. Karena orang-orang yang mempunyai harapan, tidak akan bersentuhan dengan satu kata m-al-as.

Ya, betapa tidak menyenangkan kiranya, ketika kita sedang bersemangat, tiba-tiba ada yang mendekati kita dan menyebarkan virus berupa kata tersebut di telinga kita. Ai, cukup! cukup! cukup mendengarkan saja, tanpa meresapi sepenuh hati. Agar, kita, eh… aku yang mudah terpengaruh ini, tidak tidak tidak tidak berbaur dengannya. Cukup mendengarkan saja.

Berbeda halnya dengan orang yang tanpa harapan, orang yang penuh harapan akan mengusaha untuk membasahi dirinya dengan guyuran semangat. Sehingga walau berpeluh sekalipun dan ia lelah, ia terus melangkah. Hingga ia yakin, tidak mampu lagi bergerak karena le-mah raganya. Walaupun demikian, di dalam hatinya tetap tersimpan tekad, untuk terus melangkah. Ia melangkah, ia berjuang. Karena dalam yakinnya, selagi nyawa bersamai raga, ia tetap menjaga harapannya. Harapan untuk melakukan yang terbaik, hingga menjadi yang terbaik. Dan usahanya itu adalah jalan baginya dalam mewujudkan harapan demi harapan menjadi kenyataan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s